IDEERS 2015, 2 TIM TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIJAYA LOLOS KE TAIWAN

IDEERS 2015, 2 TIM TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIJAYA LOLOS KE TAIWAN

Teknik Sipil Universitas Brawijaya kali ini kembali mengirim perwakilannya dalam kompetisi Introducing and Demonstrating Earthquake Engineering Research in Schools (IDEERS) yang akan diselenggarakan di Taiwan. IDEERS merupakan suatu kompetisi ilmiah di bidang rekayasa gempa dan pendidikan perlindungan seismic untuk kalangan siswa di Taiwan maupun di seluruh bagian negara di dunia. Tahun ini merupakan tahun kedua berpartisipasinya Universitas Brawijaya dengan mengirimkan 2 tim sebagai peserta lomba (Tera Balawan Indonesia Team) dan observer (Punakawan Team).

TERA BALAWAN INDONESIA

            Tim yang dibimbing oleh Dr. Eng. Ming Narto Wijaya, S.T., M.T., M.Sc dan seluruh dosen Teknik Sipil di bidang struktur ini diketuai oleh Muhammad Hanif Insani (Sipil ’12) dengan anggotanya Riezka Prilly Paramita (Sipil ’12), Dwi Prasetyo Aji Wijaya (Sipil ’12), dan Rizhal Adi Rahmawan (Sipil ’12). Nama tim yang digunakan memiliki makna dan filosofi di dalamnya. Tera, berarti dewi bumi bangsa romawi, dapat diartikan sebagai batas kekuatan tertinggi di atas mega bahkan giga. Balawan (bala+lawan), bala berarti kekuatan atau pasukan, sehingga balawan dapat diartikan sebagai seseorang yang ahli menghalangi atau melawan kemalangan/bencana. Indonesia, merepresentasikan bahwa tim tersebut berasal dari Indonesia. Maka digunakanlah Tera Balawan Indonesia sebagai nama tim dengan harapan untuk dapat membuat model bangunan kuat dan kokoh yang tahan terhadap bala (gempa bumi) dan mengharumkan nama tanah air Indonesia.

PERSIAPAN

image3   Persiapan yang tengah dijalani saat ini adalah penyempurnaan desain, latihan perakitan, dan pengujian model bangunan. Tidak hanya itu, hal-hal lain yang harus dipersiapkan adalah analisis desain bangunan, evaluasi, konsultasi dengan dosen, serta doa dan restu dari orang tua. Beberapa plan yang akan dilakukan untuk mematangkan persiapan lomba tersebut adalah pembuatan poster, latihan rutin, pengujian model, dan berharap agar bisa mendapatkan desain bangunan yang terbaik.

 

 

 

TETAP OPTIMIS DALAM KOMPETISI

    Kelebihan yang dimiliki dari bangunan yang didesain oleh Tera Balawan Indonesia Team ini adalah penggunaan stik yang lebih efisien sehingga mampu mengurangi berat model tanpa mengurangi kekuatan dari struktur model bangunan tersebut. Namun sulitnya pemerolehan material yang sesuai dengan peraturan kompetisi tersebut menjadi salah satu kesulitan yang dialami hingga saat ini. Di samping itu, kendala lain yang ditemui adalah tidak sesuainya alat yang digunakan dalam pengujian dengan kondisi aktual dalam kompetisi di Taiwan. M. Hanif Insani dan kawan-kawan mengaku bahwa seluruh peserta kompetisi IDEERS ini merupakan lawan yang berat karena pengalaman yang dimiliki oleh mereka jauh lebih banyak, sementara tahun ini merupakan kali kedua Universitas Brawijaya ikut berpartisipasi sebagai peserta lomba. Namun hal tersebut justru menyulut semangat mereka untuk mampu menciptakan yang terbaik dan tetap optimis dalam kompetisi yang akan diselenggarakan pada 19 September 2015 nanti. (Ifit/red)

IMG_41552

Lokakarya Penyusunan SOP Laboratorium Berdasarkan Standard Internasional

Lokakarya Penyusunan SOP Laboratorium Berdasarkan Standard Internasional

Pada kesempatan kali ini (Sabtu, 30 Mei 2015), Teknik Sipil Universitas Brawijaya menyelenggarakan Lokakarya dengan tema “Penyusunan SOP Laboratorium Berdasarkan Standard Internasional”. SOP merupakan Standard Operating Procedure yang merupakan standar untuk melaksanakan suatu kegiatan atau proses. Prosedur merupakan jantung dari sistem management, dimana saat kita menginginkan suatu output yang berasal dari input dibutuhkan proses untuk mengendalikannya. Pengendalian ini juga dibutuhkan karena output yang keluar memiliki banyak variasi. Pengakreditasian suatu laboratorium dibutuhkan dalam rangka menjaga mutu produk yang dihasilkan dari pengerjaan pengukuran.

Akreditasi laboratorium merupakan suatu proses menuju pengakuan formal atas kemampuan laboratorium dalam melaksanakan tupoksi, visi dan misinya, kualitas keluaran lab, dan efisiensi kinerja lab dalam memenuhi persyaratan umum yang telah ditentukan. Bidang akreditasi laboratorium terdiri laboratorium penguji dan laboratorium kalibrasi. Akreditasi ISO/IEC 17025 : 2005 merupakan akreditasi laboratoruim yang menjelaskan prosedur dan mekanisme laboratorium. ISO/IEC 17025 ini mampu menerbitkan hasil uji/kalibrasi secara teknis dan valid, serta laboratorium mampu mengoperasikamn sistem manajemen secara teknis kompeten. Dalam sistem ini ada dua hal utama yang akan menjadi titik fokus, yaitu persamaan manajemen serta persyaratan teknis

Lokakarya dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan dibuka dengan sambutan dari ketua pelaksana Dr. Ir. Sri Murni Dewi, MS. Lokakarya ini dihadiri oleh jajaran dosen serta ketua laboratorium fakultas Teknik Universitas Brawijaya dan dipimpin oleh Dr. Eng. Devi Nuralinah ,ST., MT selaku moderator.

Lokakarya kali ini diisi oleh tiga pemateri. Pemateri pertama adalah Sugeng Raharjo, selaku Kepala Bidang Akreditasi Laboratorium Kalibrasi-BSN yang memberikan paparan mengenai “Penyusunan SOP Laboratorium”. Dilanjutkan dengan materi kedua yang disampaikan oleh Dr. Ir. Joni Kusnadi menerangkan mengenai latar belakang mengapa diperlukan suatu akreditasi laboratorium, manfaat yang akan didapatkan serta persyaratan manajemen dan teknis yang perlu dilakukan oleh organisasi dalam mencapai akreditasi laboratorium. Pemateri terakhir adalah Ir. Achmad Wicaksono selaku PJM Universitas Brawijaya yang membawakan materi tentang “Membangun Sistem Manajemen Mutu di Laboratorium Universitas Brawijaya”.

2

Lokakarya ini membahas mengenai cara maupun proses yang harus dijalankan untuk mendapatkan akreditasi Laboratorium. Persyaratan manajemen dipaparkan dalam lokakarya ini. Persyaratan tersebut meliputi manajemen organisasi, sistem manajemen, pengendalian dokumen, pelayanan terhadap konsumen, manajemen pengaduan yang terdapat di laboratorium yang menuntut pada tindakan pebaikan dan tindakan pencegahan terhadap sesutu yang tidak diinginkan serta tidak dilupakan untuk mengendalikan rekaman (pengumpulan atau pengarsipam rekaman mutu dan rekaman teknis).

Dalam mencapai akreditasi bertaraf internasional ini organissi atau laboratotium harus memiliki manual prosedur (MP). Manual prosedur merupakan pedoman tertulis pada setiap proses/unit kerja untuk menggerakan organisasi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. lokakarya ini menjelaskan mengenai prinsip-prinsip manual prosedur, jenis dan ruang lingkup MP serta formatnya.

Penyampaian materi yang diberikan memberikan banyak tanggapan positif dari perserta dan menciptakana suasana yang cukup aktif di ruang Sidang, Gedung A, Lantai 2 Jurusan Teknik Sipil, Universitas Brawijaya. Tanggapan tersebut terlihat dari banyaknya penanya yang bertanya. Setelah sesi tanya jawab selesai dilaksanakan penyerahan vendel kepada pemateri oleh pihak jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya.(Rahmi)

Workshop Peningkatan Pemahaman Akreditasi Internasional (AUN)

Workshop Peningkatan Pemahaman Akreditasi Internasional (AUN)

Pada kesempatan kali ini (Sabtu, 11 April 2015), Teknik Sipil Universitas Brawijaya menyelenggarakan workshop dengan tema “Peningkatan Pemahaman Akreditasi Internasional (AUN)”. Asean University Network (AUN) adalah sebuah asosiasi seluruh perguruan tinggi di Asia Tenggara yang bertujuan untuk meningkatkan atau menyamakan kualitas universitas-universitas di negara anggota ASEAN. AUN merupakan badan sertifikasi berupa Asessment Process yang akan menilai berdasarkan proses. Sedangkan Quality Assurance (QA) merupakan sistem peningkatan kualitas pendidikan. AUN-QA sendiri merujuk pada standar akreditasi internasional. Perguruan tinggi yang menempuh AUN-QA ini nantinya akan mendapatkan feedback berupa sertifikat dan program peningkatan kualitas pendidikan.

120858

Workshop dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dan dibuka dengan sambutan dari ketua pelaksana workshop yaitu Prof. Dr. Ir. Sri Murni Dewi, MS. Workshop dihadiri oleh jajaran dosen fakultas teknik Universitas Brawijaya dan dipimpin oleh Dr. Eng. Ming Narto selaku moderator.

Workshop kali ini diisi oleh tiga pemateri yaitu: Ir. Achmad Wicaksono selaku PJM Universitas Brawijaya yang membawakan materi tentang “Pengenalan Sistem Sertifikasi AUN-QA (Asean University Network – Quality Assurance) untuk Tingkat Program Studi“. Dilanjutkan dengan materi kedua mengenai “Preparing AUN-QA SELF-ASSESSMENT REPORT” oleh Prof. Satria Bijaksana selaku assesor AUN dari Indonesia, dan Ir. Luthfi Djafar, M.Eng, Ph.D dengan judul “ AUN QA Certification Program”.

120856

Workshop ini membahas mengenai kriteria penilaian AUN-QA. Kriterianya antara lain berdasarkan hasil pembelajaran yamg diharapkan, spesifikasi program, struktur program dan konten kontennya, strategi pembelajaran, penilaian dari siswa itu sendiri, kualitas staf akademis, dukungan kualitas.staff, dsb. Bahasan selanjutnya adalah mengenai penilaian score dari kriteria yang ada. Score yang tercantum menunjukan tingkat kualitas pendidikan di perguruan tinggi tersebut. UB yang memiliki misi untuk menjadi world class tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, sehingga perlu dipersiapkan segala sesuatunya untuk akreditasi tahun ini.

Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin oleh moderator. Sesi diskusi dibagi menjadi dua sesi dengan tiga pertanyaan dari peserta untuk masing-masing sesi. Pada sesi diskusi ini peserta aktif memberikan pertanyaan seputar materi yang dibahas.

 120864

Setelah sesi tanya jawab selesai dilaksanakan penyerahan vendel kepada pemateri oleh pihak jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya. Workshop yang diadakan hari ini diharapkan para peserta lebih memahami tentang AUN sehingga mampu memberikan dampak pada peningkatan kualitas prodi Teknik Sipil Universitas Brawijaya agar dapat bersaing di kancah internasional. (inka/valni/rahmi)

MEGA-PROYEK KALIBARU

MEGA-PROYEK KALIBARU

Kalibaru, Tj.Priok, Jakarta Utara merupakan pelabuhan masa depan Indonesia. Mengapa? Karena Indonesia siap menyongsong MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015. Alasan lain pembangunan megaproyek Kalibaru adalah pelabuhan Tanjung Priok I sudah overcapacity , sehingga membutuhkan pelabuhan baru.

Megaproyek pembangunan terminal peti kemas di Kalibaru Utara ini dikerjakan oleh PT. PEMBANGUNAN PERUMAHAN (PERSERO), TBK dengan nilai kontrak tahap I adalah Rp 9.029.674.888.708,40 atau USD 262.114.178,45. Lamanya pelaksanaan proyek tersebut adalah 50 bulan , terhitung dari 1 Oktober 2012 sampai dengan 30 November 2016. Megaproyek Kalibaru ini dibangun di pinggir laut dengan luasan 392 ha. Terminal peti kemas ini dapat menampung hingga 4,5 juta TEUs peti kemas. Pelabuhan peti kemas ini dapat disinggahi kapal E–class dengan jumlah peti kemas yang dibawa adalah 15.000 unit.

MP - 1MP - 2

Dengan semakin besarnya kapsitas peti kemas yang akan ditampung, maka pelabuhan ini pun dibangun dengan menggunakan cara-cara pelaksanaan yang lebih modern. Seperti contohnya saat pelaksanaan piling menggunakan bantuan GPS dan berbagai alat yang sudah memakai teknologi tinggi.

MP - 3

Pada upper structure proyek ini menggunakan precast concrete dan cast insitu. Jumlah dari precast concrete yang digunakan pada proyek ini sangat besar karena kebutuhan sangat banyak. Untuk memenuhi kebutuhan precast pada proyek , maka dibangunlah precast fabrication di dekat proyek tersebut.

MP - 5MP - 6

Selanjutnya pada pelaksanaan pekerjaan breakwater menggunakan sistem a-jack-fabrication yang berjumlah 79.293 nos dengan ukuran panjang 4000 m dan lebar 8 m. Breakwater ini dirancang dengan menggunakan tiang pancang yang terbuat dari bambu. Mengapa menggunakan material bambu? Bamu memiliki ketahan terhadap air yang lebih besar ketimbang beton. Untuk menjaga posisi batu tetap tidak berpindah maka dipasang matras bambu di atas tiang pancang, lalu dipasang batuan dengan bentuk 6 kaki. (arifa)

MP - 7MP - 8

 

 

Kalibaru – Tol Cisumdawu, Destinasi Study Excursie 2015

Kalibaru – Tol Cisumdawu, Destinasi Study Excursie 2015

Malang-Jakarta-Bandung menjadi jalur destinasi Study Excursie mahasiswa Teknik Sipil Universitas Brawijaya pada Jumat lalu. Kegiatan berlangsung selama 5 hari, dengan keberangkatan dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2015. Para peserta berkumpul lebih awal di depan pintu masuk Stasiun Kota Baru Malang untuk pembagian tiket kereta, pembagian nametag, dan absensi. Kereta berangkat tepat pukul 17.00 WIB dan tiba di Jakarta pada keesokan harinya pukul 09.00 WIB.

IMG_7635

Setibanya di Stasiun Pasar Senen, seluruh peserta dan dosen pendamping yang telah tiba terlebih dahulu dikondisikan untuk masuk ke dalam bus untuk melanjutkan perjalanan ke sebuah masjid untuk melaksanakan ishoma. Total terdapat 2 bus yang diisi oleh 121 peserta dengan 5 dosen pendamping. Kegiatan pertama setelah dilakukan ishoma adalah kunjungan ke PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) pada proyek Kalibaru. Kalibaru merupakan proyek pelabuhan barang sebagai perluasan dari Pelabuhan Tanjung Priok. Proyek 9T ini direncanakan selesai pada tahun 2016 untuk Tahap I.

IMG_7695

Diskusi dua arah dilakukan sambil turun langsung ke lapangan dengan menggunakan safety yang telah disediakan pihak Pelindo. Pada akhir kegiatan, para peserta dijamu dengan air minum dan snack sambil dilaksanakan sesi penjelasan dan tanya jawab. Antusias para peserta ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan dan disambut baik oleh pihak Pelindo. Kegiatan diakhiri dengan pemberian vandel sebagai cindera mata dan foto bersama. Kegiatan pada hari kedua diakhiri dengan melanjutkan perjalanan menuju wisma di Bandung sebagai tempat peristirahatan.

IMG_7660

Di hari ke-tiga, para peserta sedikit bersantai dengan berwisata ke kawasan Jalan Asia Afrika. Di sana dapat menikmati keindahan bangunan dan suasananya, serta dapat merasakan atmosphere dari Konferensi Asia Afrika yang baru saja berlangsung. Setelah cukup bersenang-senang, peserta kembali ke wisma karena kondisi cuaca yang kurang mendukung akibat turunnya hujan yang cukup deras. Setelah reda, kami dipersilahkan untuk pergi ke daerah Cihampelas untuk berbelanja dan free time di malam harinya.

Kegiatan di hari ke-empat adalah melakukan kunjungan ke proyek Jalan Bebas Hambatan Trans Jawa. Jalan tol sepanjang 60,11 km ini menghubungkan Cileunyi-Sumedang-Dawuan yang sering disingkat menjadi Tol Cisumdawu. Proyek ini memiliki laboratorium tanah sendiri yang berada di dekat direksi kit, sehingga untuk mendapatkan data agregat tanah dapat dengan mudah dilakukan sendiri. Kunjungan ini cukup singkat karena harus dikejar waktu untuk tiba di Jakarta sebelum pukul 15.00 WIB. Setelah penyerahan vandel dan foto bersama, peserta kembali melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Pasar Senen. Perjalanan kembali ke Malang dilakukan tepat pukul 15:15 dengan menggunakan kereta Matrmaja. Kereta tiba di Malang pukul 8 pagi dan para peserta kembali ke rumah masing-masing untuk persiapan melanjutkan rutinitas aktivitas kuliah pada hari itu.(Ifit)

IMG_7992

Jembatan KH. A. Fattah, dari Kompetisi Berbuah Manfaat

Jembatan KH. A. Fattah, dari Kompetisi Berbuah Manfaat

Senin, 24 November 2014, menjadi hari yang membanggakan bagi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, khususnya jurusan Teknik Sipil karena diresmikannya Jembatan KH. A. Fattah. Kerja keras dosen-dosen dan mahasiswa Teknik Sipil Universitas Brawijaya serta bantuan masyarakat tersebut, merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, kerjasama antara Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dengan Jawa Pos Radar Malang. Jembatan yang merupakan implementasi dari Jembatan Boomerang; pemenang Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) 2013 kategori Jembatan Baja ini, adalah jembatan yang menghubungkan Kecamatan Klojen dengan Kecamatan Lowokwaru, tepatnya bertempat di Jalan Mayjend. Pandjaitan Dalam (Jembatan Betek-Tembalangan).

IMG_04941

Acara peresmian Jembatan KH. A. Fattah dibuka dengan sambutan yang disampaikan Ir. Sugeng P. Budio, MS., selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya sekaligus pemrakarsa (ketua tim pelaksana) pembangunan Jembatan KH. A. Fattah. Sambutan kedua disampaikan oleh Direktur Jawa Pos Radar Malang, Ir. Kurniawan Muhammad. Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS., selaku Rektor Universitas Brawijaya, turut memberikan sambutan yang berisi harapan agar kerjasama dan perjuangan untuk membantu kemajuan pembangunan, khususnya di kota Malang ini terus berlanjut. H. Moch. Anton, Walikota Malang yang akrab disapa Abah Anton, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kerjasama antar elemen-elemen terkait pembangunan Jembatan KH. A. Fattah karena dapat bersama-sama membangun Kota Malang.

IMG_05011

Seusai sambutan-sambutan, acara peresmian jembatan dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Walikota Malang, yang menandai peresmian Jembatan KH. A. Fattah, serta pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur beroperasinya Jembatan KH. A. Fattah untuk lalu lintas kegiatan masyarakat. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Walikota Malang; H. Moch. Anton, Direktur Jawa Pos Radar Malang; Ir. Kurniawan Muhammad, Rektor Universitas Brawijaya; Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS., serta Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya; Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono, MT., sekaligus serah terima berita acara peresmian Jembatan KH. A. Fattah. Acara yang dihadiri elemen-elemen terkait; Pemerintah Kota Malang, Jawa Pos Radar Malang, perwakilan Universitas Brawijaya, dan tokoh-tokoh masyarakat, ditutup dengan acara ramah tamah.