Universitas Brawijaya sang juara bertahan Fabricated House di ajang Indocement Awards”

Indocement Awards merupakan ajang 2 tahunan yang diadakan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement). Ajang ini diadakan untuk memperingati Hari Bangunan Nasional yang jatuh pada tanggal 11 November. Indocement Awards merupakan salah satu ajang yang ditunggu-tunggu khususnya bagi mahasiswa Teknik Sipil karena melalui ajang ini mereka dapat menyalurkan kreatifitas dan inovasi mereka di bidang konstruksi. Berbagai rangkaian acara yang dilakukan dalam ajang Indocement Awards salah satunya ialah kompetisi membuat rumah fabrikasi (fabricated house). Kompetisi ini diikuti oleh 8 universitas dari seluruh Indonesia, diantaranya Universitas Maranata, Universitas Brawijaya, Politeknik Negeri Bandung, Universitas Atma Jaya, Universitas Negeri Malang, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Lampung, dan Universitas Islam Indonesia.

Dalam kompetisi ini Teknik Sipil Universitas Brawijaya patut berbangga karena berhasil mempertahankan gelarnya sebagai juara pada ajang Indocement Awards 2016 untuk kategori Fabricated House dimana 2 tahun sebelumnya Universitas Brawijaya menjadi juara 1 di ajang yang sama. Tim Intifada yang beranggotakan Ahmad Arief, Rika Amenetya, Rahadian Dwi dan Kartika Candra. Mereka merupakan para eksekutor di lapangan saat perakitan berlangsung didampingi oleh dosen pembimbing Roland Martin Simatupang. Perakitan berlangsung pada hari kamis, 10 November 2016 di Sport Hall Indocement yang terletak di Citereup, Bogor. Waktu perakitan yang diberikan sebanyak 2 jam oleh panitia dapat diselesaikan kurang dari 2 jam oleh Tim Intifada dengan bangunan yang diberi nama Humanis dan menjadi bangunan tercepat yang didirikan.

Humanis sendiri merupakan rumah tipe 36 dari beton yang difabrikasi dan dalam pelaksanaannya menggunakan konsep bongkar pasang dengan menggunakan sambungan struktur plat baja sehingga diharapkan dalam pelaksanaannya lebih praktis dan lebih cepat dalam proses konstruksi. Pencapaian Tim Intifada saat ini bukan melalui proses yang instan. Sekitar kurang lebih 3 bulan para finalis dan kru berjuang untuk mempersiapkan segala kebutuhan untuk kompetisi ini. Mulai dari pembuatan elemen-elemen bangunan sampai ornamen semua dikerjakan dengan semaksimal mungkin tanpa ada yang terlewatkan.
Selain kompetisi-kompetisi, Indocement Awards juga mengadakan Jambore Mahasiswa Konstruksi yang dimeriahkan oleh para suporter dari finalis yang berjumlah sekitar 400 orang dari perwakilan 8 universitas. Jambore Mahasiswa Konstruksi ini bertujuan sebagai ajang berkumpulnya mahasiswa teknik sipil untuk meningkatkan tali silaturahmi dan diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan idenya di bidang konstruksi sehingga dapat memajukan bidang konstruksi di Indonesia. (red/Inka)

Leave a Reply