Browsed by
Category: Berita

Lokakarya

Lokakarya

Jurusan Teknik Sipil FT-UB present:

Lokakarya Penyusunan Kurikulum Berbasis Kompetensi

Dilaksanakan pada Hari Sabtu, 8 September 2012.

dimulai pukul 08.00-15.00 WIB

banyak ilmu yang dapat diperoleh dengan mengikuti acara yang dihadiri oleh beberapa alumni yang telah sukses menorehkan tinta emasnya dikancah Nasional.

Wisuda Ex.Pimred StruktuR Edisi X

Wisuda Ex.Pimred StruktuR Edisi X

14 Juli 2012, Merupakan hari yang menggembirakan bagi seluruh redaksi LPM StruktuR.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, awan pun enggan meninggalkan langit kota Malang. Suasana yang cukup tenang untuk memulai sebuah aktifitas. Terlihat hiruk-pikuk manusia di sekitar gedung dekanat Fakultas Teknik Univ. Brawijaya.

Haru dan gembira bercampur menjadi satu, itulah yang terpancar dari wajah orang-orang disekitar gedung utama administrasi Fakultas Teknik Univ. Brawijaya. Gelar sarjana teknik disematkan kepada ratusan mahasiswa Fakultas Teknik yang telah menanti momen ini selama beberapa tahun.

Disela-sela acara terlihat sosok yang tidak asing dimata redaksi LPM StruktuR. Dwi Ratna, salah satu penggiat majalah StruktuR ini menjadi salah satu bagian dari peserta acara tersebut. Ia menjadi salah satu mahasiswa yang memperoleh gelar sarjana teknik dengan predikat cumlaude.

Lulus 3,5 tahun dengan nilai Indek Prestasi yang tinggi ternyata bukan lagi menjadi mimpi bagi mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Univ. Brawijaya. Terbukti dengan disematkannya gelar sarjana teknik kepada tujuh orang mahasiswa yang telahmenyelesaikan masa studi hanya dalam waktu 3,5

tahun, salah satunya yakni

Dwi Ratna (ex. Pimred StruktuR)

Ratna membuktikan bahwa kesenangannya dalam dunia organisasi bukanlah merupakan penghalang baginya untuk tetap bisa meraih predikat cumlaude.mantan Pemimpin Redaksi (PIMRED) LPM StruktuR.

dengan berorganisasi kita akan memperoleh softskill yang tentunya juga akan berguna untuk menunjang akademis kita“, ujarnya.

kita lebih bisa memanage waktu, menata skala prioritas atas tugas-tugas yang berdatangan, serta menjadikan kita faham atas kapasitas diri sendiri“, tambahnya ketika ditemui disela-sela acara wisuda kemarin.

Semoga perjalanan studi yang telah dilalui Ratna dapat menginspirasi kita semua. (Red/Yoga)

JALUR LINTAS SELATAN

JALUR LINTAS SELATAN

Jalan Lintas Selatan Jawa Timur (JLS) merupakan salah satu program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pembangunan Jalan Lintas Selatan ini statusnya ditingkatkan menjadi program strategis nasional dan pencanangannya dilakukan oleh Presiden RI pada tanggal 14 Februari 2004 bertempat di Kabupaten Blitar. Menurut Bapak Ir. Untung Hidayat, MT selaku Kuasa Pengguna Anggaran JLS, pembangunan JLS dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan pendapatan perkapita antara wilayah Jawa Timur bagian utara, tengah, dan selatan. Pembangunan JLS diperkirakan membutuhkan total biaya sebesar Rp. 7,5 Triliun. Sampai saat ini dana yang sudah dialokasikan sebesar Rp. 1,025 triliun baik dari dana APBN maupun APBD. Biaya pembangunan fisik ditanggung oleh pemerintah provinsi, sedangkan biaya pembebasan tanah telah disediakan oleh masing-masing Pemkab terkait. Dalam pembangunan JLS tidak lepas dari kendala – kendala yang menghadang. Berbagai permasalahan umum yang dihadapi baik teknis maupun non teknis, seperti keterbatasan dana, keadaan topografi, pembebasan lahan, kesulitan penggunaan tanah perhutani, aksesibilitas rendah, dan yang lainnya. Terdapat dua konsep dalam percepatan pembangunan JLS, yaitu konsep selesai tuntas dan memfungsikan section-section tertentu. Dalam upaya percepatan pelaksanaan JLS dilakukan beberapa tahapan, antara lain Penyiapan Badan Jalan + Jembatan Tersambung (Segmental-ALS), Lapis Pondasi + Jembatan Tersambung ( Segmental-Base), Aspal + Jembatan Tersabung (Segmental-Aspal). Salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan jalan adalah studi kelayakan. Studi kelayakan diperlukan karena alasan biaya, prioritas, dampak, dan ekonomis.

Malang merupakan salah satu kabupaten yang dilalui Jalan Lintas Selatan. Hingga tahun 2011 ini, jalan lintas selatan yang sudah dapat difungsikan mencapai 61,18% dari panjang total jalan yang direncanakan. Pada perencanaan Jalan Lintas Selatan Kabupaten Malang, terdapat 19 jembatan yang berada di setiap ruas jalan yang terbentang dari batas Blitar hingga batas Lumajang. Dan diharapkan semua ruas dapat segera diselesaikan dan terhubung satu sama lain, agar dapat difungsikan secara optimum, dan memberikan dampak yang positif dan manfaat, baik untuk daerah Malang sendiri maupun daerah lain di luar Malang seperti Blitar, dan Lumajang. Dengan begitu, akan tercipta suatu korelasi yang erat antar daerah-daerah tersebut.