Browsed by
Category: Berita

”Trans Sumatra” Jalan Tol yang Mendukung Program Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

”Trans Sumatra” Jalan Tol yang Mendukung Program Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

Sumatera merupakan pulau keenam terbesar di dunia yang tentunya berdampak besar pada PDB (Produk Domestik Bruto) di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Sumatera mengalami pertumbuhan dalam kontribusinya sebagai penyumbang PDB terbesar setelah Jawa. Bahkan sumatera memiliki peran regional dalam pembentukan PDB yang meningkat dari tahun ke tahun dan di sisi lain justru Jawa mengalami penurunan dalam PDB Nasional. Dengan tren pertumbuhan ekonomi regional inilah Sumatera mutlak memerlukan sarana pendukung untuk mempercepat pertumbuhan ekonominya. Dalam hal ini mutlak diperlukan sarana transportasi.

Kemacetan yang parah di jalan Palembang-Indralaya menunjukan kurangnya sarana transportasi di Sumatera. Trans sumatera adalah salah satu proyek yang disuguhkan untuk mengatasi permasalahan transportasi. Proyek ini merupakan proyek infrastruktur yang mendukung program Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Dalam program tersebut disebutkan bahwasanya Sumatera diharapkan menjadi gerbang utama perekonomian Indonesia untuk pasar Afrika, Asia, Eropa, Australia, dan lain sebagainya. Moda transportasi yang digunakan untuk mengimplementasikan proyek trans Sumatera adalah moda transportasi darat lintas provinsi. Infrastruktur dalam proyek ini berupa jalan, yang dimana akan mendukung kegiatan perekonomian di Sumatera dan tentunya merupakan penghubung antar provinsi yang paling efektif dan terjangkau.

Pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol telah di rencanakan sekian lama, namun kendala biaya memperlambat pembangunan jalan tol ini. Karena pasalnya pembangunan jalan tol yang memiliki panjang 2.600 km ini memerlukan biaya sekitar 150 triliun rupiah. Pembangunan tol trans Sumatera ini meliputi 23 ruas jalan yang menghubungkan 11 kota pusat Pertumbuhan Ekonomi, yaitu Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Tanjung Pinang, Lampung, Bengkulu, dan Serang (Banten).

Perencanaan pembangunan tol Sumatera meliputi ruas jalan tol Bahaheuni- Terbanggi Besar (150 km), Terbanggi Besar- Pematang Panggang (100 km), Pematang- Indralaya (108 km), Indralaya- Palembang (22 km), Indralaya- Jambi (242 km), Jambi-Rengat (190 km), Rengat- Pekanbaru (178 km), Pekanbaru- Dumai (135 km), Dumai- Rantau Rapat (175 km), Rantau Rapat-Kisaran (118 km), Kisaran-Tebing Tinggi (60 km), Tebing tinggi-Medan (62,4 km), Medan-Binjai (16,8 km), Binjai-Langsa (110 km), Langsa-Lhoksumawe (135 km), Lhoksumawe-Sigli (135 km), Sigli-Banda Aceh (80 km). Ruas penghubung antara tol tersebut meliputi; Palembang-Muara Enim (110 km), Muara Enim-Lahat-Lubuk Linggau (100 km), Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu (93 km), Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh-Bukit Tinggi (187 km), Bukit Tinggi-Padang Panjang-Lubuk Alung-Padang (55 km), Tebing Tinggi-P.Siantar-Prapat-Tarutung-Sibolga (175 km).

Jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi mulai dikerjakan. Pembangunan ini segera dikerjakan setelah diletakannya batu pertama oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto pada 23 September 2014. Proyek ini merupakan salah satu proyek trans Sumatera yang dikerjakan konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan PT Hutama Karya (Persero) Tbk.

Jalan tol tersebut direncanakan memiliki panjang 61,8 kilometer yang akan dibagi dalam dua seksi yakni Seksi I sepanjang 17,80 kilometer ‎yang meliputi Medan – Perbarakan – Kualanamu dan Seksi II dengan panjang 44 kilometer yang akan menghubungkan Perbarakan – Bukit Tinggi. Pembangunan Seksi I ditargetkan selesai pada 2016 sementara pada Seksi II diharapkan selesai pada 2017.

PT Hutama Karya, selaku perusahaan yang mendapatkan mandat dari pemerintah untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera akan melakukan Groundbreaking (peletakan batu pertama) proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera pada Jum’at 10 Oktober 2014 di Kebun Semayang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Proses peletakan batu pertama dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung, beserta dewan PT Hutama Karya, dan perwakilan sejumlah kementerian terkait yakni Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perhubungan.

Dengan diletakannya batu pertama ini maka proses pembangunan ruas jalan tol dengan total panjang 2.600 km tersebut akan segera direalisasikan. Sesuai dengan Perpres No 100 tahun 2014 tanggal 17 September 2014, PT Hutama Karya akan melaksanakan pembangunan 4 ruas pertama yaitu Ruas Medan-Binjai, ruas Palembang-Indralaya, ruas Pekanbaru-Dumai, dan ruas Bakauheni-Terbanggi Besar. Hak penugasan total 23 ruas Jalan Tol Trans Sumatera adalah 40 tahun. Di masa yang akan datang, diharapkan keberadaan tol ini dapat lebih menggairahkan perekonomian wilayah-wilayah Pulau Sumatera mengingat nantinya akan menghubungkan 8 Pusat Kegiatan Nasional (PKN), 7 pelabuhan utama, dan 6 pelabuhan udara.jalan tol trans sumatra

Kuliah Tamu “Kebijakan Pengaturan Jasa Konstruksi dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean”

Kuliah Tamu “Kebijakan Pengaturan Jasa Konstruksi dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean”

IMG-20140925-WA0023

25 September 2014,  jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya mengadakan kuliah tamu bertajuk Kebijakan Pengaturan Jasa Konstruksi dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean. Kuliah tamu ini diisi oleh pemateri Wakil Ketua I LPJKN (Lembaga Pengadaan Jasa Konstruksi Nasional), Dr. Ir. Putut Marhayudi. Pukul 08.30, Ruang Survey dan Geologi jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya telah dipenuhi oleh mahasiswa dari berbagai angkatan yang ingin mengetahui lebih dalam tentang Kebijakan Pengaturan Jasa Konstruksi. Hal ini menjadi salah satu latar belakang diadakannya kuliah tamu ini, yaitu kurangnya mata kuliah yang didapatkan oleh mahasiswa pada kurikulum sekarang ini.

 

Materi pertama yang diberikan oleh bapak yang kerap disapa Dr. PM ini adalah mengenai peluang dan tantangan bisnis konstruksi. Dijelaskan bahwa global competitiveness Index Indonesia di bidang infrastruktur berada pada peringkat ke-56 dari 148 negara. Meskipun peringkat ini masih berada di bawah negara tetangga yaitu Malaysia, namun Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Salah satu penyebabnya adalah terus meningkatnya permintaan percepatan pembangunan infrastruktur di 518 kabupaten / kota dalam 34 propinsi di Indonesia. Peningkatan permintaan percepatan pembangunan infrastruktur ini memberi dampak positif terhadap peningkatan growth economy, penurunan kemiskinan, serta peningkatan lapangan kerja.

IMG-20140925-WA0050Percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak lepas dari angka nilai kapitalisasi yang juga terus meningkat. Nilai kapitalisasi sendiri adalah anggaran untuk membangun infrastruktur yang di dalamnya terdapat sektor konstruksi. Nilai kapitalisasi sektor konstruksi di Indonesia mengalami peningkatan seperti terlihat pada tahun 2009, angka nilai kapitalisasi Indonesia hanya mencapai 170 Triliun, sedangkan pada tahun 2013, angka ini meningkat menjadi 390 Triliun. Hal ini membuktikan negara kita sedang mengalami proses metamorfosis dari negara berkembang menjadi negara maju.

Dalam hal pasar jasa konstruksi, Indonesia menjadi negara terbesar di wilayah ASEAN. Bahkan republik ini kerap menjadi pasar jasa konstruksi yang paling menguntungkan di wilayah ASEAN dengan angka $ 267 Billion. China yang merupakan pasar jasa konstruksi terbesar di Asia, memiliki 60.000 tenaga konstruksi dari total empat miliar penduduk. Jika dibandingkan dengan Indonesia yang memiliki 110.000 tenaga konstruksi dari hampir 300 juta penduduk, tentu persaingan di bidang konstruksi di negara tersebut tidaklah ketat berbeda dengan Indonesia. Hal ini haruslah memotivasi kita agar menjadi kontraktor yang berkualitas tinggi demi bertahan dalam persaingan yang cukup ketat.

Kuantitas dari Kontraktor dan Konsultan tidaklah sebanding. Di Indonesia sendiri jumlah kontraktor sekitar 104.000 orang. Sedangkan untuk konsultan sekitar 6000 orang. Namun dari kedua pekerjaan tersebut, terdapat kualifikasi yang berbeda. Untuk kontraktor, kualifikasi besar hanya 1%, menengah 12%, dan kecil sebesar 87%. Konsultan sendiri memiliki kualifikasi besar sebanyak 4%, menengah 7%, dan kecil 89%. Melihat hal tersebut, kita sebagai penerus bangsa haruslah ikut serta dalam meningkatkan kualifikasi besar. Mengingat lapangan pekerjaan di bidang konstruksi adalah lapangan pekerjaan terbesar ke 5 di Indonesia.

 

Setelah sekitar satu jam materi diberikan, peserta diberi kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi. Berbagai pertanyaan seputar peraturan, persyaratan mendapatkan sertifikat profesi dan keahlian, hingga kualitas pekerja Indonesia dilontarkan oleh mahasiswa peserta kuliah tamu. Dari kuliah tamu ini diharapkan para peserta dapat termotivasi untuk menjadi tenaga kerja bahkan tenaga ahli di bidang konstruksi yang berkualitas dan mau belajar di luar dunia perkuliahan.

IMG-20140925-WA0031

Seminar Internasional : Urban Public Transport Perfomance in ASIAN Countries

Seminar Internasional : Urban Public Transport Perfomance in ASIAN Countries

doc. Laboratorium Transportasi Teknik Sipil UB
doc. Laboratorium Transportasi Teknik Sipil UB

Malang, 5 Agustus 2014. Bertempat di Gedung Auditorium Lantai 2 Dekanat Fakultas Teknik Universitas Brawijaya diadakan Seminar Internasional dengan tema Urban Public Transport Perfomance in ASIAN Countries. Acara ini di selanggarakan oleh Laboratorium Jalan Raya Jurusan Teknik Sipil, dan diperkasai oleh pak Sony. Seminar dimulai pada pukul 9.00 dan di akhiri pada pukul 14.00. Terdapat 6 pembicara dari berbagai negara, yaitu berasal dari negara Indonesia, Kamboja, Vietnam, dan Jepang. Seminar ini di hadiri oleh Mahasiswa S1, S2, dan S3 Teknik Sipil UB, Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan dosen dosen Teknik Sipil.

doc. Laboratorium Transportasi Teknik Sipil UB
doc. Laboratorium Transportasi Teknik Sipil UB

Enam pembicara tersebut adalah Ir. A. Wicaksono, M.Eng, Ph.D yang merupakan dosen Teknik Sipil Universitas Brawijaya, Inodonesia. Dr. Eng. Iv Lim dari Ministry of Land Management, Urban Planning and Construction, Kamboja. Prof. Dr. Kasem Choocharukul dari Chulalongkorn University, Thailand. Dr. Eng. Van Hong Tan dari University of Technology HCM City, Vietnam. Prof. Dr. Tetsuo Yai dari Tokyo Institute of Technology, Jepang. Dan Dr. Suzuki dari Toshiba Corporation Jepang.

Seminar tersebut dimoderatori oleh Ir. Ludfi Djakfar, MSCE, Ph.D dari Teknik Sipil Universitas Brawijaya Malang. Pada seminar ini dari masing masing negara memaparkan tentang transportasi yang berada di negara masing-masing tersebut. Ir. A. Wicaksono, M.Eng, Ph.D menjelaskan tentang  Indonesian Urban Transit Performance. Dr. Eng. Iv Lim menjelaskan Urban Public Transport in Combodia . Prof. Dr. Kasem Choocharukul menjelaskan tentang Multivariate Analysis of Customer Satisfaction – A Case Study of Bangkok’s MRT. Dr. Eng. Van Hong Tan menjelaskan tentang A review on public transport performence in 3 southern provinces of Vietnam  . Prof. Dr. Tetsuo Yai menjelaskan tentang Performance of Urban Public Transport in Japan. Sedangkan Dr. Suzuki menjelaskan tentang Urban Transport Solution. . Setelah penjelasan dari pembicara, moderator akan membuka sesi tanya jawab. Di sini kita bisa bertanaya langsung kepada pembicara. Banyak kalangan juga yang bertanay pada para pembicara. Dari kalangan Dinas Perhubungan, kepolosian maupun Mahasiswa. Mereka cukup antusias terhadap acara ini. Seminar ini memberikan dampak yang baik bagi kalangan Mahasiswa maupun Pemerintahan. Pada sisi mahasiswa, ini merupakan suatu pelajaran transportasi pada negara negara di Asia. Kita mempelajari transportasi dari negara negara tersebut kita bisa mengetahui bagaimana transportasi di sana, bagaimana kendala yang di sana, dan bagaimana mereka mengatasinya. Sedangkan dari sisi pemerintahan sendiri seperti dari Dinas Perhubungan serta Kepolisian, yaitu pembalajaran terhadap transportasi yang baik  berada di negara negara Asia tersebut, mungkin juga akan baik diterapkan di Indonesia. Berharap Dampak baik juga pada transportasi yang berada di Indonesia dengan diadakannya seminar ini.

doc. Laboratorium Transportasi Teknik Sipil UB
doc. Laboratorium Transportasi Teknik Sipil UB
Workshop Peningkatan Daya Saing Dalam Kompetisi Internasional Teknik Sipil

Workshop Peningkatan Daya Saing Dalam Kompetisi Internasional Teknik Sipil

Workshop-Peningkatan-Daya-Saing

Sabtu (10/5), bertempat di Ruang Sidang Gedung A Teknik Sipil UB. Jurusan Teknik Sipil menyelenggarakan Workshop “Peningkatan Daya Saing Dalam Kompetisi Internasional Teknik Sipil”. Acara ini di selenggarakan terbuka untuk mahasiswa, terutama untuk mahasiswa S1 jurusan Teknik Sipil. Acara ini di maksudkan agar mahasiswa siap untuk mengikuti kompetisi di lingkup internasioanal. Selain itu juga memperkenalkan kompetisi IDEERS di Taiwan. Rangkaian acara tersebut tak lepas dari usaha jurusan yang ingin memajukan jurusan tersebut di kanca Internasional.

Dalam workshop kali ini terdapat 4 pembicara yaitu Dr. Ir. Wiryanto Dewabroto., MT , Agustin Krisna Wardani, STP., M.Si., Ph.D , Martin Simatupang, ST, M.Sc dan yang terakhir Saifoe EI Unas, ST, MT. Acara tersebut dimulai pada pukul 08.30, acara dimulai oleh sambutan Ketua PHK-B2 Program Studi Sarjana Jurusan Teknik Sipil, Prof. Dr. Ir. Sri Murni Dewi, Ms dan sambutan oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil, Ir. Sugeng Budio, Ms. Acara di bagi menjadi 3 sesi. Pada sesi pertama diisi oleh pemateri  Dr. Ir. Wiryanto Dewabroto., MT dan Agustin Krisna Wardani, STP., M.Si., Ph.D. Pada sesi kedua diisi oleh pemateri  Martin Simatupang, ST, M.Sc. pada sesi ketiga setelah ishoma diisi oleh Saifoe EI Unas, ST, MT.

Workshop-Peningkatan-Daya-Saing2

Pada sesi pertama dimulai pada pukul 10.00. Pada sesi ini pemateri pertama diisi oleh  Dr. Ir. Wiryanto Dewabroto., MT. Beliau merupakan dosen pengajar di Teknik Sipil UPH Tangerang. Beliau juga sering menjadi panitia maupun dosen pembimbing di ajang Kompetisi KJI dan KBGI. Pada kesempatan kali ini beliau memaparkan tentang pengenalan atmosfir kompetisi nasional di bidang teknik sipil serta trik dan tips sukses dalam berkompetisi. Menurut beliau kunci sukses dalam berkompetisi adalah yakin, lakukan segala sesuatu dengan hati, Mental yang kuat serta mimpi.  Pada pemateri kedua diisi oleh Agustin Krisna Wardani, STP., M.Si., Ph.D. Beliau merupakan dosen pengajar di Fakultas Teknologi Pertanian di UB. Beliau merupakan orang yang berpengalaman dalam kompetisi Internasional. Beliau sangat sering menjadi dosen pembimbing dalam ajang kompetisi Internasional dalam bidangnya. Pada kesempatan kali ini beliau memaparkan tentang pengenalan atmosfir kompetisi internasional, trik dan tips penyusunan proposal, serta teknik presentasi/ pemaparan ide berbahasa inggris. Dalam hal ini beliau beliau mengatakan bahwa hal yang terpenting dalam ajang kompetisi internasional adalah pandai berbahsa inggris.

Setelah sesi pertama di lanjutkan sesi kedua. Pada sesi ini hanya diisi oleh Martin Simatupang, ST, M.Sc. Disini beliau memperkenalkan tentang IDEERS di Taiwan serta penyusunan proposal IDDERS Taiwan. IDEERS adalah kompetisi untuk mengenalkan teknik gempa pada mahasiswa yang didirikan oleh NCREE. IDEERS merupakan kompetisi untuk mendesain model bangunan tahan gempa dalam waktu 6,5 jam termasuk lunch time. Setelah mendesain model, bangunan di uji pada shaking table. Selain memperkenalkan tentang IDDERS beliau juga meberikan tips trik dalam mengikuti perlombaan ini, salah satunya adalah dengan membaca peraturan dengan baik, dan jangan sampai ada peraturan yang terlewaktkan dan terapkan pada desain anda.

Workshop-Peningkatan-Daya-Saing3

Setelah ishoma dilanjutkan dengan sesi 3, sesi ini diisi oleh Saifoe EI Unas, ST, MT. Beliau merupakan salah satu dosen Teknik Sipil UB sendiri. Pada sesi ini berbeda dengan sesi sesi yang sebelumnya, karena tujuan pada sesi ini adalah untuk memotivasi mahasiswa agar berperan aktif. Pak Saifoe di sini menyiapkan berbagai game untuk menunjang mahasiswa aktif. Dan peserta pun sangat antusias dengan berbagai game dan motivasi yang diberikan pak Saifoe. Salah satunya ketika memberikan motivasi adalah memberikan video tentang kasih sayang orang tua kepada anak. Dan game yang diberikan seperti membuat kata kata motivasi lalu dalam satu lingkup kelompok membuat lagu dari kata kata motivasi itu dengan nada dari lagu ayah-ada band, dan di akhir sesi tiap kelompok menyanyikan lagunya tersebut.

Roadshow Indocement Awards 2014

Roadshow Indocement Awards 2014

indocement

Roadshow Indocement Awards 2014  kali ini roadshow diadakan di Teknik Sipil Universitas Brawijaya pada hari Rabu lalu (30 April 2014). Roadshow kali ini bukan hanya mempublikasikan tentang Indocement Awards saja, tetapi juga mengadakan kuliah tamu yang bertemakan” Innovation in Concrate Technology”.  Acara dimulai kurang lebih pukul 09.00 WIB dan dibuka dengan sambutan-sambutan dari ketua panitia, ketua himpunan, kepala prodi S1, dan perwakilan dari pihak Indocement. Antusias mahasiswa terhadap kuliah tamu ini cukup tinggi terlihat dari penuhnya kursi peserta yang disediakan.

Diperkenalkan bahwa Indocement Awards yang merupakan suatu kompetisi ditujukan untuk publik dan universitas yang terdiri dari writing competition, design architecture, dan fabricated house. Ketiga lomba ini mempunyai tema yang berbeda-beda. Pada writing competition bertemakan “Inovasi Dalam Dunia Konstruksi Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik . Pada  design architecture bertemakan “Desain Fasilitas Publik untuk Kualitas Hidup Lebih Baik. Dan pada fabricated house bertemakan “Inovasi Rumah Pabrikasi untuk Indonesia. Salah satu tujuan diadakan lomba ini adalah mendorong inovasi dan kreativitas dari seluruh pelaku konstruksi dalam mengembangkan teknologi dan berkonstribusi bagi bangsa Indonesia. Dari tujuan ini Indocement berharap kreativitas anak anak bangsa dapat terwujudkan di sini. Karena pemenang dari perlombaan ini bukan hanya mendapatkan hadiah berupa uang saja, tapi juga karya karyanya akan di impementasikan pada dunia nyata. Untuk info lebih lengkapnya tentang perlombaan tersebut dapat di akses di http://indocementawards.com/

indocement2

Pihak Indocement memberikan beberapa ilmu untuk dibagikan kepada    seluruh peserta kuliah tamu. Pembicara pertama disampaikan oleh Bapak Dody  Khrisna P., ST selaku dari PT Adhimix Precast dengan judul “Aplikasi Beton  Ramah Lingkungan”. Dijelaskan bahwa salah satu faktor dari permasalahan  pemanasan global yang tengah berlangsung disebabkan oleh pembakaran kapur  yang berasal dari pabrik industry semen dan batu bara. Beberapa bahan  pembentuk semen yang dapat mengeksploitasi alam juga turut memberikan andil  dalam pemunculan suatu inovasi yaitu pembentukan beton ramah lingkungan.  Beton ramah lingkungan merupakan beton yang terbuat dari sedikit semen,  sedikit pasir, dan sedikit air tanpa mengurangi workabilitas. Sebagai gantinya, maka digunakanlah mineral admixture, penggunaan fly ash, dan mengganti pasir alam dengan pasir batu atau abu batu. Setelah itu dilanjutkan penyampain materi dari pembicara kedua oleh Bapak Pono Budi H selaku perwakilan dari PT Komponindo Betonjaya. Presentasi yang disampaikan berjudul “Precast Concrete”. Diterangkan bahwa terdapat beberapa factor yang mempengaruhi pemilihan penggunaan beton precast, diantaranya adalah faktor kualitas, faktor project site, faktor schedule pelaksanaan, faktor biaya pelaksanaan, dan faktor kemudahan pelaksanaan di lapangan. Penggunaan beton precast dapat dilakukan untuk perkerasan jalan dan pembuatan jembatan.

Acara berlangsung dengan santai namun tetap serius. Untuk sesi tanya jawab, diberikan souvenir untuk 3 penanya pertama oleh pihak Indocement sebagai bentuk apresiasi. Acara diakhiri dengan pemberian cindera mata dari pihak Teknik Sipil Universitas Brawijaya kepada pihak Indocement. Acara berlangsung selama kurang lebih 3 jam dan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB.

Workshop “Peningkatan Kualitas Penyusunan Karya Ilmiah Internasional”

Workshop “Peningkatan Kualitas Penyusunan Karya Ilmiah Internasional”

Workshop2

Malang, 5 April 2014 bertepatan di Ruang sidang gedung Teknik Sipil telah di selenggarakan workshop “Peningkatan Kualitas Penyusunan Karya Ilmiah Internasional”. Acara ini di selenggaran oleh jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dan merupakan rangkaian kegiatan yang sama pada minggu lalu yang bertemakan “Pengembangan Kurikulum Berbasis KKNI”. Berbeda dengan acara minggu lalu, acara hari ini dikususkan untuk mahasiswa S2 dan S3. Selain di hadiri mahasiswa S2 dan S3 juga di hadiri oleh dosen-dosen Jurusan Teknik Sipil.

Acara di mulai pada pukul 08.00, di awali dengan sambutan Prof. Dr. Ir. Sri Murni Dewi, MS selaku ketua PHK-B2 Progam Studi Sarjana Jurusan Teknik Sipil. Lalu di lanjutkan sambutan oleh ketua pelaksana yaitu Ir. Ludfi Djakfar, MSCE, Ph.D. Pada pukul 09.00 acara di buka oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil, Ir. Sugeng P. Budio, MS. Acara di bagi menjadi 2 sesi diskusi. Pada sesi pertama Diskusi di moderatori oleh Dr.Eng. Achfas Zacoeb, ST., MT. Dan pada sesi kedua diskusi di moderatori oleh Ir. Ludfi Djakfar, MSCE, Ph.D.

Workshop3

Pada sesi pertama diisi oleh 2 pameteri. Pemateri pertama di sampaikan  oleh Prof. Dr. Ir. Wani Hadi Utomo, yang merupakan perwakilan dari UB.  Dengan judul materi yang di sampaikan adalah Menulis Artikel Hasil Penelitian  Yang Baik. Disini beliau banyak memperkenalkan dan mengajarkan bagaimana  cara dan syarat menulis jurnal internasional, menginfornasikan ciri ciri jurnal  yang baik serta, meperkenalkan jurnal online. Pemateri kedua di sampaikan oleh  Prof. Djwantoro H, yang merupakan dosen dari Universitas Petra. Dengan judul  materi yang di sampaikan adalah Tips & Tricks: Penulisan Artikel Ilmiah untuk  Publikasi Internaional. Disini beliau banyak memaparkan tentang kesalahan-kesalahan apa yng banyak terjadi pada penulisan jurnal. Setelah itu di buka lah sesi tanya jawab. Pada sesi tanya jawab ini, lebih banyak dosen-dosen yang bertanya pada pemateri. Setelah sesi tanya jawab selesai, sesi pertama di tutup oleh pemberian cinderamata.

Setelah isoma, di lanjutkan kembali untuk sesi yang kedua. Pada sesi kedua ini diisi oleh 2 pameteri. Pemateri pertama di sampaikan oleh Prof. Ismunandar, selaku Chief Editor Journal ITB. Dengan judul materi yaitu Meningkatkan Citation Impact Factor (H-Index) Pada Karya Ilmiah Internasional; Plagiasi Dan Cara Menghindarinya. Disini beliau banyak memaparkan tentang arti plagiasi dan tingkatan tingkatan untuk plagiasi. Pemateri kedua diisi oleh Dr. Ir. Mardjuki, M.Sc, selaku sekertaris PPIKID rektorat lt. 2. Judul materi yang di sampaikan adalah Kebijakan & insentif UB dalam mendorong publikasi ilmiah. Setelah itu di bukalah sesi tanya jawab. Pada sesi ini ada tiga penanya dari dosen dosen sipil, dan dua dari mahasiswa S3. Pada sesi moderator menyimpulkan, hati-hati dalam menulis, namun tetap produktif. Insentif nanti akan menyusul.

Acara berkahir pada pukul 14.30. dan ditutup secara resmi oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil, Ir. Sugeng P. Budio, MS.

Lokakarya “Pengembangan Kurikulum Berbasis KKNI”

Lokakarya “Pengembangan Kurikulum Berbasis KKNI”

lokakarya2

Sabtu (29/3/14) telah diselenggarakan lokakarya oleh Teknik Sipil Universitas Brawijaya yang bertempat di ruang sidang jurusan Teknik Sipil, FT-UB. Lokakarya kali ini membahas mengenai pengembangan kurikulum berbasis KKNI. Acara diikuti oleh Pembantu Dekan I FT-UB, dosen jurusan Teknik Sipil FT-UB, alumni (S1, S2, S3), serta mahasiswa (S1, S2, S3). Sesuai dengan rundown yang telah dibuat, lokakarya ini dimulai pukul 08.00. Namun terdapat gangguan kecil di awal acara, yakni padamnya listrik yang megakibatkan acara harus diundur hingga pukul 09.30. Meski begitu, suasana tetap dalam keadaan kondusif dan acara berlangsung dengan lancar.

lokakarya

Acara diawali dengan sambutan dari Pembantu Dekan I FT-UB diikuti dengan sambutan dari Ketua PHK-B2 Progam Studi Sarjana Jurusan Teknik Sipil. Sesi pertama diisi oleh 3 pemateri. Pemateri pertama disampaikan oleh Bapak Ir. Sugeng P. Budio, M.S. dari Teknik Sipil dengan judul Kurikulum Jurusan Teknik Sipil Program Studi S1, S2, dan S3. Materi yang dibahas mengenai penyesuaian kurikulum yang sedang digunakan dengan KKNI yang berlaku. Pemateri kedua diisi oleh Bapak Ir. Adi Prawito, M.M. selaku wakil dari Asosiasi Indokindo Jawa Timur. Materi tersebut berjudul Market Signal & Profil Lulusan. Bahasan yang disampaikan adalah mengenai 3 permasalahan besar yang tengah dihadapi saat ini mengenai tenaga ahli, yakni regulasi (terhambatnya proses kepemilikan SKA), kualitas (kompetensi), dan kuantitas (ketersediaan tenaga kerja). Pemateri kedua diisi oleh Bapak Prof. Djawantoro Hardjito, Ph.D selaku dosen dari Universitas Petra. Judul yang disampaikan adalah Pengembangan Kurikulum Berbasis KKNI. Beliau menyampaikan mengenai akademisi KKNI dan kurikulum yang berjalan di Petra. Setelah selesai menyampaikan presentasi, dibuka sesi tanya jawab untuk seluruh peserta lokakarya. Sesi pertama ditutup dengan penyerahan cinderamata terhadap seluruh pemateri.

Seluruh peserta dipersilahkan untuk ISOMA, lalu dilanjutkan dengan pemberian materi di sesi kedua. Pada sesi ini acara berlangsung lebih santai, namun tetap serius. Pemateri pertama disampaikan oleh Bapak Ir. Gentur Prihantono, M.T. selaku perwakilan dari Denas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur. Beliau yang juga merupakan alumni dari Teknik Sipil menjelaskan mengenai kebutuhan kompetensi lulusan yang dibutuhkan di pemerintahan. Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Bapak Ir. Widodo Suyadi, M.Eng selaku stakeholder. Materi yang disuguhkan adalah mengenai kurikulum FT-UB dan juga sudut pandang profesi swasta. Pemateri ketiga diisi oleh Bapak Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto, M.Rur.Sc., Ph.D sebagai pakar kurikulum Universitas Brawijaya. Judul presentasi yang disampaikan adalah Limearitas Strata Pendidikan Tinggi Dalam Kaitannya dengan KKNI. Setelah itu dibuka sesi tanya jawab dan ditutup dengan pemberian cinderamata kepada seluruh pemateri.

Kesimpulan dari lokakarya tersebut disampaikan oleh Bapak Ir. Suroso Dipl. HE, M.Eng. Beberapa kesimpulan yang dapat diambil di antaranya adalah tanggapan mengenai usulan perubahan jumlah mata kuliah Teknik Sipil Universitas Brawijaya dari 56 mata kuliah menjadi kurang lebih 40 mata kuliah sesuai dengan KKNI, perlunya peningkatan pembimbingan praktek kerja termasuk di tempat industry, dan juga kerjasama kepada asosiasi untuk dapat memberikan dukungan pada mahasiswa agar siap kerja.