Browsed by
Month: September 2015

Kuliah Tamu : “Problematika Pembangunan pada Tanah Lunak dan Alternatif Penanganannya”

Kuliah Tamu : “Problematika Pembangunan pada Tanah Lunak dan Alternatif Penanganannya”

Selasa, 29 September 2015, Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya mengadakan kuliah tamu dengan tema “Problematika Pembangunan pada Tanah Lunak dan Alternatif Penanganannya”. Menghadirkan pemateri Ir. Wahyu P. Kuswanda selaku direktur PT. Teknindo Geosistem Unggul, acara kuliah tamu dilaksanakan di Ruang Sidang Teknik Sipil Universitas Brawijaya dengan diikuti oleh jajaran dosen dan mahasiswa Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.

Foto  Kuliah tamu dipimpin moderator oleh Dr. Eng. Yulvi Zaika, MT yang merupakan dosen dari Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Acara dibuka dengan doa, lalu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua Himpunan Mahasiswa Sipil, dan Ketua Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Selanjutnya dibacakan CV (curriculum vitae) dari pemateri oleh moderator, dan acara masuk dalam penyampaian materi oleh Ir. Wahyu P. Kuswanda.

Pada kesempatan tersebut, Ir. Wahyu P. Kuswanda menyampaikan berbagai hal mengenai tanah lunak yang kiranya dapat menambah pengetahuan bagi mahasiswa Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dalam bidang geoteknik. Karena seperti yang dijelaskan, bahwa 10% dari tanah daratan di Indonesia merupakan tanah lunak dan pastinya akan mengalami peristiwa konsolidasi yang menyebabkan terjadinya settlement (penurunan) pada tanah yang berimbas pada konstruksi di atasnya.

Di sana dijelaskan mengenai pengertian tanah lunak, problematika yang sering terjadi pada tanah lunak, dan metode perbaikan tanah pada tanah lunak. Pada kesempatan kali ini mahasiswa Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dijelaskan metode perbaikan tanah lunak dengan cara Preloading tanpa PVD, Preloading dengan PVD, dan Vacuum Consolidation yang bertujuan untuk mempercepat proses konsolidasi. Secara umum, metode yang digunakan adalah dengan mengeluarkan air yang terkandung pada tanah lunak, sehingga konsolidasi dapat terjadi sebelum konstruksi bangunan dibangun. Selain itu juga dijelaskan mengenai perencanaan hingga pelaksanaan metode perbaikan tanah yang sudah disebutkan.

Setelah penyampaian materi, masuk pada sesi tanya jawab. Sesi tanya jawab diisi dengan 5 penanya yang berasal dari kalangan mahasiswa. Lalu acara masuk pada penyerahan vandel dari pihak Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya yang diwakili oleh Ir. Siti Nurlina, MT kepada pemateri dan moderator. Kuliah tamu kali ini diharapkan mahasiswa lebih memahami mengenai tanah lunak dan problematika yang terjadi serta cara penanganannya agar dalam pelaksanaanya tidak terjadi kesalahan dalam perencanaan nantinya. Acara berakhir pada pukul 11.00 yang ditutup dengan doa penutup oleh panitia kuliah tamu. (inka)

IDEERS 2015, 2 TIM TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIJAYA LOLOS KE TAIWAN

IDEERS 2015, 2 TIM TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIJAYA LOLOS KE TAIWAN

Teknik Sipil Universitas Brawijaya kali ini kembali mengirim perwakilannya dalam kompetisi Introducing and Demonstrating Earthquake Engineering Research in Schools (IDEERS) yang akan diselenggarakan di Taiwan. IDEERS merupakan suatu kompetisi ilmiah di bidang rekayasa gempa dan pendidikan perlindungan seismic untuk kalangan siswa di Taiwan maupun di seluruh bagian negara di dunia. Tahun ini merupakan tahun kedua berpartisipasinya Universitas Brawijaya dengan mengirimkan 2 tim sebagai peserta lomba (Tera Balawan Indonesia Team) dan observer (Punakawan Team).

TERA BALAWAN INDONESIA

            Tim yang dibimbing oleh Dr. Eng. Ming Narto Wijaya, S.T., M.T., M.Sc dan seluruh dosen Teknik Sipil di bidang struktur ini diketuai oleh Muhammad Hanif Insani (Sipil ’12) dengan anggotanya Riezka Prilly Paramita (Sipil ’12), Dwi Prasetyo Aji Wijaya (Sipil ’12), dan Rizhal Adi Rahmawan (Sipil ’12). Nama tim yang digunakan memiliki makna dan filosofi di dalamnya. Tera, berarti dewi bumi bangsa romawi, dapat diartikan sebagai batas kekuatan tertinggi di atas mega bahkan giga. Balawan (bala+lawan), bala berarti kekuatan atau pasukan, sehingga balawan dapat diartikan sebagai seseorang yang ahli menghalangi atau melawan kemalangan/bencana. Indonesia, merepresentasikan bahwa tim tersebut berasal dari Indonesia. Maka digunakanlah Tera Balawan Indonesia sebagai nama tim dengan harapan untuk dapat membuat model bangunan kuat dan kokoh yang tahan terhadap bala (gempa bumi) dan mengharumkan nama tanah air Indonesia.

PERSIAPAN

image3   Persiapan yang tengah dijalani saat ini adalah penyempurnaan desain, latihan perakitan, dan pengujian model bangunan. Tidak hanya itu, hal-hal lain yang harus dipersiapkan adalah analisis desain bangunan, evaluasi, konsultasi dengan dosen, serta doa dan restu dari orang tua. Beberapa plan yang akan dilakukan untuk mematangkan persiapan lomba tersebut adalah pembuatan poster, latihan rutin, pengujian model, dan berharap agar bisa mendapatkan desain bangunan yang terbaik.

 

 

 

TETAP OPTIMIS DALAM KOMPETISI

    Kelebihan yang dimiliki dari bangunan yang didesain oleh Tera Balawan Indonesia Team ini adalah penggunaan stik yang lebih efisien sehingga mampu mengurangi berat model tanpa mengurangi kekuatan dari struktur model bangunan tersebut. Namun sulitnya pemerolehan material yang sesuai dengan peraturan kompetisi tersebut menjadi salah satu kesulitan yang dialami hingga saat ini. Di samping itu, kendala lain yang ditemui adalah tidak sesuainya alat yang digunakan dalam pengujian dengan kondisi aktual dalam kompetisi di Taiwan. M. Hanif Insani dan kawan-kawan mengaku bahwa seluruh peserta kompetisi IDEERS ini merupakan lawan yang berat karena pengalaman yang dimiliki oleh mereka jauh lebih banyak, sementara tahun ini merupakan kali kedua Universitas Brawijaya ikut berpartisipasi sebagai peserta lomba. Namun hal tersebut justru menyulut semangat mereka untuk mampu menciptakan yang terbaik dan tetap optimis dalam kompetisi yang akan diselenggarakan pada 19 September 2015 nanti. (Ifit/red)

IMG_41552