Menjadi Tim Tercepat dalam Perakitan Jembatan Baja, Universitas Brawijaya Berikan yang Terbaik

Menjadi Tim Tercepat dalam Perakitan Jembatan Baja, Universitas Brawijaya Berikan yang Terbaik

                Minggu, 20 November 2015, merupakan hari terakhir dari serangkaian Kompetisi Jembatan Indonesia dan Kompetisi Bangungan Gedung Indonesia. Kompetisi terakhir yang berlangsung pada hari ini adalah kompetisi jembatan untuk jembatan baja. Perakitan dimulai pada pukul 10:00. Seperti biasanya, sebelum kompetisi dimulai dilakukan doa bersama untuk kelancaran saat lomba yang dipimpin oleh Bapak Ir. Sugeng P. Budio, MS. Crew Amera beserta supporter Universitas Brawijaya pun tidak henti-hentinya memberikan dukungan untuk tim BALAPATI.

myhome  293863

                Tim dari Universitas Brawijaya sendiri berhasil melakukan perakitan jembatan tercepat dengan waktu 26 menit 32 detik. Tim dengan perakitan tercepat kedua ditempati oleh tim dari Politeknik Negeri Jakarta dan disusul oleh Universitas Negeri Malang. Setelah perakitan selsesai dilaksanakan pengujian pembebanan, sementara finalis yang belum selesai dalam perakitan jembatan tetap melanjutkan perakitannya.

293871 293878

          Pembebanan pertama dilakukan untuk jembatan baja dari Tim Balapati dari Universitas Brawijaya. Lendutan yang dihasilkan dari uji pembebanan tersebut adalah sebagai berikut:

  • untuk seperempat bentang dengan beban pengujian maksimal 501 kg adalah 2,85 mm
  • untuk setengah bentang dengan beban pengujian maksimal 503 kg adalah 3,87 m

Tim jembatan baja dari Universitas Brawijaya menghasilkan lendutan terkecil ke-3 setelah jembatan baja dari Universitas Indonesia dan Universitas Jenderal Ahmad Jani, namun sayangnya jembatan milik Universitas Indonesia mengalami collapse saat perakitan.

 293914

(Red/Alif)

Tim Batara Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia Universitas Brawijaya, Tempati Urutan ke-3 Kategori Pembebanan Defleksi dan Energi Disipasi

Tim Batara Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia Universitas Brawijaya, Tempati Urutan ke-3 Kategori Pembebanan Defleksi dan Energi Disipasi

           Sabtu, 21 November 2015, Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia dan Kompetisi Jembatan Indonesia kategori canai dingin dan kategori busur dimulai. Tim Universitas Brawijaya Untuk Kompetisi Jembatan Indonesia kategori jembatan canai dingin diwakili oleh tim SPARTA, untuk Kompetisi Jembatan Indonesia kategori busur diwakili oleh tim Gajah Birowo, sementara untuk Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia diwakili oleh tim BATARA.

 wde

wed

refdc

Kegiatan yang dilakukan adalah penimbangan sekaligus perakitan yang dilaksanakan di Universitas Kristen Maranatha, Bandung. Untuk perakitan sendiri dilaksanakan di area terbuka dengan menggunakan tenda.

293376

            Pada pukul 09:19 dilakukan pembukaan segel Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia oleh panitia. Untuk perakitan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia, Kompetisi Jembatan Indonesia kategori busur, maupun Kompetisi Jembatan Indonesia kategori canai dingin dimulai pada pukul 10:00. Sebelum perakitan dimulai, dilakukan pengarahan dan doa bersama untuk tim Universitas Brawijaya yang akan bertanding dan dipimpin oleh Bapak Ir. Sugeng P. Budio, MS selaku Ketua Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Perakitan tercepat untuk jembatan canai diraih oleh tim dari Institut Teknologi Sepuluh November, sementara untuk jembatan busur diraih oleh tim dari Universitas Muhammadiyah Malang. Dilihat dari  pembuatannya, rata-rata jembatan yang digunakan adalah menerus, tidak seperti Universitas Brawijaya yang dibuat per segmen.

 13

       Berikut adalah lama waktu yang dibutuhkan masing-masing tim dari Universitas Brawijaya untuk melakukan perakitan:

Tim Batara (KBGI)                            : 2 jam 41 menit 16 detik
Tim Gajah Birowo (KJI Busur)      : 3 jam 50 menit 47 detik
Tim Sparta (KJI Canai Dingin)       : 5 jam 3 menit 6 detik

    293520

myhome3

  5tf4r

                Setelah usai, dilanjutkan dengan pengujian Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia yang dilaksanakan pada pukul 17:53. Urutan hasil pengujian Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (defleksi + energi disipasi) adalah Universitas Sriwijaya, Universitas Malang, dan Universitas Brawijaya.

               Sementara untuk hasil pengujian Kompetisi Jembatan Indonesia kategori busur, untuk saat ini adalah sebagai berikut:

  1. Universitas Muhammadiyah Malang : 1,87 mm
  2. Institut Teknologi Sepuluh November : 1,21 mm
  3. Politeknik Negeri Jakarta : 1,49 mm
  4. Institut Teknologi Bandung : 0,87 mm
  5. Politeknik Negeri Semarang : 1,94 mm
  6. Universitas Brawijaya : 2,7 mm

             Untuk pembebabanan jembatan canai dingin sendiri baru dimulai pukul 22:29. Jadwal pembebanan tersebut cukup terlambat dari yang telah dijadwalkan. Dari beban maksimum sebesar 400 kg, tim dari Universitas Brawijaya menghasilkan lendutan sebesar 6,51 mm. Untuk saat ini, lendutan terkecil masih diraih oleh Universitas Kristen Marantha dan diikuti oleh Institut Teknologi Surabaya. (Red/Retno, Alif)

Opening Ceremony Kompetisi Jembatan Indonesia XI Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia VII 2015

Opening Ceremony Kompetisi Jembatan Indonesia XI Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia VII 2015

                Jumat 20 Nov 2015, Kompetisi Jembatan Indonesia XI dan Jompetisi Bangunan Gedung Indonesia VII 2015 dibuka dengan opening ceremony yang dimulai pukul 8 pagi. Opening ceremony diikuti oleh seluruh finalis dan supporter di Universitas Kristen Maranatha, Bandung. Kompetisi kali ini diikuti oleh 34 peserta dengan rincian 8 tim untuk jembatan baja, 8 tim untuk jembatan canai dingin, 8 tim untuk jembatan busur, dan 10 tim untuk bangunan gedung. Tema yang diusung dalam Kompetisi Jembatan Indonesia XI Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia VII 2015 adalah Kokoh, Ringan, dan Ramah Lingkungan.

 myhome33

S__12394507

Dalam opening ceremony tersebut, penyerahan piala bergilir Kompetisi Jembatan Indonesia diberikan oleh Universitas Brawijaya selaku Juara Umum Kompetisi Jembatan Indonesia ke-X tahun 2014. Penyerahan piala tersebut diwakili oleh Kepala Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya, Bapak Ir. Sugeng P. Budio, MS.

 myhome22

myhome11

Setelah opening ceremony selesai, dilanjutkan dengan technical meeting bagi finalis untuk memberikan jadwal presentasi, penimbangan, dan perakitan. Untuk penimbangan sendiri nantinya akan dilakukan oleh 1 orang panitia, 1 orang perwakilan dari tim finalis, dan 1 orang perwakilan dari tim finalis universitas lain. (Red/Retno, Alif)

After the Graduation Ceremony, What’s Next?

After the Graduation Ceremony, What’s Next?

               Jumat, 6 November 2015, suasana di ruang sidang Teknik Sipil Universitas Brawijaya cukup berbeda seperti sebelumnya. Kali ini ruang sidang ramai dipenuhi mahasiswa yang berniat masuk untuk mengikuti kuliah tamu yang bertemakan “After the Graduation Ceremony, What’s Next?”.

             Kuliah tamu tersebut menghadirkan Bapak Ir. Yoyok Sukari MBA selaku direktur PT. Kwarsa Hexagon, Bapak Yudi Wachyudiana, S.T., M.T. selaku manager dari PT. Kwarsa Hexagon, dan Bapak Parindra Ardhi Wardhana, S.T. dari PT. Kwarsa Hexagon yang sekaligus alumni dari Teknik Pengairan Unversitas Brawijaya sebagai pemateri. Dalam kuliah tamu sangat menginspirasi mahasiswa-mahasiswi Teknik Sipil Universitas Brawijaya untuk mengambil keputusan yang akan diambil setelah kelulusan.

             Pembicara pertama dalam kuliah tamu ini adalah Bapak Yudi Wachyudiana. Dalam presentasinya, Bapak Yudi sendiri memberikan informasi apa saja yang harus disiapkan seorang mahasiswa ketika sudah lulus nanti, yang di dalamnya terdapat kerja keras dan tidak kenal waktu dalam bekerja. Ada yang berbeda dari kuliah tamu kali ini, hal ini dikarenakan ditengah presentasi pada sesi pertama, Pak Ir. Sugeng P. Budio, MS selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya memberikan surprise ulang tahun kepada Bapak Yoyok yang pada hari itu bertambah umur.

              Setelah itu dilanjutkan oleh pembicara kedua yaitu Bapak Parinda yang menceritakan pengalaman sesorang yang tidak takut salah. Beliau menceritakan bahwa seseorang bisa mendapatkan promosi jabatan dikarenakan keberaniannya untuk melakukan sesuatu.

           Setelah pemateri ke 1 dan ke 2 dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab yang dipimpin oleh Bapak Alwafi selaku moderator pada kuliah tamu ini. Setelah sesi diskusi 1 selesai dilanjutkan oleh pembicara ke 3 yaitu Bapak Yoyok yang menceritakan profil dan bidang dari PT. Kwarsa Hexagon. Mulai dari apa saja yang pernah ditangani, sampai dengan kwalisi apa saja, dari Pak Yoyok sendiri berpesan agar mahasiswa harus bisa bekerja sama dengan baik dengan rekan kerjanya. Hal tersebut bisa didapat dari pengalamannya dalam berorganisasi agar nantinya mahasiswa Teknik Sipil Universitas Brawijaya siap bertarung dengan pesaing lain.

            Seperti harapan dari panitia kuliah tamu, semua mahasiswa yang hadir diharapkan sudah memiliki gambaran apa saja yang harus dilakukan setelah wisuda. (Red/Retno)

6

Seminar Nasional : Mampukah Indonesia Mengembangkan Sistem Transportasi Massal Bertaraf Internasional ?

Seminar Nasional : Mampukah Indonesia Mengembangkan Sistem Transportasi Massal Bertaraf Internasional ?

         Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) menggelar seminar nasional bertemakan “Mampukah Indonesia Mengembangkan Sistem Transportasi Massal Bertaraf Internasional?”. Acara ini dilaksanakan di Auditorium Prof. Ir. Suryono, Rabu lalu (04/11/2015).

Semnas1       Hadir sebagai pemateri dalam seminar, pakar-pakar dan pelaku bidang transportasi antara lain dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Beta Ramadhani M.Sc, Presiden Direktur PT. Mass Rapid Transit Jakarta Dono Boestami, mewakili dari masyarakat yaitu Ketua bidang advokasi MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia) Darmaningtyas, dan mewakili akademisi yaitu guru besar transportasi jurusan teknik sipil dan lingkungan Fakultas Teknik UGM Prof. Dr. Ir. Ahmad Munawar, M.Sc dan Ketua Pusat Jaminan Mutu (PJM) UB Ir. Ahmad Wicaksono, M.Eng, Ph.D.

             Seminar nasional ini mengulas tentang berbagai sistem transportasi massal yang layak dan efisien yang dapat diterapkan di kota-kota besar di dunia sebagai solusi kemacetan yang kerap terjadi di Indonesia. Presiden Direktur PT. Mass Rapid Transit Jakarta, Dono Boestami, dalam seminar nasional ini memaparkan tentang Mass Rapid Transit Jakarta (MRT JAKARTA) yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. Staf Bidang Fisik Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Beta Ramadhani M.Sc., juga membahas tentang Surabaya Integrated Mass Rapid Transit (SMART) yang sedang dalam perencanaan, serta pembahasan lain yang sangat menarik dan bermanfaat dibahas dalam seminar nasional tersebut.

              Dekan Bidang Kemahasiswaan FT-UB saat membuka acara mengungkapkan bahwa kultur di Indonesia yang berbeda-beda membuat penciptaan transportasi yang nyaman dan indah cukup sulit untuk diwujudkan, sehingga perlu didukung dengan ilmu-ilmu yang lain selain ilmu sipil itu sendiri. Penyelenggaraan seminar nasional ini sebagai sarana untuk mengembangkan wawasan guna mencapai transportasi massal bertaraf internasional di masa yang akan datang.

             Sementara itu ketua pelaksana seminar nasional 2015, Aditya Leo Dharmawan mengatakan, penyelenggaraan seminar nasional ini bertujuan untuk menyatukan pemikiran dari berbagai pihak yaitu pemerintah, masyarakat, praktisi, dan akademisi untuk mencari solusi tentang transportasi massal di Indonesia. “Harapan kami dengan adanya seminar nasional ini, ilmu yang diberikan oleh pemateri dapat diterapkan di masyarakat”, ujarnya.

         Pada seminar nasional ini, HMS FT-UB turut mengundang perwakilan mahasiswa jurusan teknik sipil dari berbagai universitas di Indonesia. Para peserta seminar nasional mempunyai respon yang positif dan telah berperan aktif dalam diskusi seminar nasional ini. (red/christin,linda)

Semnas2

OPENING CEREMONY CIVIL FIESTA 2015

OPENING CEREMONY CIVIL FIESTA 2015

Acara tahunan Teknik Sipil Universitas Brawijaya yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Ya, Civil Fiesta 2015 kali ini bertemakan “Inspiration To Our Nation“. Rangkaian acara Civil Fiesta ini diawali dengan lomba English Competion untuk seluruh mahasiswa Universitas Brawijaya dan lomba Bridge Design Competion untuk seluruh siswa SMA/SMK se-Jawa Timur pada tanggal 24-25 Oktober 2015.

adel

Rangkaian acara selanjutnya adalah Seminar Nasional yang nantinya akan diadakan pada 4 November 2015 pukul 08.00-16.00 di gedung Dekanat Fakultas Teknik lt. 2, Ruang Auditorium Prof. Ir. Suryono. Seminar Naional kali ini bertemakan “Mampukah Indonesia Mengembangkan Sistem Transportasi Massal Bertaraf Internasional?” dengan pemateri-pemateri yang sangat ahli di bidangnya.

Setelah Seminar Nasional, masih ada acara lain yang tidak kalah seru, yaitu Fun Bike yang akan diselenggarakan pada tanggal 14 November 2015. Kegiatan tersebut dapat diikuti oleh seluruh alumni dan KBMS. Acara ini dilaksanakan dengan tujuan memperat tali silahturahmi antar elemen KBMS. Untuk malam harinya akan diadakan acara Gala Dinner yang akan dilaksanakan di depan Gedung A Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya.

Rangkaian acara ini ditutup dengan kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Sosialisasi Masyarakat yang akan dilaksanakan di Desa Tajinan, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat sekitar serta bertujuan untuk memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 28 November 2015.

Serangkaian acara Civil Fiesta 2015 tersebut tidak akan dapat berlangsung lancar tanpa bantuan dari pihak sponsor. Acara ini didukung oleh Universitas Brawijaya, IOM FT-UB, Dekanat FT-UB, PT. Wijaya Karya (Persero), PT. Brantas Abipraya (Persero), The British Institute (TBI), PT. Putra Mayapada, PT. Nindya Karya (Persero), PT. PP (Persero), PT. Tata Guna Patria, Dinas PU Pengairan, PT Catur Bina Perkasa, serta Angkasa Komputer Malang. Dan Media Partner RRI Malang dan Radio Kencana Malang. (red/arifa)

Kuliah Tamu : “Problematika Pembangunan pada Tanah Lunak dan Alternatif Penanganannya”

Kuliah Tamu : “Problematika Pembangunan pada Tanah Lunak dan Alternatif Penanganannya”

Selasa, 29 September 2015, Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya mengadakan kuliah tamu dengan tema “Problematika Pembangunan pada Tanah Lunak dan Alternatif Penanganannya”. Menghadirkan pemateri Ir. Wahyu P. Kuswanda selaku direktur PT. Teknindo Geosistem Unggul, acara kuliah tamu dilaksanakan di Ruang Sidang Teknik Sipil Universitas Brawijaya dengan diikuti oleh jajaran dosen dan mahasiswa Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.

Foto  Kuliah tamu dipimpin moderator oleh Dr. Eng. Yulvi Zaika, MT yang merupakan dosen dari Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Acara dibuka dengan doa, lalu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua Himpunan Mahasiswa Sipil, dan Ketua Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Selanjutnya dibacakan CV (curriculum vitae) dari pemateri oleh moderator, dan acara masuk dalam penyampaian materi oleh Ir. Wahyu P. Kuswanda.

Pada kesempatan tersebut, Ir. Wahyu P. Kuswanda menyampaikan berbagai hal mengenai tanah lunak yang kiranya dapat menambah pengetahuan bagi mahasiswa Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dalam bidang geoteknik. Karena seperti yang dijelaskan, bahwa 10% dari tanah daratan di Indonesia merupakan tanah lunak dan pastinya akan mengalami peristiwa konsolidasi yang menyebabkan terjadinya settlement (penurunan) pada tanah yang berimbas pada konstruksi di atasnya.

Di sana dijelaskan mengenai pengertian tanah lunak, problematika yang sering terjadi pada tanah lunak, dan metode perbaikan tanah pada tanah lunak. Pada kesempatan kali ini mahasiswa Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dijelaskan metode perbaikan tanah lunak dengan cara Preloading tanpa PVD, Preloading dengan PVD, dan Vacuum Consolidation yang bertujuan untuk mempercepat proses konsolidasi. Secara umum, metode yang digunakan adalah dengan mengeluarkan air yang terkandung pada tanah lunak, sehingga konsolidasi dapat terjadi sebelum konstruksi bangunan dibangun. Selain itu juga dijelaskan mengenai perencanaan hingga pelaksanaan metode perbaikan tanah yang sudah disebutkan.

Setelah penyampaian materi, masuk pada sesi tanya jawab. Sesi tanya jawab diisi dengan 5 penanya yang berasal dari kalangan mahasiswa. Lalu acara masuk pada penyerahan vandel dari pihak Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya yang diwakili oleh Ir. Siti Nurlina, MT kepada pemateri dan moderator. Kuliah tamu kali ini diharapkan mahasiswa lebih memahami mengenai tanah lunak dan problematika yang terjadi serta cara penanganannya agar dalam pelaksanaanya tidak terjadi kesalahan dalam perencanaan nantinya. Acara berakhir pada pukul 11.00 yang ditutup dengan doa penutup oleh panitia kuliah tamu. (inka)