Browsed by
Category: Berita

After the Graduation Ceremony, What’s Next?

After the Graduation Ceremony, What’s Next?

               Jumat, 6 November 2015, suasana di ruang sidang Teknik Sipil Universitas Brawijaya cukup berbeda seperti sebelumnya. Kali ini ruang sidang ramai dipenuhi mahasiswa yang berniat masuk untuk mengikuti kuliah tamu yang bertemakan “After the Graduation Ceremony, What’s Next?”.

             Kuliah tamu tersebut menghadirkan Bapak Ir. Yoyok Sukari MBA selaku direktur PT. Kwarsa Hexagon, Bapak Yudi Wachyudiana, S.T., M.T. selaku manager dari PT. Kwarsa Hexagon, dan Bapak Parindra Ardhi Wardhana, S.T. dari PT. Kwarsa Hexagon yang sekaligus alumni dari Teknik Pengairan Unversitas Brawijaya sebagai pemateri. Dalam kuliah tamu sangat menginspirasi mahasiswa-mahasiswi Teknik Sipil Universitas Brawijaya untuk mengambil keputusan yang akan diambil setelah kelulusan.

             Pembicara pertama dalam kuliah tamu ini adalah Bapak Yudi Wachyudiana. Dalam presentasinya, Bapak Yudi sendiri memberikan informasi apa saja yang harus disiapkan seorang mahasiswa ketika sudah lulus nanti, yang di dalamnya terdapat kerja keras dan tidak kenal waktu dalam bekerja. Ada yang berbeda dari kuliah tamu kali ini, hal ini dikarenakan ditengah presentasi pada sesi pertama, Pak Ir. Sugeng P. Budio, MS selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya memberikan surprise ulang tahun kepada Bapak Yoyok yang pada hari itu bertambah umur.

              Setelah itu dilanjutkan oleh pembicara kedua yaitu Bapak Parinda yang menceritakan pengalaman sesorang yang tidak takut salah. Beliau menceritakan bahwa seseorang bisa mendapatkan promosi jabatan dikarenakan keberaniannya untuk melakukan sesuatu.

           Setelah pemateri ke 1 dan ke 2 dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab yang dipimpin oleh Bapak Alwafi selaku moderator pada kuliah tamu ini. Setelah sesi diskusi 1 selesai dilanjutkan oleh pembicara ke 3 yaitu Bapak Yoyok yang menceritakan profil dan bidang dari PT. Kwarsa Hexagon. Mulai dari apa saja yang pernah ditangani, sampai dengan kwalisi apa saja, dari Pak Yoyok sendiri berpesan agar mahasiswa harus bisa bekerja sama dengan baik dengan rekan kerjanya. Hal tersebut bisa didapat dari pengalamannya dalam berorganisasi agar nantinya mahasiswa Teknik Sipil Universitas Brawijaya siap bertarung dengan pesaing lain.

            Seperti harapan dari panitia kuliah tamu, semua mahasiswa yang hadir diharapkan sudah memiliki gambaran apa saja yang harus dilakukan setelah wisuda. (Red/Retno)

6

OPENING CEREMONY CIVIL FIESTA 2015

OPENING CEREMONY CIVIL FIESTA 2015

Acara tahunan Teknik Sipil Universitas Brawijaya yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Ya, Civil Fiesta 2015 kali ini bertemakan “Inspiration To Our Nation“. Rangkaian acara Civil Fiesta ini diawali dengan lomba English Competion untuk seluruh mahasiswa Universitas Brawijaya dan lomba Bridge Design Competion untuk seluruh siswa SMA/SMK se-Jawa Timur pada tanggal 24-25 Oktober 2015.

adel

Rangkaian acara selanjutnya adalah Seminar Nasional yang nantinya akan diadakan pada 4 November 2015 pukul 08.00-16.00 di gedung Dekanat Fakultas Teknik lt. 2, Ruang Auditorium Prof. Ir. Suryono. Seminar Naional kali ini bertemakan “Mampukah Indonesia Mengembangkan Sistem Transportasi Massal Bertaraf Internasional?” dengan pemateri-pemateri yang sangat ahli di bidangnya.

Setelah Seminar Nasional, masih ada acara lain yang tidak kalah seru, yaitu Fun Bike yang akan diselenggarakan pada tanggal 14 November 2015. Kegiatan tersebut dapat diikuti oleh seluruh alumni dan KBMS. Acara ini dilaksanakan dengan tujuan memperat tali silahturahmi antar elemen KBMS. Untuk malam harinya akan diadakan acara Gala Dinner yang akan dilaksanakan di depan Gedung A Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya.

Rangkaian acara ini ditutup dengan kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Sosialisasi Masyarakat yang akan dilaksanakan di Desa Tajinan, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat sekitar serta bertujuan untuk memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 28 November 2015.

Serangkaian acara Civil Fiesta 2015 tersebut tidak akan dapat berlangsung lancar tanpa bantuan dari pihak sponsor. Acara ini didukung oleh Universitas Brawijaya, IOM FT-UB, Dekanat FT-UB, PT. Wijaya Karya (Persero), PT. Brantas Abipraya (Persero), The British Institute (TBI), PT. Putra Mayapada, PT. Nindya Karya (Persero), PT. PP (Persero), PT. Tata Guna Patria, Dinas PU Pengairan, PT Catur Bina Perkasa, serta Angkasa Komputer Malang. Dan Media Partner RRI Malang dan Radio Kencana Malang. (red/arifa)

Kuliah Tamu : “Problematika Pembangunan pada Tanah Lunak dan Alternatif Penanganannya”

Kuliah Tamu : “Problematika Pembangunan pada Tanah Lunak dan Alternatif Penanganannya”

Selasa, 29 September 2015, Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya mengadakan kuliah tamu dengan tema “Problematika Pembangunan pada Tanah Lunak dan Alternatif Penanganannya”. Menghadirkan pemateri Ir. Wahyu P. Kuswanda selaku direktur PT. Teknindo Geosistem Unggul, acara kuliah tamu dilaksanakan di Ruang Sidang Teknik Sipil Universitas Brawijaya dengan diikuti oleh jajaran dosen dan mahasiswa Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.

Foto  Kuliah tamu dipimpin moderator oleh Dr. Eng. Yulvi Zaika, MT yang merupakan dosen dari Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Acara dibuka dengan doa, lalu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua Himpunan Mahasiswa Sipil, dan Ketua Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Selanjutnya dibacakan CV (curriculum vitae) dari pemateri oleh moderator, dan acara masuk dalam penyampaian materi oleh Ir. Wahyu P. Kuswanda.

Pada kesempatan tersebut, Ir. Wahyu P. Kuswanda menyampaikan berbagai hal mengenai tanah lunak yang kiranya dapat menambah pengetahuan bagi mahasiswa Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dalam bidang geoteknik. Karena seperti yang dijelaskan, bahwa 10% dari tanah daratan di Indonesia merupakan tanah lunak dan pastinya akan mengalami peristiwa konsolidasi yang menyebabkan terjadinya settlement (penurunan) pada tanah yang berimbas pada konstruksi di atasnya.

Di sana dijelaskan mengenai pengertian tanah lunak, problematika yang sering terjadi pada tanah lunak, dan metode perbaikan tanah pada tanah lunak. Pada kesempatan kali ini mahasiswa Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dijelaskan metode perbaikan tanah lunak dengan cara Preloading tanpa PVD, Preloading dengan PVD, dan Vacuum Consolidation yang bertujuan untuk mempercepat proses konsolidasi. Secara umum, metode yang digunakan adalah dengan mengeluarkan air yang terkandung pada tanah lunak, sehingga konsolidasi dapat terjadi sebelum konstruksi bangunan dibangun. Selain itu juga dijelaskan mengenai perencanaan hingga pelaksanaan metode perbaikan tanah yang sudah disebutkan.

Setelah penyampaian materi, masuk pada sesi tanya jawab. Sesi tanya jawab diisi dengan 5 penanya yang berasal dari kalangan mahasiswa. Lalu acara masuk pada penyerahan vandel dari pihak Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya yang diwakili oleh Ir. Siti Nurlina, MT kepada pemateri dan moderator. Kuliah tamu kali ini diharapkan mahasiswa lebih memahami mengenai tanah lunak dan problematika yang terjadi serta cara penanganannya agar dalam pelaksanaanya tidak terjadi kesalahan dalam perencanaan nantinya. Acara berakhir pada pukul 11.00 yang ditutup dengan doa penutup oleh panitia kuliah tamu. (inka)

Lokakarya Penyusunan SOP Laboratorium Berdasarkan Standard Internasional

Lokakarya Penyusunan SOP Laboratorium Berdasarkan Standard Internasional

Pada kesempatan kali ini (Sabtu, 30 Mei 2015), Teknik Sipil Universitas Brawijaya menyelenggarakan Lokakarya dengan tema “Penyusunan SOP Laboratorium Berdasarkan Standard Internasional”. SOP merupakan Standard Operating Procedure yang merupakan standar untuk melaksanakan suatu kegiatan atau proses. Prosedur merupakan jantung dari sistem management, dimana saat kita menginginkan suatu output yang berasal dari input dibutuhkan proses untuk mengendalikannya. Pengendalian ini juga dibutuhkan karena output yang keluar memiliki banyak variasi. Pengakreditasian suatu laboratorium dibutuhkan dalam rangka menjaga mutu produk yang dihasilkan dari pengerjaan pengukuran.

Akreditasi laboratorium merupakan suatu proses menuju pengakuan formal atas kemampuan laboratorium dalam melaksanakan tupoksi, visi dan misinya, kualitas keluaran lab, dan efisiensi kinerja lab dalam memenuhi persyaratan umum yang telah ditentukan. Bidang akreditasi laboratorium terdiri laboratorium penguji dan laboratorium kalibrasi. Akreditasi ISO/IEC 17025 : 2005 merupakan akreditasi laboratoruim yang menjelaskan prosedur dan mekanisme laboratorium. ISO/IEC 17025 ini mampu menerbitkan hasil uji/kalibrasi secara teknis dan valid, serta laboratorium mampu mengoperasikamn sistem manajemen secara teknis kompeten. Dalam sistem ini ada dua hal utama yang akan menjadi titik fokus, yaitu persamaan manajemen serta persyaratan teknis

Lokakarya dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan dibuka dengan sambutan dari ketua pelaksana Dr. Ir. Sri Murni Dewi, MS. Lokakarya ini dihadiri oleh jajaran dosen serta ketua laboratorium fakultas Teknik Universitas Brawijaya dan dipimpin oleh Dr. Eng. Devi Nuralinah ,ST., MT selaku moderator.

Lokakarya kali ini diisi oleh tiga pemateri. Pemateri pertama adalah Sugeng Raharjo, selaku Kepala Bidang Akreditasi Laboratorium Kalibrasi-BSN yang memberikan paparan mengenai “Penyusunan SOP Laboratorium”. Dilanjutkan dengan materi kedua yang disampaikan oleh Dr. Ir. Joni Kusnadi menerangkan mengenai latar belakang mengapa diperlukan suatu akreditasi laboratorium, manfaat yang akan didapatkan serta persyaratan manajemen dan teknis yang perlu dilakukan oleh organisasi dalam mencapai akreditasi laboratorium. Pemateri terakhir adalah Ir. Achmad Wicaksono selaku PJM Universitas Brawijaya yang membawakan materi tentang “Membangun Sistem Manajemen Mutu di Laboratorium Universitas Brawijaya”.

2

Lokakarya ini membahas mengenai cara maupun proses yang harus dijalankan untuk mendapatkan akreditasi Laboratorium. Persyaratan manajemen dipaparkan dalam lokakarya ini. Persyaratan tersebut meliputi manajemen organisasi, sistem manajemen, pengendalian dokumen, pelayanan terhadap konsumen, manajemen pengaduan yang terdapat di laboratorium yang menuntut pada tindakan pebaikan dan tindakan pencegahan terhadap sesutu yang tidak diinginkan serta tidak dilupakan untuk mengendalikan rekaman (pengumpulan atau pengarsipam rekaman mutu dan rekaman teknis).

Dalam mencapai akreditasi bertaraf internasional ini organissi atau laboratotium harus memiliki manual prosedur (MP). Manual prosedur merupakan pedoman tertulis pada setiap proses/unit kerja untuk menggerakan organisasi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. lokakarya ini menjelaskan mengenai prinsip-prinsip manual prosedur, jenis dan ruang lingkup MP serta formatnya.

Penyampaian materi yang diberikan memberikan banyak tanggapan positif dari perserta dan menciptakana suasana yang cukup aktif di ruang Sidang, Gedung A, Lantai 2 Jurusan Teknik Sipil, Universitas Brawijaya. Tanggapan tersebut terlihat dari banyaknya penanya yang bertanya. Setelah sesi tanya jawab selesai dilaksanakan penyerahan vendel kepada pemateri oleh pihak jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya.(Rahmi)

Workshop Peningkatan Pemahaman Akreditasi Internasional (AUN)

Workshop Peningkatan Pemahaman Akreditasi Internasional (AUN)

Pada kesempatan kali ini (Sabtu, 11 April 2015), Teknik Sipil Universitas Brawijaya menyelenggarakan workshop dengan tema “Peningkatan Pemahaman Akreditasi Internasional (AUN)”. Asean University Network (AUN) adalah sebuah asosiasi seluruh perguruan tinggi di Asia Tenggara yang bertujuan untuk meningkatkan atau menyamakan kualitas universitas-universitas di negara anggota ASEAN. AUN merupakan badan sertifikasi berupa Asessment Process yang akan menilai berdasarkan proses. Sedangkan Quality Assurance (QA) merupakan sistem peningkatan kualitas pendidikan. AUN-QA sendiri merujuk pada standar akreditasi internasional. Perguruan tinggi yang menempuh AUN-QA ini nantinya akan mendapatkan feedback berupa sertifikat dan program peningkatan kualitas pendidikan.

120858

Workshop dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dan dibuka dengan sambutan dari ketua pelaksana workshop yaitu Prof. Dr. Ir. Sri Murni Dewi, MS. Workshop dihadiri oleh jajaran dosen fakultas teknik Universitas Brawijaya dan dipimpin oleh Dr. Eng. Ming Narto selaku moderator.

Workshop kali ini diisi oleh tiga pemateri yaitu: Ir. Achmad Wicaksono selaku PJM Universitas Brawijaya yang membawakan materi tentang “Pengenalan Sistem Sertifikasi AUN-QA (Asean University Network – Quality Assurance) untuk Tingkat Program Studi“. Dilanjutkan dengan materi kedua mengenai “Preparing AUN-QA SELF-ASSESSMENT REPORT” oleh Prof. Satria Bijaksana selaku assesor AUN dari Indonesia, dan Ir. Luthfi Djafar, M.Eng, Ph.D dengan judul “ AUN QA Certification Program”.

120856

Workshop ini membahas mengenai kriteria penilaian AUN-QA. Kriterianya antara lain berdasarkan hasil pembelajaran yamg diharapkan, spesifikasi program, struktur program dan konten kontennya, strategi pembelajaran, penilaian dari siswa itu sendiri, kualitas staf akademis, dukungan kualitas.staff, dsb. Bahasan selanjutnya adalah mengenai penilaian score dari kriteria yang ada. Score yang tercantum menunjukan tingkat kualitas pendidikan di perguruan tinggi tersebut. UB yang memiliki misi untuk menjadi world class tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, sehingga perlu dipersiapkan segala sesuatunya untuk akreditasi tahun ini.

Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin oleh moderator. Sesi diskusi dibagi menjadi dua sesi dengan tiga pertanyaan dari peserta untuk masing-masing sesi. Pada sesi diskusi ini peserta aktif memberikan pertanyaan seputar materi yang dibahas.

 120864

Setelah sesi tanya jawab selesai dilaksanakan penyerahan vendel kepada pemateri oleh pihak jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya. Workshop yang diadakan hari ini diharapkan para peserta lebih memahami tentang AUN sehingga mampu memberikan dampak pada peningkatan kualitas prodi Teknik Sipil Universitas Brawijaya agar dapat bersaing di kancah internasional. (inka/valni/rahmi)

MEGA-PROYEK KALIBARU

MEGA-PROYEK KALIBARU

Kalibaru, Tj.Priok, Jakarta Utara merupakan pelabuhan masa depan Indonesia. Mengapa? Karena Indonesia siap menyongsong MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015. Alasan lain pembangunan megaproyek Kalibaru adalah pelabuhan Tanjung Priok I sudah overcapacity , sehingga membutuhkan pelabuhan baru.

Megaproyek pembangunan terminal peti kemas di Kalibaru Utara ini dikerjakan oleh PT. PEMBANGUNAN PERUMAHAN (PERSERO), TBK dengan nilai kontrak tahap I adalah Rp 9.029.674.888.708,40 atau USD 262.114.178,45. Lamanya pelaksanaan proyek tersebut adalah 50 bulan , terhitung dari 1 Oktober 2012 sampai dengan 30 November 2016. Megaproyek Kalibaru ini dibangun di pinggir laut dengan luasan 392 ha. Terminal peti kemas ini dapat menampung hingga 4,5 juta TEUs peti kemas. Pelabuhan peti kemas ini dapat disinggahi kapal E–class dengan jumlah peti kemas yang dibawa adalah 15.000 unit.

MP - 1MP - 2

Dengan semakin besarnya kapsitas peti kemas yang akan ditampung, maka pelabuhan ini pun dibangun dengan menggunakan cara-cara pelaksanaan yang lebih modern. Seperti contohnya saat pelaksanaan piling menggunakan bantuan GPS dan berbagai alat yang sudah memakai teknologi tinggi.

MP - 3

Pada upper structure proyek ini menggunakan precast concrete dan cast insitu. Jumlah dari precast concrete yang digunakan pada proyek ini sangat besar karena kebutuhan sangat banyak. Untuk memenuhi kebutuhan precast pada proyek , maka dibangunlah precast fabrication di dekat proyek tersebut.

MP - 5MP - 6

Selanjutnya pada pelaksanaan pekerjaan breakwater menggunakan sistem a-jack-fabrication yang berjumlah 79.293 nos dengan ukuran panjang 4000 m dan lebar 8 m. Breakwater ini dirancang dengan menggunakan tiang pancang yang terbuat dari bambu. Mengapa menggunakan material bambu? Bamu memiliki ketahan terhadap air yang lebih besar ketimbang beton. Untuk menjaga posisi batu tetap tidak berpindah maka dipasang matras bambu di atas tiang pancang, lalu dipasang batuan dengan bentuk 6 kaki. (arifa)

MP - 7MP - 8