Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia VI

Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia VI

22 november 2014, acara KBGI ke VI yangbertemakan “Rumah Kayu Bertingkat Tahan Gempa, Artistik dan Berbasis Kearifan Lokal” yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang. Kali ini 9 tim yang telah lolos dari 26 tim seleksi proposal berkesempatan berlaga dalam kompetisi ini. Kompetisi ini dibagi menjadi 3 sesi yang terdiri dari 3 tim dalam setiap sesi, setiap tim terdiri dari tiga personil dan satu dosen pembimbing. Tepat pada pukul 08.15 WIB kompetisi sesi pertama di mulai, sesi pertama diikuti oleh tim dari Universitas Brawijaya Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Syah Kuala Aceh. Saat juri dan panitia memberikan aba-aba kompetisi dimulai, ketiga tim pada sesi pertama mulai merakit gedung bangunan yang mereka rencanakan. Para suporter dari masing-masing pun memberikan support yang meriah.

            Trisula Team dari Universitas Brawijaya merencanakan untuk membangun gedung rumah bertingkat dua yang memiliki konsep rumah Bali dengan nama Rajawali Building. Trisula Team mulai merakit bangunan mereka dari plat lantai, kolom, dan dinding untuk bangunan lantai pertama. Setelah bagian lantai pertama selesai, mereka mulai merakit balok dan kolom untuk lantai dua. Lalu mereka lanjutkan dengan pemasangan dinding untuk lantai dua dan kerangka kuda-kuda atap. Namun, sebelum pemasangan kerangka kuda-kuda atap pada durasi 2 jam 20 menit, tim juri dan panitia melakukan pengukuran dimensi bangunan yang telah didirikan. Setelah tim juri dan panitia selesai melakuan pengukuran, Trisula Team kembali melakukan perakitan rangka kuda-kuda atap pada bangunan mereka. Setelah pemasangan rangka kuda mereka langsung bergegas memasang atap dan ornamen-ornamen pada bangunan. Tim Cakradonya dari Universitas Syah Kuala Aceh dan Tim Surya Kawulyan dari Universitas Muhammadiyah Malang berhenti merakit bangunan mereka tepat pada saat durasi menunjukkan 3 jam, yang sesuai dengan peraturan perakitan KBGI ini. Untuk Trisula Team dari Universitas Brawijaya berhasil menyelesaikan bangunan gedung mereka dengan durasi 2:52:26.

 IMG_8681

Setelah perakitan gedung dari semua tim selesai, tahap berikutnya adalah proses pembebenan bangunan. Pembebanan bangunan ini dilakukan sebagai simulasi beban gempa horizontal yang diberiakan pada masing-masing bangunan. Proses ini dilakukan dengan memberikan beban pada bagian depan dan belakang bangunan sebanyak dua kali pada masing-masing bagian. Beban yang diberikan mulai dari 15kg, 30 kg, 45 kg, dan 60 kg. Lalu beban tersebut dikurangi dengan mengambil beban dengan interval 15 kg, dari 60 kg hingga 0 kg. Pengukuran setiap uji beban yang diberikan dan dikurangkan pada bangunan dihitung dengan alat yang telah disediakan oleh panitia dan juri sehingga dapat terlihat lendutan pada bangunan. Trisula Team memperoleh hasil : Energi dissipasi total sebesar 567,33 kg/mm dengan simpangan maksimum 5,41 mm. Tim Surya Kawulyan memperoleh hasi l: Energi dissipasi total sebesar 1054,58 kg/mm dengan simpangan maksimum 16,23 mm. Tim Cakradonya memperoleh hasil : Energi dissipasi total sebesar 778,35 kg/mm dengan simpangan maksimum 8,85 mm.

Setelah acara selesai pembebana gedung bangunan selesai, semua peserta diberi kesempatan untuk ishoma dan istirahat. Tim StruktuR-pun berhasil mewawancarai para personil dari Trisula Team Universitas Brawijaya. Menurut para personil Trisula Team, mereka belum cukup puas dengan hasil perakitan gedung bangunan mereka karena adanya kesalahan ukuran rangka atap sehingga terjadi kendala pada pemasangan bagian atap . Namun mereka sungguh senang dan bersemangat ketika Tim Suporter dari Universitas Brawijaya mendukung mereka saat perakitan berlangsung. Untuk kedepannya, mereka juga berharap agar penerus KBGI selanjutnya dapat menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Harapan terakhir yang mereka ucapkan adalah kemenangan yang ingin mereka raih pada pengumuman esok hari untuk tim KBGI dan KJI karena mereka telah memberikan yang terbaik untuk kompetisi ini.(Ismiralda/Christin)

IMG_8686

OPENING CEREMONY KJI KBGI 2014

OPENING CEREMONY KJI KBGI 2014

21 November 2014 bertempat di DOME Universitas Muhammadiyah Malang, tepat pukul 7.40 acara pembukaan Kompetisi Jembatan Indonesia X dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia VI dilaksanakan. Acara ini dimulai dengan persembahan paduan suara Gita Surya Universitas Muhammadiyah Malang. Dilanjutkan dengan pertunjukan orchestra dari Muhasa Chamber Orchestra yang merupakan murid-murid dari SMP Muhammadiyah Malang. Selagi acara berlangsung, para kontingen dari masing-masing universitas dan juri serta dosen pembimbing mempersiapkan diri ditempat masing-masing.

Setelah acara pertunjukan seni, dilanjutkan dengan defile para kontingen dari masing-masing universitas. Universitas yang menjadi peserta KJI KBGI pada tahun ini antara lain : Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Syah Kuala Aceh, Institut Teknologi Nasional Bandung, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Mataram, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Teknologi Bandung, Politeknik Negeri Bandung, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Universitas Kristen Maranata Bandung, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Negeri Malang, dan Universitas Negeri Malang.

Setelahlagu Indonesia Raya dan Sang Surya disenandungkan, dilanjutkandengan lantunan ayat suci Al-qur’an oleh perwakilan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Ir. Sudarman, MT. selaku ketua panitia pelaksana KJI KBGI 2014 memberikan sambutan dan laporan mengenai pelaksanaan KJI KBGI 2014. Sambutan selanjutnya diberikan oleh perwakilan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang dan Dra. Victoriana Suhartini selaku Kasubdit Kreativitas Mahasiswa dan Pengabdian Masyarakat Dirjen Dikti.

Kompetisi Jembatan Indonesia ke-10 dan Kompetisi Bangunan Gedung ke-6 resmi dibuka dengan membunyikan sirine oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Pembantu Rektor Universitas Brawijaya Malang,serta Kasubdit Kreativitas Mahasiswa dan Pengabdian Masyarakat Dirjen Dikti. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan piala bergilir Reka Cipta Griya Indonesia untuk KBGI dan Piala Reka Cipta Titian Indonesia untuk KJI . Opening Ceremony acara KJI X dan KBGI VI ditutup dengan doa oleh Drs. Syaiful Amin M,Ag. Selamatberjuangkontestan KJI X dan KBGI VI.

 IMG_0573

Susunan Redaksi StrukuR periode 2014/2015

Susunan Redaksi StrukuR periode 2014/2015

Ketua Divisi Struktur       : Filki Suri Widyatami

Pemimpin Umum             : Ilma Audian

Pemimpin Redaksi           : Intan Sulistyo Warni

Pemimpin Perusahaan     : Yetty Oktavianita

Pemimpin Media              : Alif Alfianto

Redaksi                        :  Venishea Dea Odavita

Edo Rizky Nugroho

Lina Rahman U.

Rimas Kiki Kirana

Rahmi Aulia

Retno Iswandari

Elisa Renny

Ellen

Inka

Ismiralda Citra

Lechyana Zahra S.

Editor                            : Saraswati Noor Rachma

Rahma Nur Amalina

Setting dan Layout          : Adelina Maulidya F.

Hanif Nursyahbani

Puan Resty Ananda

Karima Nadiah M.

Aisyaning Imansari

Lazuardi Prihatmojo

Ahmad Haidar

Jepris

Reza Dwipa

Roizan Intifada

Humas                         : Ahmad Yuri Anugrah

Aziz Benny W.

Ancha Ardian

Christin Natalia

Christiovalni

Admin                          : Arifa Nurina Nadhila

Ristradianti Dwi A.

”Trans Sumatra” Jalan Tol yang Mendukung Program Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

”Trans Sumatra” Jalan Tol yang Mendukung Program Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

Sumatera merupakan pulau keenam terbesar di dunia yang tentunya berdampak besar pada PDB (Produk Domestik Bruto) di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Sumatera mengalami pertumbuhan dalam kontribusinya sebagai penyumbang PDB terbesar setelah Jawa. Bahkan sumatera memiliki peran regional dalam pembentukan PDB yang meningkat dari tahun ke tahun dan di sisi lain justru Jawa mengalami penurunan dalam PDB Nasional. Dengan tren pertumbuhan ekonomi regional inilah Sumatera mutlak memerlukan sarana pendukung untuk mempercepat pertumbuhan ekonominya. Dalam hal ini mutlak diperlukan sarana transportasi.

Kemacetan yang parah di jalan Palembang-Indralaya menunjukan kurangnya sarana transportasi di Sumatera. Trans sumatera adalah salah satu proyek yang disuguhkan untuk mengatasi permasalahan transportasi. Proyek ini merupakan proyek infrastruktur yang mendukung program Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Dalam program tersebut disebutkan bahwasanya Sumatera diharapkan menjadi gerbang utama perekonomian Indonesia untuk pasar Afrika, Asia, Eropa, Australia, dan lain sebagainya. Moda transportasi yang digunakan untuk mengimplementasikan proyek trans Sumatera adalah moda transportasi darat lintas provinsi. Infrastruktur dalam proyek ini berupa jalan, yang dimana akan mendukung kegiatan perekonomian di Sumatera dan tentunya merupakan penghubung antar provinsi yang paling efektif dan terjangkau.

Pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol telah di rencanakan sekian lama, namun kendala biaya memperlambat pembangunan jalan tol ini. Karena pasalnya pembangunan jalan tol yang memiliki panjang 2.600 km ini memerlukan biaya sekitar 150 triliun rupiah. Pembangunan tol trans Sumatera ini meliputi 23 ruas jalan yang menghubungkan 11 kota pusat Pertumbuhan Ekonomi, yaitu Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Tanjung Pinang, Lampung, Bengkulu, dan Serang (Banten).

Perencanaan pembangunan tol Sumatera meliputi ruas jalan tol Bahaheuni- Terbanggi Besar (150 km), Terbanggi Besar- Pematang Panggang (100 km), Pematang- Indralaya (108 km), Indralaya- Palembang (22 km), Indralaya- Jambi (242 km), Jambi-Rengat (190 km), Rengat- Pekanbaru (178 km), Pekanbaru- Dumai (135 km), Dumai- Rantau Rapat (175 km), Rantau Rapat-Kisaran (118 km), Kisaran-Tebing Tinggi (60 km), Tebing tinggi-Medan (62,4 km), Medan-Binjai (16,8 km), Binjai-Langsa (110 km), Langsa-Lhoksumawe (135 km), Lhoksumawe-Sigli (135 km), Sigli-Banda Aceh (80 km). Ruas penghubung antara tol tersebut meliputi; Palembang-Muara Enim (110 km), Muara Enim-Lahat-Lubuk Linggau (100 km), Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu (93 km), Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh-Bukit Tinggi (187 km), Bukit Tinggi-Padang Panjang-Lubuk Alung-Padang (55 km), Tebing Tinggi-P.Siantar-Prapat-Tarutung-Sibolga (175 km).

Jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi mulai dikerjakan. Pembangunan ini segera dikerjakan setelah diletakannya batu pertama oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto pada 23 September 2014. Proyek ini merupakan salah satu proyek trans Sumatera yang dikerjakan konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan PT Hutama Karya (Persero) Tbk.

Jalan tol tersebut direncanakan memiliki panjang 61,8 kilometer yang akan dibagi dalam dua seksi yakni Seksi I sepanjang 17,80 kilometer ‎yang meliputi Medan – Perbarakan – Kualanamu dan Seksi II dengan panjang 44 kilometer yang akan menghubungkan Perbarakan – Bukit Tinggi. Pembangunan Seksi I ditargetkan selesai pada 2016 sementara pada Seksi II diharapkan selesai pada 2017.

PT Hutama Karya, selaku perusahaan yang mendapatkan mandat dari pemerintah untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera akan melakukan Groundbreaking (peletakan batu pertama) proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera pada Jum’at 10 Oktober 2014 di Kebun Semayang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Proses peletakan batu pertama dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung, beserta dewan PT Hutama Karya, dan perwakilan sejumlah kementerian terkait yakni Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perhubungan.

Dengan diletakannya batu pertama ini maka proses pembangunan ruas jalan tol dengan total panjang 2.600 km tersebut akan segera direalisasikan. Sesuai dengan Perpres No 100 tahun 2014 tanggal 17 September 2014, PT Hutama Karya akan melaksanakan pembangunan 4 ruas pertama yaitu Ruas Medan-Binjai, ruas Palembang-Indralaya, ruas Pekanbaru-Dumai, dan ruas Bakauheni-Terbanggi Besar. Hak penugasan total 23 ruas Jalan Tol Trans Sumatera adalah 40 tahun. Di masa yang akan datang, diharapkan keberadaan tol ini dapat lebih menggairahkan perekonomian wilayah-wilayah Pulau Sumatera mengingat nantinya akan menghubungkan 8 Pusat Kegiatan Nasional (PKN), 7 pelabuhan utama, dan 6 pelabuhan udara.jalan tol trans sumatra

Kuliah Tamu “Kebijakan Pengaturan Jasa Konstruksi dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean”

Kuliah Tamu “Kebijakan Pengaturan Jasa Konstruksi dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean”

IMG-20140925-WA0023

25 September 2014,  jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya mengadakan kuliah tamu bertajuk Kebijakan Pengaturan Jasa Konstruksi dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean. Kuliah tamu ini diisi oleh pemateri Wakil Ketua I LPJKN (Lembaga Pengadaan Jasa Konstruksi Nasional), Dr. Ir. Putut Marhayudi. Pukul 08.30, Ruang Survey dan Geologi jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya telah dipenuhi oleh mahasiswa dari berbagai angkatan yang ingin mengetahui lebih dalam tentang Kebijakan Pengaturan Jasa Konstruksi. Hal ini menjadi salah satu latar belakang diadakannya kuliah tamu ini, yaitu kurangnya mata kuliah yang didapatkan oleh mahasiswa pada kurikulum sekarang ini.

 

Materi pertama yang diberikan oleh bapak yang kerap disapa Dr. PM ini adalah mengenai peluang dan tantangan bisnis konstruksi. Dijelaskan bahwa global competitiveness Index Indonesia di bidang infrastruktur berada pada peringkat ke-56 dari 148 negara. Meskipun peringkat ini masih berada di bawah negara tetangga yaitu Malaysia, namun Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Salah satu penyebabnya adalah terus meningkatnya permintaan percepatan pembangunan infrastruktur di 518 kabupaten / kota dalam 34 propinsi di Indonesia. Peningkatan permintaan percepatan pembangunan infrastruktur ini memberi dampak positif terhadap peningkatan growth economy, penurunan kemiskinan, serta peningkatan lapangan kerja.

IMG-20140925-WA0050Percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak lepas dari angka nilai kapitalisasi yang juga terus meningkat. Nilai kapitalisasi sendiri adalah anggaran untuk membangun infrastruktur yang di dalamnya terdapat sektor konstruksi. Nilai kapitalisasi sektor konstruksi di Indonesia mengalami peningkatan seperti terlihat pada tahun 2009, angka nilai kapitalisasi Indonesia hanya mencapai 170 Triliun, sedangkan pada tahun 2013, angka ini meningkat menjadi 390 Triliun. Hal ini membuktikan negara kita sedang mengalami proses metamorfosis dari negara berkembang menjadi negara maju.

Dalam hal pasar jasa konstruksi, Indonesia menjadi negara terbesar di wilayah ASEAN. Bahkan republik ini kerap menjadi pasar jasa konstruksi yang paling menguntungkan di wilayah ASEAN dengan angka $ 267 Billion. China yang merupakan pasar jasa konstruksi terbesar di Asia, memiliki 60.000 tenaga konstruksi dari total empat miliar penduduk. Jika dibandingkan dengan Indonesia yang memiliki 110.000 tenaga konstruksi dari hampir 300 juta penduduk, tentu persaingan di bidang konstruksi di negara tersebut tidaklah ketat berbeda dengan Indonesia. Hal ini haruslah memotivasi kita agar menjadi kontraktor yang berkualitas tinggi demi bertahan dalam persaingan yang cukup ketat.

Kuantitas dari Kontraktor dan Konsultan tidaklah sebanding. Di Indonesia sendiri jumlah kontraktor sekitar 104.000 orang. Sedangkan untuk konsultan sekitar 6000 orang. Namun dari kedua pekerjaan tersebut, terdapat kualifikasi yang berbeda. Untuk kontraktor, kualifikasi besar hanya 1%, menengah 12%, dan kecil sebesar 87%. Konsultan sendiri memiliki kualifikasi besar sebanyak 4%, menengah 7%, dan kecil 89%. Melihat hal tersebut, kita sebagai penerus bangsa haruslah ikut serta dalam meningkatkan kualifikasi besar. Mengingat lapangan pekerjaan di bidang konstruksi adalah lapangan pekerjaan terbesar ke 5 di Indonesia.

 

Setelah sekitar satu jam materi diberikan, peserta diberi kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi. Berbagai pertanyaan seputar peraturan, persyaratan mendapatkan sertifikat profesi dan keahlian, hingga kualitas pekerja Indonesia dilontarkan oleh mahasiswa peserta kuliah tamu. Dari kuliah tamu ini diharapkan para peserta dapat termotivasi untuk menjadi tenaga kerja bahkan tenaga ahli di bidang konstruksi yang berkualitas dan mau belajar di luar dunia perkuliahan.

IMG-20140925-WA0031