Browsed by
Month: November 2015

Closing Ceremony Kompetisi Jembatan Indonesia ke-XI dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia ke-VII 2015

Closing Ceremony Kompetisi Jembatan Indonesia ke-XI dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia ke-VII 2015

          Closing Ceremony sebagai penutup dari serangkaian acara Kompetisi Jembatan Indonesia XI dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia VII 2015 digelar pada Minggu malam, 20 November 2015. Acara dilaksanakan di auditorium Universitas Kristen Marantha, Bandung dan dibuka dengan penampilan beberapa band yang menyuguhkan serangkaian lagu. Dalam acara tersebut juga ditampilkan video pembangunan Universitas Maranatha dari awal hingga selesai. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor Universitas Marantha dan dilanjutkan dengan penampilan musik dan pengumuman pemenang di akhir acara.

294274

Untuk kata penutup disampaikan oleh Ir. Prakoso, MM selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan. Dalam speech nya, beliau berpesan “Teruslah mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kreatifitas untuk masa depan Indonesia. Semoga dengan KJI dan KBGI tingkat Nasional 2015 ini kemampuan mahasiswa dan kualitas pendidikan di Indonesia dapat terus ditingkatkan lagi”.

294325-crop

      Hasil pengumuman Kompetisi Jembatan Indonesia XI dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia VII 2015 adalah sebagai berikut:

KBGI

Keindahan dan Estetika                    : Politeknik Negeri Jakarta
Kreatifitas dalam Rancang Bangunan : Universitas Muhammadiyah Malang
Kesesuaian Implementasi                 : Universitas Muhammadiyah Malang
Kinerja Struktural                             : Universitas Kristen Maranatha
Metode Pelaksanaan Konstruksi       : Universitas Muhammadiyah Malang
Juara 3                                            : Universitas Kristen Maranatha
Juara 2                                            : Universitas Muhammadiyah Malang
Juara 1                                            : Universitas Muhammadiyah Malang

KJI Busur

K3 Terlengkap                                         : Institut Teknologi Bandung
Waktu Pelaksanaan Tercepat                  : Universitas Muhammadiyah Malang
Terindah                                                 : Universitas Brawijaya
Kesesuaian Implementasi Rencana Awal  : Politeknik Negeri Jakarta
Terkokoh                                                : Politeknik Negeri Jakarta
Juara 3                                                   : Politeknik Negeri Jakarta
Juara 2                                                   : Institut Teknologi Bandung
Juara 1                                                   : Politeknik Negeri Semarang

KJI Canai Dingin

Terealistis                                               : Universitas Brawijaya
K3 Terlengkap                                         : Universitas Brawijaya
Waktu Pelaksanaan Tercepat                   : Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Terindah                                                 : Politeknik Negeri Jakarta
Kesesuaian Implementasi Rencana Awal  : Universitas Indonesia
Terkokoh                                                : Universitas Indonesia
Juara 3                                                   : Politeknik Negeri Jakarta
Juara 2                                                   : Universitas Indonesia
Juara 1                                                   : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

KJI Baja

Terealistis                                               : Universitas Brawijaya
K3 Terlengkap                                         : Universitas Brawijaya
Waktu Pelaksanaan Tercepat                   : Universitas Brawijaya
Terindah                                                  : Universitas Brawijaya
Kesesuaian Implementasi Rencana Awal  : Universitas Jenderal Ahmad Jani
Terkokoh                                                : Universitas Jenderal Ahmad Jani
Juara 3                                                   : Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Juara 2                                                   : Universitas Brawijaya
Juara 1                                                   : Universitas Jenderal Ahmad Jani

Juara UMUM KBGI : Universitas Muhammadiyah Malang
Juara UMUM KJI    : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

myhome myhome1

myhome12312  myhome45345

(Red/Alif)

Menjadi Tim Tercepat dalam Perakitan Jembatan Baja, Universitas Brawijaya Berikan yang Terbaik

Menjadi Tim Tercepat dalam Perakitan Jembatan Baja, Universitas Brawijaya Berikan yang Terbaik

                Minggu, 20 November 2015, merupakan hari terakhir dari serangkaian Kompetisi Jembatan Indonesia dan Kompetisi Bangungan Gedung Indonesia. Kompetisi terakhir yang berlangsung pada hari ini adalah kompetisi jembatan untuk jembatan baja. Perakitan dimulai pada pukul 10:00. Seperti biasanya, sebelum kompetisi dimulai dilakukan doa bersama untuk kelancaran saat lomba yang dipimpin oleh Bapak Ir. Sugeng P. Budio, MS. Crew Amera beserta supporter Universitas Brawijaya pun tidak henti-hentinya memberikan dukungan untuk tim BALAPATI.

myhome  293863

                Tim dari Universitas Brawijaya sendiri berhasil melakukan perakitan jembatan tercepat dengan waktu 26 menit 32 detik. Tim dengan perakitan tercepat kedua ditempati oleh tim dari Politeknik Negeri Jakarta dan disusul oleh Universitas Negeri Malang. Setelah perakitan selsesai dilaksanakan pengujian pembebanan, sementara finalis yang belum selesai dalam perakitan jembatan tetap melanjutkan perakitannya.

293871 293878

          Pembebanan pertama dilakukan untuk jembatan baja dari Tim Balapati dari Universitas Brawijaya. Lendutan yang dihasilkan dari uji pembebanan tersebut adalah sebagai berikut:

  • untuk seperempat bentang dengan beban pengujian maksimal 501 kg adalah 2,85 mm
  • untuk setengah bentang dengan beban pengujian maksimal 503 kg adalah 3,87 m

Tim jembatan baja dari Universitas Brawijaya menghasilkan lendutan terkecil ke-3 setelah jembatan baja dari Universitas Indonesia dan Universitas Jenderal Ahmad Jani, namun sayangnya jembatan milik Universitas Indonesia mengalami collapse saat perakitan.

 293914

(Red/Alif)

Tim Batara Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia Universitas Brawijaya, Tempati Urutan ke-3 Kategori Pembebanan Defleksi dan Energi Disipasi

Tim Batara Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia Universitas Brawijaya, Tempati Urutan ke-3 Kategori Pembebanan Defleksi dan Energi Disipasi

           Sabtu, 21 November 2015, Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia dan Kompetisi Jembatan Indonesia kategori canai dingin dan kategori busur dimulai. Tim Universitas Brawijaya Untuk Kompetisi Jembatan Indonesia kategori jembatan canai dingin diwakili oleh tim SPARTA, untuk Kompetisi Jembatan Indonesia kategori busur diwakili oleh tim Gajah Birowo, sementara untuk Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia diwakili oleh tim BATARA.

 wde

wed

refdc

Kegiatan yang dilakukan adalah penimbangan sekaligus perakitan yang dilaksanakan di Universitas Kristen Maranatha, Bandung. Untuk perakitan sendiri dilaksanakan di area terbuka dengan menggunakan tenda.

293376

            Pada pukul 09:19 dilakukan pembukaan segel Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia oleh panitia. Untuk perakitan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia, Kompetisi Jembatan Indonesia kategori busur, maupun Kompetisi Jembatan Indonesia kategori canai dingin dimulai pada pukul 10:00. Sebelum perakitan dimulai, dilakukan pengarahan dan doa bersama untuk tim Universitas Brawijaya yang akan bertanding dan dipimpin oleh Bapak Ir. Sugeng P. Budio, MS selaku Ketua Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Perakitan tercepat untuk jembatan canai diraih oleh tim dari Institut Teknologi Sepuluh November, sementara untuk jembatan busur diraih oleh tim dari Universitas Muhammadiyah Malang. Dilihat dari  pembuatannya, rata-rata jembatan yang digunakan adalah menerus, tidak seperti Universitas Brawijaya yang dibuat per segmen.

 13

       Berikut adalah lama waktu yang dibutuhkan masing-masing tim dari Universitas Brawijaya untuk melakukan perakitan:

Tim Batara (KBGI)                            : 2 jam 41 menit 16 detik
Tim Gajah Birowo (KJI Busur)      : 3 jam 50 menit 47 detik
Tim Sparta (KJI Canai Dingin)       : 5 jam 3 menit 6 detik

    293520

myhome3

  5tf4r

                Setelah usai, dilanjutkan dengan pengujian Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia yang dilaksanakan pada pukul 17:53. Urutan hasil pengujian Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (defleksi + energi disipasi) adalah Universitas Sriwijaya, Universitas Malang, dan Universitas Brawijaya.

               Sementara untuk hasil pengujian Kompetisi Jembatan Indonesia kategori busur, untuk saat ini adalah sebagai berikut:

  1. Universitas Muhammadiyah Malang : 1,87 mm
  2. Institut Teknologi Sepuluh November : 1,21 mm
  3. Politeknik Negeri Jakarta : 1,49 mm
  4. Institut Teknologi Bandung : 0,87 mm
  5. Politeknik Negeri Semarang : 1,94 mm
  6. Universitas Brawijaya : 2,7 mm

             Untuk pembebabanan jembatan canai dingin sendiri baru dimulai pukul 22:29. Jadwal pembebanan tersebut cukup terlambat dari yang telah dijadwalkan. Dari beban maksimum sebesar 400 kg, tim dari Universitas Brawijaya menghasilkan lendutan sebesar 6,51 mm. Untuk saat ini, lendutan terkecil masih diraih oleh Universitas Kristen Marantha dan diikuti oleh Institut Teknologi Surabaya. (Red/Retno, Alif)

Opening Ceremony Kompetisi Jembatan Indonesia XI Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia VII 2015

Opening Ceremony Kompetisi Jembatan Indonesia XI Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia VII 2015

                Jumat 20 Nov 2015, Kompetisi Jembatan Indonesia XI dan Jompetisi Bangunan Gedung Indonesia VII 2015 dibuka dengan opening ceremony yang dimulai pukul 8 pagi. Opening ceremony diikuti oleh seluruh finalis dan supporter di Universitas Kristen Maranatha, Bandung. Kompetisi kali ini diikuti oleh 34 peserta dengan rincian 8 tim untuk jembatan baja, 8 tim untuk jembatan canai dingin, 8 tim untuk jembatan busur, dan 10 tim untuk bangunan gedung. Tema yang diusung dalam Kompetisi Jembatan Indonesia XI Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia VII 2015 adalah Kokoh, Ringan, dan Ramah Lingkungan.

 myhome33

S__12394507

Dalam opening ceremony tersebut, penyerahan piala bergilir Kompetisi Jembatan Indonesia diberikan oleh Universitas Brawijaya selaku Juara Umum Kompetisi Jembatan Indonesia ke-X tahun 2014. Penyerahan piala tersebut diwakili oleh Kepala Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya, Bapak Ir. Sugeng P. Budio, MS.

 myhome22

myhome11

Setelah opening ceremony selesai, dilanjutkan dengan technical meeting bagi finalis untuk memberikan jadwal presentasi, penimbangan, dan perakitan. Untuk penimbangan sendiri nantinya akan dilakukan oleh 1 orang panitia, 1 orang perwakilan dari tim finalis, dan 1 orang perwakilan dari tim finalis universitas lain. (Red/Retno, Alif)

After the Graduation Ceremony, What’s Next?

After the Graduation Ceremony, What’s Next?

               Jumat, 6 November 2015, suasana di ruang sidang Teknik Sipil Universitas Brawijaya cukup berbeda seperti sebelumnya. Kali ini ruang sidang ramai dipenuhi mahasiswa yang berniat masuk untuk mengikuti kuliah tamu yang bertemakan “After the Graduation Ceremony, What’s Next?”.

             Kuliah tamu tersebut menghadirkan Bapak Ir. Yoyok Sukari MBA selaku direktur PT. Kwarsa Hexagon, Bapak Yudi Wachyudiana, S.T., M.T. selaku manager dari PT. Kwarsa Hexagon, dan Bapak Parindra Ardhi Wardhana, S.T. dari PT. Kwarsa Hexagon yang sekaligus alumni dari Teknik Pengairan Unversitas Brawijaya sebagai pemateri. Dalam kuliah tamu sangat menginspirasi mahasiswa-mahasiswi Teknik Sipil Universitas Brawijaya untuk mengambil keputusan yang akan diambil setelah kelulusan.

             Pembicara pertama dalam kuliah tamu ini adalah Bapak Yudi Wachyudiana. Dalam presentasinya, Bapak Yudi sendiri memberikan informasi apa saja yang harus disiapkan seorang mahasiswa ketika sudah lulus nanti, yang di dalamnya terdapat kerja keras dan tidak kenal waktu dalam bekerja. Ada yang berbeda dari kuliah tamu kali ini, hal ini dikarenakan ditengah presentasi pada sesi pertama, Pak Ir. Sugeng P. Budio, MS selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya memberikan surprise ulang tahun kepada Bapak Yoyok yang pada hari itu bertambah umur.

              Setelah itu dilanjutkan oleh pembicara kedua yaitu Bapak Parinda yang menceritakan pengalaman sesorang yang tidak takut salah. Beliau menceritakan bahwa seseorang bisa mendapatkan promosi jabatan dikarenakan keberaniannya untuk melakukan sesuatu.

           Setelah pemateri ke 1 dan ke 2 dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab yang dipimpin oleh Bapak Alwafi selaku moderator pada kuliah tamu ini. Setelah sesi diskusi 1 selesai dilanjutkan oleh pembicara ke 3 yaitu Bapak Yoyok yang menceritakan profil dan bidang dari PT. Kwarsa Hexagon. Mulai dari apa saja yang pernah ditangani, sampai dengan kwalisi apa saja, dari Pak Yoyok sendiri berpesan agar mahasiswa harus bisa bekerja sama dengan baik dengan rekan kerjanya. Hal tersebut bisa didapat dari pengalamannya dalam berorganisasi agar nantinya mahasiswa Teknik Sipil Universitas Brawijaya siap bertarung dengan pesaing lain.

            Seperti harapan dari panitia kuliah tamu, semua mahasiswa yang hadir diharapkan sudah memiliki gambaran apa saja yang harus dilakukan setelah wisuda. (Red/Retno)

6

Seminar Nasional : Mampukah Indonesia Mengembangkan Sistem Transportasi Massal Bertaraf Internasional ?

Seminar Nasional : Mampukah Indonesia Mengembangkan Sistem Transportasi Massal Bertaraf Internasional ?

         Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) menggelar seminar nasional bertemakan “Mampukah Indonesia Mengembangkan Sistem Transportasi Massal Bertaraf Internasional?”. Acara ini dilaksanakan di Auditorium Prof. Ir. Suryono, Rabu lalu (04/11/2015).

Semnas1       Hadir sebagai pemateri dalam seminar, pakar-pakar dan pelaku bidang transportasi antara lain dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Beta Ramadhani M.Sc, Presiden Direktur PT. Mass Rapid Transit Jakarta Dono Boestami, mewakili dari masyarakat yaitu Ketua bidang advokasi MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia) Darmaningtyas, dan mewakili akademisi yaitu guru besar transportasi jurusan teknik sipil dan lingkungan Fakultas Teknik UGM Prof. Dr. Ir. Ahmad Munawar, M.Sc dan Ketua Pusat Jaminan Mutu (PJM) UB Ir. Ahmad Wicaksono, M.Eng, Ph.D.

             Seminar nasional ini mengulas tentang berbagai sistem transportasi massal yang layak dan efisien yang dapat diterapkan di kota-kota besar di dunia sebagai solusi kemacetan yang kerap terjadi di Indonesia. Presiden Direktur PT. Mass Rapid Transit Jakarta, Dono Boestami, dalam seminar nasional ini memaparkan tentang Mass Rapid Transit Jakarta (MRT JAKARTA) yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. Staf Bidang Fisik Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Beta Ramadhani M.Sc., juga membahas tentang Surabaya Integrated Mass Rapid Transit (SMART) yang sedang dalam perencanaan, serta pembahasan lain yang sangat menarik dan bermanfaat dibahas dalam seminar nasional tersebut.

              Dekan Bidang Kemahasiswaan FT-UB saat membuka acara mengungkapkan bahwa kultur di Indonesia yang berbeda-beda membuat penciptaan transportasi yang nyaman dan indah cukup sulit untuk diwujudkan, sehingga perlu didukung dengan ilmu-ilmu yang lain selain ilmu sipil itu sendiri. Penyelenggaraan seminar nasional ini sebagai sarana untuk mengembangkan wawasan guna mencapai transportasi massal bertaraf internasional di masa yang akan datang.

             Sementara itu ketua pelaksana seminar nasional 2015, Aditya Leo Dharmawan mengatakan, penyelenggaraan seminar nasional ini bertujuan untuk menyatukan pemikiran dari berbagai pihak yaitu pemerintah, masyarakat, praktisi, dan akademisi untuk mencari solusi tentang transportasi massal di Indonesia. “Harapan kami dengan adanya seminar nasional ini, ilmu yang diberikan oleh pemateri dapat diterapkan di masyarakat”, ujarnya.

         Pada seminar nasional ini, HMS FT-UB turut mengundang perwakilan mahasiswa jurusan teknik sipil dari berbagai universitas di Indonesia. Para peserta seminar nasional mempunyai respon yang positif dan telah berperan aktif dalam diskusi seminar nasional ini. (red/christin,linda)

Semnas2