Browsed by
Category: Berita Aktual

SEMARAK BERQURBAN DI CIA

SEMARAK BERQURBAN DI CIA

Civil in Idul Adha (CIA) yang merupakan kegiatan tahunan FORSIS kembali diadakan pada tanggal 9-12 September 2016. Rangkaian kegiatan untuk menyambut hari raya Idul Adha 1437 H ini dimulai dari membersihkan lingkungan Teknik Sipil Universitas Brawijaya yang dilakukan bersama KBMS. Keesokan harinya kegiatan berlanjut di Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang tepatnya di Dusun Kebun Kutho dan Dusun Jamuran. Lokasi tersebut dipilih karena banyaknya mualaf yang membutuhkan syiar Islam.
Pelaksanaan kerja bakti mengawali kegiatan CIA di kedua dusun tersebut mulai pagi hari hingga sore hari.kemudian dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar TPQ lalu menonton film dan games.keesokan harinya kegiatan yang sama tetap dilakukan namun di Dusun Kebun Kutho diikuti pula dengan persiapan untuk takbir keliling.
Puncak kegiatan pada tanggal 12 September 2016 berupa Shalat Ied bersama dan pemotongan hewan qurban sejumlah 12 ekor kambing.
Pendistribusian daging qurban dilakukan ke tiga dusun antara lain Dusun Kebun Kutho, Dusun Jamuran dan Dusun Ampel Antuk. Selanjutnya penutupan rangkaian acara CIA berupa sambutan, ceramah dan ramah tamah dengan warga dilaksanakan di sore hari. Sambutan dilakukan oleh ketua pelaksana, ketua FORSIS dan petinggi desa.
Menurut Mahardika selaku penanggungjawab kegiatan CIA, kendala yang dihadapi selama kegiatan tersebut hanya pada proses persiapan acara karena bertepatan dengan libur semester. Selanjutnya untuk penyelenggaraan acara CIA ke depan ia mengharapkan kegiatan selama acara bisa lebih inovatif dan dukungan dari dosen, alumni serta KBMS bisa lebih banyak lagi. (struktur-linda/vivi)

Menjadi Tim Tercepat dalam Perakitan Jembatan Baja, Universitas Brawijaya Berikan yang Terbaik

Menjadi Tim Tercepat dalam Perakitan Jembatan Baja, Universitas Brawijaya Berikan yang Terbaik

                Minggu, 20 November 2015, merupakan hari terakhir dari serangkaian Kompetisi Jembatan Indonesia dan Kompetisi Bangungan Gedung Indonesia. Kompetisi terakhir yang berlangsung pada hari ini adalah kompetisi jembatan untuk jembatan baja. Perakitan dimulai pada pukul 10:00. Seperti biasanya, sebelum kompetisi dimulai dilakukan doa bersama untuk kelancaran saat lomba yang dipimpin oleh Bapak Ir. Sugeng P. Budio, MS. Crew Amera beserta supporter Universitas Brawijaya pun tidak henti-hentinya memberikan dukungan untuk tim BALAPATI.

myhome  293863

                Tim dari Universitas Brawijaya sendiri berhasil melakukan perakitan jembatan tercepat dengan waktu 26 menit 32 detik. Tim dengan perakitan tercepat kedua ditempati oleh tim dari Politeknik Negeri Jakarta dan disusul oleh Universitas Negeri Malang. Setelah perakitan selsesai dilaksanakan pengujian pembebanan, sementara finalis yang belum selesai dalam perakitan jembatan tetap melanjutkan perakitannya.

293871 293878

          Pembebanan pertama dilakukan untuk jembatan baja dari Tim Balapati dari Universitas Brawijaya. Lendutan yang dihasilkan dari uji pembebanan tersebut adalah sebagai berikut:

  • untuk seperempat bentang dengan beban pengujian maksimal 501 kg adalah 2,85 mm
  • untuk setengah bentang dengan beban pengujian maksimal 503 kg adalah 3,87 m

Tim jembatan baja dari Universitas Brawijaya menghasilkan lendutan terkecil ke-3 setelah jembatan baja dari Universitas Indonesia dan Universitas Jenderal Ahmad Jani, namun sayangnya jembatan milik Universitas Indonesia mengalami collapse saat perakitan.

 293914

(Red/Alif)

Tim Batara Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia Universitas Brawijaya, Tempati Urutan ke-3 Kategori Pembebanan Defleksi dan Energi Disipasi

Tim Batara Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia Universitas Brawijaya, Tempati Urutan ke-3 Kategori Pembebanan Defleksi dan Energi Disipasi

           Sabtu, 21 November 2015, Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia dan Kompetisi Jembatan Indonesia kategori canai dingin dan kategori busur dimulai. Tim Universitas Brawijaya Untuk Kompetisi Jembatan Indonesia kategori jembatan canai dingin diwakili oleh tim SPARTA, untuk Kompetisi Jembatan Indonesia kategori busur diwakili oleh tim Gajah Birowo, sementara untuk Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia diwakili oleh tim BATARA.

 wde

wed

refdc

Kegiatan yang dilakukan adalah penimbangan sekaligus perakitan yang dilaksanakan di Universitas Kristen Maranatha, Bandung. Untuk perakitan sendiri dilaksanakan di area terbuka dengan menggunakan tenda.

293376

            Pada pukul 09:19 dilakukan pembukaan segel Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia oleh panitia. Untuk perakitan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia, Kompetisi Jembatan Indonesia kategori busur, maupun Kompetisi Jembatan Indonesia kategori canai dingin dimulai pada pukul 10:00. Sebelum perakitan dimulai, dilakukan pengarahan dan doa bersama untuk tim Universitas Brawijaya yang akan bertanding dan dipimpin oleh Bapak Ir. Sugeng P. Budio, MS selaku Ketua Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Perakitan tercepat untuk jembatan canai diraih oleh tim dari Institut Teknologi Sepuluh November, sementara untuk jembatan busur diraih oleh tim dari Universitas Muhammadiyah Malang. Dilihat dari  pembuatannya, rata-rata jembatan yang digunakan adalah menerus, tidak seperti Universitas Brawijaya yang dibuat per segmen.

 13

       Berikut adalah lama waktu yang dibutuhkan masing-masing tim dari Universitas Brawijaya untuk melakukan perakitan:

Tim Batara (KBGI)                            : 2 jam 41 menit 16 detik
Tim Gajah Birowo (KJI Busur)      : 3 jam 50 menit 47 detik
Tim Sparta (KJI Canai Dingin)       : 5 jam 3 menit 6 detik

    293520

myhome3

  5tf4r

                Setelah usai, dilanjutkan dengan pengujian Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia yang dilaksanakan pada pukul 17:53. Urutan hasil pengujian Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (defleksi + energi disipasi) adalah Universitas Sriwijaya, Universitas Malang, dan Universitas Brawijaya.

               Sementara untuk hasil pengujian Kompetisi Jembatan Indonesia kategori busur, untuk saat ini adalah sebagai berikut:

  1. Universitas Muhammadiyah Malang : 1,87 mm
  2. Institut Teknologi Sepuluh November : 1,21 mm
  3. Politeknik Negeri Jakarta : 1,49 mm
  4. Institut Teknologi Bandung : 0,87 mm
  5. Politeknik Negeri Semarang : 1,94 mm
  6. Universitas Brawijaya : 2,7 mm

             Untuk pembebabanan jembatan canai dingin sendiri baru dimulai pukul 22:29. Jadwal pembebanan tersebut cukup terlambat dari yang telah dijadwalkan. Dari beban maksimum sebesar 400 kg, tim dari Universitas Brawijaya menghasilkan lendutan sebesar 6,51 mm. Untuk saat ini, lendutan terkecil masih diraih oleh Universitas Kristen Marantha dan diikuti oleh Institut Teknologi Surabaya. (Red/Retno, Alif)

Opening Ceremony Kompetisi Jembatan Indonesia XI Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia VII 2015

Opening Ceremony Kompetisi Jembatan Indonesia XI Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia VII 2015

                Jumat 20 Nov 2015, Kompetisi Jembatan Indonesia XI dan Jompetisi Bangunan Gedung Indonesia VII 2015 dibuka dengan opening ceremony yang dimulai pukul 8 pagi. Opening ceremony diikuti oleh seluruh finalis dan supporter di Universitas Kristen Maranatha, Bandung. Kompetisi kali ini diikuti oleh 34 peserta dengan rincian 8 tim untuk jembatan baja, 8 tim untuk jembatan canai dingin, 8 tim untuk jembatan busur, dan 10 tim untuk bangunan gedung. Tema yang diusung dalam Kompetisi Jembatan Indonesia XI Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia VII 2015 adalah Kokoh, Ringan, dan Ramah Lingkungan.

 myhome33

S__12394507

Dalam opening ceremony tersebut, penyerahan piala bergilir Kompetisi Jembatan Indonesia diberikan oleh Universitas Brawijaya selaku Juara Umum Kompetisi Jembatan Indonesia ke-X tahun 2014. Penyerahan piala tersebut diwakili oleh Kepala Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya, Bapak Ir. Sugeng P. Budio, MS.

 myhome22

myhome11

Setelah opening ceremony selesai, dilanjutkan dengan technical meeting bagi finalis untuk memberikan jadwal presentasi, penimbangan, dan perakitan. Untuk penimbangan sendiri nantinya akan dilakukan oleh 1 orang panitia, 1 orang perwakilan dari tim finalis, dan 1 orang perwakilan dari tim finalis universitas lain. (Red/Retno, Alif)

Lagi, Teknik Sipil Universitas Brawijaya Raih Gelar Juara Umum KJI-X 2014

Lagi, Teknik Sipil Universitas Brawijaya Raih Gelar Juara Umum KJI-X 2014

Serangkaian acara KJI-X KBGI-VI ditutup dengan closing ceremony pada Minggu, 23 November 2014. Setelah pembebanan jembatan beton ringan selesai dilakukan, seluruh kontingen dipersilahkan untuk menikmati pameran display dari jembatan bentang panjang dan jembatan beton ringan di Dome UMM dan display KBGI di pitstop KBGI. Acara dibuka pukul 20.00 denganperformance band dari Pineapple Angora. Sambil menikmati lagu yang dibawakan, para supporter dikondisikan untuk duduk di tribun sesuai dengan kontingen masing-masing. Acara dilanjutkan dengan penampilan dari 15th project band. Kemeriahan semakin terasa saat seluruh kontingen menyorakkan yel-yelnya masing-masing.

IMG_7266

Kemudian mahasiswa Hubungan International UMM menampilkan tari gandrung yang merupakan tari tradisional asal Banyuwangi dan diikuti dengan pembacaan qoriah oleh Nur Imamah. Sambutan dilakukan oleh Ir. Sudarman, MT selaku ketua panitia KJI KBGI 2014, DR. Dyah Karmiyati, MSi selaku PR3 Universitas Muhammadiyah Malang, dan Yudi Harianto selaku Ditlitabnas Dirjen Dikti. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi Universitas Syiah Kuala Aceh sebagai pendatang baru berprestasi. Rangkaian acara sambutan yang terakir, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Nurul Humaldi.

Acara puncak dilakukan dengan pengumuman hasil pemenang. Untuk KJI kategori Jembatan Baja, Jembatan Beton Ringan, dan Jembatan Bentang Panjang dibacakan oleh Dr, Ir, Heru Purnomo, DEA. Untuk pengumuman pemenang KBGI dibacakan oleh Dr. Ir. Sigit Purnomo. Untuk juara umum Kompetisi Jembatan Indonesia mampu diraih oleh Universitas Brawijaya dan mempertahankan Piala Reka Cipta Titian Indonesia. Sementara untuk Kompetisi Bangunan Indonesia harus berpindah tangan kepada Institut Teknologi Sepuluh November dengan membawa pulang piala bergilir Reka Cipta Griya. Berikut adalah rekapitulasi hasil pemenang KJI X dan KBGI VI:

KJI X

JEMBATAN BUSUR

Kategori Nama Tim Nama Jembatan Kontingen
Terindah CreMONA 24 Kawung Bridge Universitas Negeri Malang
Implementasi Terbaik Sasak Diaspora Bumigora Universitas Mataram
Terkokoh I-Team Luna Bridge Institut Teknologi Sepuluh November
Juara III Kanya Andrepati Team Prasasya Bridge Universitas Jenderal Ahmad Yani
Juara II Hydarnes Team Athanatoi Bridge Universitas Brawijaya
Juara I I-Team Luna Bridge Institut Teknologi Sepuluh November

JEMBATAN BAJA

Kategori Nama Tim Nama Jembatan Kontingen
Terealistis CT-1 JembatanSoera Baja Institut Teknologi Sepuluh November
K3 Terlengkap Warrior-11 Katana Bridge Universitas Brawijaya
Tercepat Warrior-11 Katana Bridge Universitas Brawijaya
Terindah Warrior-11 Katana Bridge Universitas Brawijaya
Implementasi Terbaik Akusara Cadudasa Steel Adipati Karna Bridge Politeknik Negeri Jakarta
Terkokoh Warrior-11 Katana Bridge Universitas Brawijaya
Juara III Kuya Ksatria Ganesha Jembatan Bratasena Institut Teknologi Bandung
Juara II Warrior-11 Katana Bridge Universitas Brawijaya
Juara I Akusara Cadudasa Steel Adipati Karna Bridge Politeknik Negeri Jakarta

 

JEMBATAN BETON RINGAN

Kategori Nama Tim Nama Jembatan Kontingen
Terealistis Kuya Badhrika Ganesha Setu Caraka Ganesha Institut Teknologi Bandung
K3 Terlengkap Punakawan Team Petung Meluwung Bridge Universitas Brawijaya
Tercepat PunakawanTeam Petung Meluwung Bridge Universitas Brawijaya
Terindah Kuya Badhrika Ganesha Setu Caraka Ganesha Institut Teknologi Bandung
Implementasi Terbaik Punakawan Team Petung Meluwung Bridge Universitas Brawijaya
Terkokoh Punakawan Team Petung Meluwung Bridge UniversitasBrawijaya
Juara III
Juara II Kuya Badhrika Ganesha Setu Caraka Ganesha Institut Teknologi Bandung
Juara I Punakawan Team Petung Meluwung Bridge Universitas Brawijaya

KBGI VI

Kategori Nama Tim Nama Bangunan Kontingen
Estetika/Keindahan Trisula Team Rajawali Building Universitas Brawijaya
Inovasi Dalam Rancang Bangun Blessing Maranatha 2012 Rumah Joglo Perjuangan Surabaya Institut Teknologi Sepuluh November
Kesesuaian Impelementasi terhadap Rancangan Bimasena Jowo Karach Universitas Negeri Jogjakarta
Kinerja Struktural Blessing Maranatha 2012 Rumah Joglo Perjuangan Surabaya Institut Teknologi Sepuluh November
Metode Pelaksanaan Konstruksi Terbaik Blessing Maranatha 2012 Rumah Joglo Perjuangan Surabaya Institut Teknologi Sepuluh November
Juara III Trisula Team Rajawali Building Universitas Brawijaya
Juara II Rajaswa Dewa Kirana Dewa Politeknik Negeri Bandung
Juara I Blessing Maranatha 2012 Rumah Joglo Perjuangan Surabaya Institut Teknologi Sepuluh November

 IMG_7281

Euforia seluruh komponen di KJI & KBGI 2014 sangatlah terasa setelah pembacaan seluruh pemenang oleh ketua dewan juri masing-masing kontingen KJI & KBGI. Supporter masing-masing kontingen meneriakkan yel-yel yang menunjukkan rasa lega dan bangga terhadap perjuangan teman-teman mereka dalam kompetisi ini. Di akhir penutupan, terdapat wakil dari Universitas Sumatra Utara yang meminta seluruh supporter di Dome UMM untuk mengucapkan selamat ulang tahun, dikarenakan USU akan merayakan Dies Natalis yang ke-55 tahun. Untuk pelaksanaan KJI & KBGI tahun 2015 belum diumukan, karena harus dirundingkan terlebih dahulu dengan pihak-pihak yang terkait. (Retno/Ifit/Adel)

”Petung Meluwung” Bridge oleh Tim Punakawan dalam Kompetisi Jembatan Beton Ringan

”Petung Meluwung” Bridge oleh Tim Punakawan dalam Kompetisi Jembatan Beton Ringan

Kompetisi jembatan indonesia menampilkan wajah yang baru kali ini. Dengan mengusung tema jembatan kokoh, ringan, dan awet, kompetisi jembatan indonesia yang pada tahun-tahun sebelumnya terbagi menjadi 3 kategori yaitu kategori jembatan baja, jembatan kayu dan jembatan bentang panjang, pada KJI 2014 kategori jembatan kayu diganti menjadi jembatan beton. Meskipun kategori jembatan beton baru diadakan, tidak menggurangi antusiasme peserta untuk berpartisipasi. Terlihat dari finalis yang lolos berjumlah 8 tim, yang diantaranya berasal dari: Politeknik Negeri Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Malang, Institut Teknologi Bandung, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Syiah Kuala, Institut Teknologi Nasional Bandung, dan Universitas Brawijaya.

Pada hari kedua penyelenggaraan KJI KBGI 2014, atau tepatnya pada hari minggu, 23 November 2014 kompetisi jembatan beton dilaksanakan. Bertempat di Dome Universitas Muhammadiyah Malang, teknik sipil universitas brawijaya mempercayakan tim punakawan untuk bersaing dengan universitas lain dari seluruh indonesia. Persiapan kompetisi dimulai pada pukul 08.15, dengan pembukaan segel oleh peserta dan kru. Setelah persiapan selesai dilakukan, pada pukul 09.22 perakitan jembatan beton dimulai.

IMG_9118

Selama proses perakitan jembatan beton, area kompetisi harus steril, hanya peserta, dosen pembimbing, wasit beserta juri yang diperbolehkan masuk ke dalam area perakitan. Estimasi waktu perakitan jembaan yang diberikan sebesar 120 menit. Saat perakitan, para suporter tidak henti-hentinya memberikan semangat kepada tim kesayangan masing-masing, terlihat dari yel-yel yang terus disuarakan sepanjang proses perakitan. Dengan penuh perjuangan tim punakawan yang terdiri dari aristo, christo, hadi dan ferry bersama prof. Dr. Ir. Sri murni dewi, MS selaku dosen pembimbing terus merakit jembatan mereka hingga tepat di menit ke 50 lebih 22 detik tim punakawan berhasil menyelesaikan jembatan dan berhasil menjadi tim tercepat yang menyelesaikan perakitan jembatan.

Setelah perakitan selesai selanjutnya masuk pada tahap pembebanan. Pembebanan yang dijadwalkan pukul 12.30 wib harus tertunda kurang lebih 3 jam lamanya dikarenakan kendala teknis. Sehingga pembebanan baru dimulai pukul 15.48 wib.Proses pembebanan dilakukan ditengah bentang dengan beban maksimum 500 kg. Jembatan petung meluwung, yang merupakan jembatan tim punakawan menghasilkan lendutan pada beban maksimum sebesar 2,70 mm dari batas maksimum lendutan yang diperbolehkan sebesar 4 mm.

“ya kendala yang dihadapi cukup banyak dari awal pembuatan proposal, pembuatan beton, pergantian launcher sampai dengan hari pelaksanaan. Tapi saya sangat bersyukur karena lendutan yang didapat lebih kecil dari lendutan pada saat latihan. Semoga hasil yang didapatkan merupakan hasil yang terbaik.”, ujar aristo,finalis jembatan beton.

Besar harapan disampaikan oleh para finalis tim punakawan untuk peserta selanjutnya. Seperti yang disampaikan oleh aristo bahwa semoga kedepannya peserta akan jauh lebih baik. Karena pada kenyataan nantinya bukan hanya bersaing dengan anak anak nasional, melainkan internasional. Christo juga menambahkan untuk para finalis selanjutnya harus dimatangkan lagi persiapannya, mulai dari pembuatan proposal. Proposal harus dikerjakan dengan semaksimal mungkin, dan jangan sampai mengulur waktu. semoga teknik sipil universitas brawijaya bisa membawa pulang kembali piala kemenangan (rahma/rahmi/inka)

IMG_9159

”Warrior Team” Peroleh Hasil Lendutan Terkecil pada Jembatan Baja KJI X

”Warrior Team” Peroleh Hasil Lendutan Terkecil pada Jembatan Baja KJI X

(Sabtu, 22/11/2014) Dilaksanakan serangkaian acara KJI X dan KBGI ke VI, setelah sebelumnya (Jumat, 21/11/14) telah dilaksanakan opening ceremony serta presentasi dari setiap tim yang lolos. Universitas Muhammadiah Malang adalah universitas yang diberi kesempatan oleh DIKTI untuk menjadi tuan rumah KJI dan KBGI 2014.

KJI tahun ini mengambil tema “ Jembatan Kuat, Awet , dan Kokoh”, dengantujuan untuk mendorong dan menumbuh-kembangkan kreativitas mahasiswa dalam bidang perancangan dan konstruksi jembatan. Kompetisi Jembatan Indonesia akan memperebutkan Piala Reka Cipta Titian Indonesia dan Reka Cipta Griya Indonesia dari Menteri Pendidikan Nasional dengan komponen penilaian meliputi:

  1. struktur jembatan terindah,
  2. metode pelaksanaan terealistis,
  3. struktur jembatan teringan,
  4. dan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terlengkap.

Kategori Kompetisi Jembatan Indonesia ke- 10 meliputi : Jembatan Baja, jembatan beton, dan jembatan busur. Perguruan tinggi yang masuk final dalam KJI X meliputi : ITS, ITB, Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Semarang, Universitas Brawijaya dan Universitas Indonesia.

Universitas Brawijaya yang telah dua tahun berturut- turut menjadi juara umum KJI, tahun ini memberangkatkan team Warrior-11 dengan nama jembatan “Katana Bridge”. Pukul 10:00 perakitan jembatan baja oleh 8 team dimulai, sorak- sorai suporter dari setiap team semakin menambah kemeriahan kompetisi di Dome UMM pagi itu. Menit ke 32:21 Team Warrior-11 dengan eksekutor: Rifqi Eka F, Arif Lukman Hakim, Muhammad Atourrahman, dan Ichvan Danny K adalah team pertama yang memasuki tahap launching akan tetapi pada finishing team”Abihinaya” dari Politeknik Negeri Semarang menyelesaikan terlebih dulu pada menit 40:49 sedangkan jembatan “Katana Bridge” menyelesaiakan pada menit 43:36.

Rifqi Eka F, salah satu eksekutor dari team Warrior-11 menuturkan bahwa kesulitan yang dihadapi timnya selama persiapan adalah pada saat penggambaran desain karena harus membuat gambar sedetailnya sehingga menghabiskan banyak waktu, pemilihan launcher baru H-7 serta mengompakan tim work untuk menyatukan jadwal masing – masing yang sedikit sulit. Menurut timnya secara keseluruhan sudah sesuai dengan ekspetasi mereka.

IMG_7129

Setelah melakukan perakitan jembatan, tepat pukul 13:55 KJI X kategori jembatan baja dilanjutkan dengan proses pembebanan. Pembebanan dilakukan pada seperempat bentang dan setengah bentang dan beban maksimum yaitu 400kg.Diawali Oleh tim dari Politeknik Negeri Semarang dengan jembatan “Parakrami” sayangnya, pada pembebanan seperempat bentang dengan beban 400kg pembebanan harus dihentikan karena lendutan sudah melawati batas maksimum yaitu 7mm. Tim bimbingan Bapak Ari Wibowo, ST., MT., Ph.D mendapat urutan ke 3 untuk proses pembebanan dengan hasil pada seperempat bentang dengan beban 400kg yaitu 2,98 mm dan setengah bentang dengan beban 400kg dengan lendutan 3,64 mm. Score tertinggi pada proses pembebanan diperoleh oleh Politeknik Negeri Bandung dengan lendutan terbesar 2,72mm.

Hasil akhir dari KJI X akan diumumkan pada Minggu, 23 November 2014. Besar harapan seluruh keluarga besar Teknik Sipil Universitas Brawijaya pada kompetisi ini, seluruh tim telah memberikan usaha yang maksimal demi mempertahankan gelar juara umum yang telah diraih dalam 2 tahun terakhir . (Christiovalni/Retno/Filki)