Browsed by
Month: February 2017

Teknik Sipil UB Juarai Lomba Desain Breakwater DEDIKASI 2016

Teknik Sipil UB Juarai Lomba Desain Breakwater DEDIKASI 2016

Tim Treize dari Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya berhasil menyabet Juara Harapan I pada kompetisi Desain Pemecah Gelombang DEDIKASI 2016 yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin (UNHAS) pada 24-27 Oktober 2016. DEDIKASI 2016 merupakan ajang kompetisi yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil Universitas Hasanuddin dengan menitik beratkan pada perkembangan infrastruktur dan peningkatan kualitas calon engineer. Kompetisi yang dilakukan pada ajang ini antara lain perlombaan perancangan Pemecah Gelombang/Breakwater, LKTI, Seminar, Pelatihan dan Fotografi.
Lomba Breakwater ini diikuti oleh 10 tim yang berasal dari berbagai Universitas di Indonesia. Antara lain Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Bandung, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh November, Institut Teknologi Nasional, Universitas Palangkaraya, Universitas Udayana. Universitas Brawijaya sendiri mengirimkan 2 tim pada ajang lomba ini yaitu tim yang berasal dari Teknik Sipil (Treize Team) dan Teknik Pengairan (Bangunan Pantai 64).
Tahapan awal mengikuti lomba ini adalah dengan pembuatan proposal yang menjelaskan rancangan dari breakwater itu sendiri. Proposal ini kemudian diseleksi dan di umumkan 10 peserta finalis Lomba Pemecah Gelombang Metode Tiang Pancang yang Aplikatif, Inovatif dan Efisien. Setelah dinyatakan lolos Tim Treize membuat prototype pemecah gelombang dengan waktu sekitar 1-2 minggu. ANS Breakwater merupakan model Pemecah Gelombang yang dimiliki oleh 3 mahasiswa Universitas Brawijaya yaitu Ayu Febrianti, Nida Rahmayani, dan Salwa Saputri serta Dr. Eng. Alwafi Pujiraharjo, ST, MT selaku dosen pembimbing.
“ANS Breakwater disusun menggunakan material beton dan pipa sebagai tiang pancang.”, pungkas ayu. Desain breakwater ini disesuaikan dengan tema Lomba yaitu menggunakan Metode Tiang Pancang yang berfungsi sebagai pemecah gelombang utama atau sebagai pengikat segmen-segmen kecil dari pemecah gelombang.
“Pembuatan prototype menjadi salah satu kendala yang kami hadapi. Karena waktu yang tersedia cukup singkat. Pengangkutannya juga lumayan susah karena jarak dari sini (Malang) ke Makassar sangat jauh”, ujar Ayu. (red/Rahmi)

Universitas Brawijaya sang juara bertahan Fabricated House di ajang Indocement Awards”

Universitas Brawijaya sang juara bertahan Fabricated House di ajang Indocement Awards”

Indocement Awards merupakan ajang 2 tahunan yang diadakan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement). Ajang ini diadakan untuk memperingati Hari Bangunan Nasional yang jatuh pada tanggal 11 November. Indocement Awards merupakan salah satu ajang yang ditunggu-tunggu khususnya bagi mahasiswa Teknik Sipil karena melalui ajang ini mereka dapat menyalurkan kreatifitas dan inovasi mereka di bidang konstruksi. Berbagai rangkaian acara yang dilakukan dalam ajang Indocement Awards salah satunya ialah kompetisi membuat rumah fabrikasi (fabricated house). Kompetisi ini diikuti oleh 8 universitas dari seluruh Indonesia, diantaranya Universitas Maranata, Universitas Brawijaya, Politeknik Negeri Bandung, Universitas Atma Jaya, Universitas Negeri Malang, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Lampung, dan Universitas Islam Indonesia.

Dalam kompetisi ini Teknik Sipil Universitas Brawijaya patut berbangga karena berhasil mempertahankan gelarnya sebagai juara pada ajang Indocement Awards 2016 untuk kategori Fabricated House dimana 2 tahun sebelumnya Universitas Brawijaya menjadi juara 1 di ajang yang sama. Tim Intifada yang beranggotakan Ahmad Arief, Rika Amenetya, Rahadian Dwi dan Kartika Candra. Mereka merupakan para eksekutor di lapangan saat perakitan berlangsung didampingi oleh dosen pembimbing Roland Martin Simatupang. Perakitan berlangsung pada hari kamis, 10 November 2016 di Sport Hall Indocement yang terletak di Citereup, Bogor. Waktu perakitan yang diberikan sebanyak 2 jam oleh panitia dapat diselesaikan kurang dari 2 jam oleh Tim Intifada dengan bangunan yang diberi nama Humanis dan menjadi bangunan tercepat yang didirikan.

Humanis sendiri merupakan rumah tipe 36 dari beton yang difabrikasi dan dalam pelaksanaannya menggunakan konsep bongkar pasang dengan menggunakan sambungan struktur plat baja sehingga diharapkan dalam pelaksanaannya lebih praktis dan lebih cepat dalam proses konstruksi. Pencapaian Tim Intifada saat ini bukan melalui proses yang instan. Sekitar kurang lebih 3 bulan para finalis dan kru berjuang untuk mempersiapkan segala kebutuhan untuk kompetisi ini. Mulai dari pembuatan elemen-elemen bangunan sampai ornamen semua dikerjakan dengan semaksimal mungkin tanpa ada yang terlewatkan.
Selain kompetisi-kompetisi, Indocement Awards juga mengadakan Jambore Mahasiswa Konstruksi yang dimeriahkan oleh para suporter dari finalis yang berjumlah sekitar 400 orang dari perwakilan 8 universitas. Jambore Mahasiswa Konstruksi ini bertujuan sebagai ajang berkumpulnya mahasiswa teknik sipil untuk meningkatkan tali silaturahmi dan diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan idenya di bidang konstruksi sehingga dapat memajukan bidang konstruksi di Indonesia. (red/Inka)

SEMARAK BERQURBAN DI CIA

SEMARAK BERQURBAN DI CIA

Civil in Idul Adha (CIA) yang merupakan kegiatan tahunan FORSIS kembali diadakan pada tanggal 9-12 September 2016. Rangkaian kegiatan untuk menyambut hari raya Idul Adha 1437 H ini dimulai dari membersihkan lingkungan Teknik Sipil Universitas Brawijaya yang dilakukan bersama KBMS. Keesokan harinya kegiatan berlanjut di Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang tepatnya di Dusun Kebun Kutho dan Dusun Jamuran. Lokasi tersebut dipilih karena banyaknya mualaf yang membutuhkan syiar Islam.
Pelaksanaan kerja bakti mengawali kegiatan CIA di kedua dusun tersebut mulai pagi hari hingga sore hari.kemudian dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar TPQ lalu menonton film dan games.keesokan harinya kegiatan yang sama tetap dilakukan namun di Dusun Kebun Kutho diikuti pula dengan persiapan untuk takbir keliling.
Puncak kegiatan pada tanggal 12 September 2016 berupa Shalat Ied bersama dan pemotongan hewan qurban sejumlah 12 ekor kambing.
Pendistribusian daging qurban dilakukan ke tiga dusun antara lain Dusun Kebun Kutho, Dusun Jamuran dan Dusun Ampel Antuk. Selanjutnya penutupan rangkaian acara CIA berupa sambutan, ceramah dan ramah tamah dengan warga dilaksanakan di sore hari. Sambutan dilakukan oleh ketua pelaksana, ketua FORSIS dan petinggi desa.
Menurut Mahardika selaku penanggungjawab kegiatan CIA, kendala yang dihadapi selama kegiatan tersebut hanya pada proses persiapan acara karena bertepatan dengan libur semester. Selanjutnya untuk penyelenggaraan acara CIA ke depan ia mengharapkan kegiatan selama acara bisa lebih inovatif dan dukungan dari dosen, alumni serta KBMS bisa lebih banyak lagi. (struktur-linda/vivi)

Teknik Sipil Universitas Brawijaya Pertahankan Prestasi di Competisi IDEERS 2016

Teknik Sipil Universitas Brawijaya Pertahankan Prestasi di Competisi IDEERS 2016

Introduction Demonstration Earthquake Engineering Research in Schools (IDEERS) merupakan kompetisi Internasional untuk bidang Teknik Sipil, yaitu kompetisi struktur bangunan tahan gempa yang diadakan oleh National Centre for Research on Earthquake Engineering (NCREE) Taiwan. Kompetisi ini merupakan kompetisi internasional tahunan yang pada tahun ini diikuti oleh 49 tim dari berbagai negara. Kompetisi ini berlangsung selama dua hari, yaitu sejak Sabtu (10/9) hingga Minggu (11/9) di Taipei.
Pada tahun 2016 ini jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya mengirim 1 tim dalam kompetisi ini. Keikutsertaan Jurusan Teknik Sipil ini merupakan yang ke-tiga kali, setelah pada tahun 2015 sebelumnya, Tim telah berhasil mengharumkan nama UB dengan menjadi salah satu bangunan terkokoh melewati gempa dengan kekuatan 400 gal. Untuk partisipasi yang ketiga kalinya, Tim inti mahasiswa yang dimotori Riandy Halim, Ahmad Agus Salim, Archi Aditya dan Achaman Yusar Dzakwan, yang merupakan mahasiswa S1 angkatan 2014, dengan dosen pembimbing Ari Wibowo, ST., MT., Ph.D dan Dr.Eng. Ming Narto Wijaya, ST., MT., MSc .

Usaha keras yang didukung oleh seluruh civitas akademika Jurusan Teknik Sipil FTUB ini membuahkan kesuksesan, dimana pada keikutsertaan kali ini, tim UB kembali mengharumkan nama almamater. Stronghold Building yang merupakan nama bangunan tim UB mendapat prestasi dalam 1 dari 4 kategori yang dilombakan, yaitu pada kategori best design concept exhibition. Semoga dalam kompetisi selanjutnya tim Brawijaya meraih juara. (red/christin).