Browsed by
Month: June 2015

Lokakarya Penyusunan SOP Laboratorium Berdasarkan Standard Internasional

Lokakarya Penyusunan SOP Laboratorium Berdasarkan Standard Internasional

Pada kesempatan kali ini (Sabtu, 30 Mei 2015), Teknik Sipil Universitas Brawijaya menyelenggarakan Lokakarya dengan tema “Penyusunan SOP Laboratorium Berdasarkan Standard Internasional”. SOP merupakan Standard Operating Procedure yang merupakan standar untuk melaksanakan suatu kegiatan atau proses. Prosedur merupakan jantung dari sistem management, dimana saat kita menginginkan suatu output yang berasal dari input dibutuhkan proses untuk mengendalikannya. Pengendalian ini juga dibutuhkan karena output yang keluar memiliki banyak variasi. Pengakreditasian suatu laboratorium dibutuhkan dalam rangka menjaga mutu produk yang dihasilkan dari pengerjaan pengukuran.

Akreditasi laboratorium merupakan suatu proses menuju pengakuan formal atas kemampuan laboratorium dalam melaksanakan tupoksi, visi dan misinya, kualitas keluaran lab, dan efisiensi kinerja lab dalam memenuhi persyaratan umum yang telah ditentukan. Bidang akreditasi laboratorium terdiri laboratorium penguji dan laboratorium kalibrasi. Akreditasi ISO/IEC 17025 : 2005 merupakan akreditasi laboratoruim yang menjelaskan prosedur dan mekanisme laboratorium. ISO/IEC 17025 ini mampu menerbitkan hasil uji/kalibrasi secara teknis dan valid, serta laboratorium mampu mengoperasikamn sistem manajemen secara teknis kompeten. Dalam sistem ini ada dua hal utama yang akan menjadi titik fokus, yaitu persamaan manajemen serta persyaratan teknis

Lokakarya dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan dibuka dengan sambutan dari ketua pelaksana Dr. Ir. Sri Murni Dewi, MS. Lokakarya ini dihadiri oleh jajaran dosen serta ketua laboratorium fakultas Teknik Universitas Brawijaya dan dipimpin oleh Dr. Eng. Devi Nuralinah ,ST., MT selaku moderator.

Lokakarya kali ini diisi oleh tiga pemateri. Pemateri pertama adalah Sugeng Raharjo, selaku Kepala Bidang Akreditasi Laboratorium Kalibrasi-BSN yang memberikan paparan mengenai “Penyusunan SOP Laboratorium”. Dilanjutkan dengan materi kedua yang disampaikan oleh Dr. Ir. Joni Kusnadi menerangkan mengenai latar belakang mengapa diperlukan suatu akreditasi laboratorium, manfaat yang akan didapatkan serta persyaratan manajemen dan teknis yang perlu dilakukan oleh organisasi dalam mencapai akreditasi laboratorium. Pemateri terakhir adalah Ir. Achmad Wicaksono selaku PJM Universitas Brawijaya yang membawakan materi tentang “Membangun Sistem Manajemen Mutu di Laboratorium Universitas Brawijaya”.

2

Lokakarya ini membahas mengenai cara maupun proses yang harus dijalankan untuk mendapatkan akreditasi Laboratorium. Persyaratan manajemen dipaparkan dalam lokakarya ini. Persyaratan tersebut meliputi manajemen organisasi, sistem manajemen, pengendalian dokumen, pelayanan terhadap konsumen, manajemen pengaduan yang terdapat di laboratorium yang menuntut pada tindakan pebaikan dan tindakan pencegahan terhadap sesutu yang tidak diinginkan serta tidak dilupakan untuk mengendalikan rekaman (pengumpulan atau pengarsipam rekaman mutu dan rekaman teknis).

Dalam mencapai akreditasi bertaraf internasional ini organissi atau laboratotium harus memiliki manual prosedur (MP). Manual prosedur merupakan pedoman tertulis pada setiap proses/unit kerja untuk menggerakan organisasi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. lokakarya ini menjelaskan mengenai prinsip-prinsip manual prosedur, jenis dan ruang lingkup MP serta formatnya.

Penyampaian materi yang diberikan memberikan banyak tanggapan positif dari perserta dan menciptakana suasana yang cukup aktif di ruang Sidang, Gedung A, Lantai 2 Jurusan Teknik Sipil, Universitas Brawijaya. Tanggapan tersebut terlihat dari banyaknya penanya yang bertanya. Setelah sesi tanya jawab selesai dilaksanakan penyerahan vendel kepada pemateri oleh pihak jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya.(Rahmi)

Workshop Peningkatan Pemahaman Akreditasi Internasional (AUN)

Workshop Peningkatan Pemahaman Akreditasi Internasional (AUN)

Pada kesempatan kali ini (Sabtu, 11 April 2015), Teknik Sipil Universitas Brawijaya menyelenggarakan workshop dengan tema “Peningkatan Pemahaman Akreditasi Internasional (AUN)”. Asean University Network (AUN) adalah sebuah asosiasi seluruh perguruan tinggi di Asia Tenggara yang bertujuan untuk meningkatkan atau menyamakan kualitas universitas-universitas di negara anggota ASEAN. AUN merupakan badan sertifikasi berupa Asessment Process yang akan menilai berdasarkan proses. Sedangkan Quality Assurance (QA) merupakan sistem peningkatan kualitas pendidikan. AUN-QA sendiri merujuk pada standar akreditasi internasional. Perguruan tinggi yang menempuh AUN-QA ini nantinya akan mendapatkan feedback berupa sertifikat dan program peningkatan kualitas pendidikan.

120858

Workshop dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dan dibuka dengan sambutan dari ketua pelaksana workshop yaitu Prof. Dr. Ir. Sri Murni Dewi, MS. Workshop dihadiri oleh jajaran dosen fakultas teknik Universitas Brawijaya dan dipimpin oleh Dr. Eng. Ming Narto selaku moderator.

Workshop kali ini diisi oleh tiga pemateri yaitu: Ir. Achmad Wicaksono selaku PJM Universitas Brawijaya yang membawakan materi tentang “Pengenalan Sistem Sertifikasi AUN-QA (Asean University Network – Quality Assurance) untuk Tingkat Program Studi“. Dilanjutkan dengan materi kedua mengenai “Preparing AUN-QA SELF-ASSESSMENT REPORT” oleh Prof. Satria Bijaksana selaku assesor AUN dari Indonesia, dan Ir. Luthfi Djafar, M.Eng, Ph.D dengan judul “ AUN QA Certification Program”.

120856

Workshop ini membahas mengenai kriteria penilaian AUN-QA. Kriterianya antara lain berdasarkan hasil pembelajaran yamg diharapkan, spesifikasi program, struktur program dan konten kontennya, strategi pembelajaran, penilaian dari siswa itu sendiri, kualitas staf akademis, dukungan kualitas.staff, dsb. Bahasan selanjutnya adalah mengenai penilaian score dari kriteria yang ada. Score yang tercantum menunjukan tingkat kualitas pendidikan di perguruan tinggi tersebut. UB yang memiliki misi untuk menjadi world class tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, sehingga perlu dipersiapkan segala sesuatunya untuk akreditasi tahun ini.

Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin oleh moderator. Sesi diskusi dibagi menjadi dua sesi dengan tiga pertanyaan dari peserta untuk masing-masing sesi. Pada sesi diskusi ini peserta aktif memberikan pertanyaan seputar materi yang dibahas.

 120864

Setelah sesi tanya jawab selesai dilaksanakan penyerahan vendel kepada pemateri oleh pihak jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya. Workshop yang diadakan hari ini diharapkan para peserta lebih memahami tentang AUN sehingga mampu memberikan dampak pada peningkatan kualitas prodi Teknik Sipil Universitas Brawijaya agar dapat bersaing di kancah internasional. (inka/valni/rahmi)

MEGA-PROYEK KALIBARU

MEGA-PROYEK KALIBARU

Kalibaru, Tj.Priok, Jakarta Utara merupakan pelabuhan masa depan Indonesia. Mengapa? Karena Indonesia siap menyongsong MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015. Alasan lain pembangunan megaproyek Kalibaru adalah pelabuhan Tanjung Priok I sudah overcapacity , sehingga membutuhkan pelabuhan baru.

Megaproyek pembangunan terminal peti kemas di Kalibaru Utara ini dikerjakan oleh PT. PEMBANGUNAN PERUMAHAN (PERSERO), TBK dengan nilai kontrak tahap I adalah Rp 9.029.674.888.708,40 atau USD 262.114.178,45. Lamanya pelaksanaan proyek tersebut adalah 50 bulan , terhitung dari 1 Oktober 2012 sampai dengan 30 November 2016. Megaproyek Kalibaru ini dibangun di pinggir laut dengan luasan 392 ha. Terminal peti kemas ini dapat menampung hingga 4,5 juta TEUs peti kemas. Pelabuhan peti kemas ini dapat disinggahi kapal E–class dengan jumlah peti kemas yang dibawa adalah 15.000 unit.

MP - 1MP - 2

Dengan semakin besarnya kapsitas peti kemas yang akan ditampung, maka pelabuhan ini pun dibangun dengan menggunakan cara-cara pelaksanaan yang lebih modern. Seperti contohnya saat pelaksanaan piling menggunakan bantuan GPS dan berbagai alat yang sudah memakai teknologi tinggi.

MP - 3

Pada upper structure proyek ini menggunakan precast concrete dan cast insitu. Jumlah dari precast concrete yang digunakan pada proyek ini sangat besar karena kebutuhan sangat banyak. Untuk memenuhi kebutuhan precast pada proyek , maka dibangunlah precast fabrication di dekat proyek tersebut.

MP - 5MP - 6

Selanjutnya pada pelaksanaan pekerjaan breakwater menggunakan sistem a-jack-fabrication yang berjumlah 79.293 nos dengan ukuran panjang 4000 m dan lebar 8 m. Breakwater ini dirancang dengan menggunakan tiang pancang yang terbuat dari bambu. Mengapa menggunakan material bambu? Bamu memiliki ketahan terhadap air yang lebih besar ketimbang beton. Untuk menjaga posisi batu tetap tidak berpindah maka dipasang matras bambu di atas tiang pancang, lalu dipasang batuan dengan bentuk 6 kaki. (arifa)

MP - 7MP - 8

 

 

Kalibaru – Tol Cisumdawu, Destinasi Study Excursie 2015

Kalibaru – Tol Cisumdawu, Destinasi Study Excursie 2015

Malang-Jakarta-Bandung menjadi jalur destinasi Study Excursie mahasiswa Teknik Sipil Universitas Brawijaya pada Jumat lalu. Kegiatan berlangsung selama 5 hari, dengan keberangkatan dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2015. Para peserta berkumpul lebih awal di depan pintu masuk Stasiun Kota Baru Malang untuk pembagian tiket kereta, pembagian nametag, dan absensi. Kereta berangkat tepat pukul 17.00 WIB dan tiba di Jakarta pada keesokan harinya pukul 09.00 WIB.

IMG_7635

Setibanya di Stasiun Pasar Senen, seluruh peserta dan dosen pendamping yang telah tiba terlebih dahulu dikondisikan untuk masuk ke dalam bus untuk melanjutkan perjalanan ke sebuah masjid untuk melaksanakan ishoma. Total terdapat 2 bus yang diisi oleh 121 peserta dengan 5 dosen pendamping. Kegiatan pertama setelah dilakukan ishoma adalah kunjungan ke PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) pada proyek Kalibaru. Kalibaru merupakan proyek pelabuhan barang sebagai perluasan dari Pelabuhan Tanjung Priok. Proyek 9T ini direncanakan selesai pada tahun 2016 untuk Tahap I.

IMG_7695

Diskusi dua arah dilakukan sambil turun langsung ke lapangan dengan menggunakan safety yang telah disediakan pihak Pelindo. Pada akhir kegiatan, para peserta dijamu dengan air minum dan snack sambil dilaksanakan sesi penjelasan dan tanya jawab. Antusias para peserta ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan dan disambut baik oleh pihak Pelindo. Kegiatan diakhiri dengan pemberian vandel sebagai cindera mata dan foto bersama. Kegiatan pada hari kedua diakhiri dengan melanjutkan perjalanan menuju wisma di Bandung sebagai tempat peristirahatan.

IMG_7660

Di hari ke-tiga, para peserta sedikit bersantai dengan berwisata ke kawasan Jalan Asia Afrika. Di sana dapat menikmati keindahan bangunan dan suasananya, serta dapat merasakan atmosphere dari Konferensi Asia Afrika yang baru saja berlangsung. Setelah cukup bersenang-senang, peserta kembali ke wisma karena kondisi cuaca yang kurang mendukung akibat turunnya hujan yang cukup deras. Setelah reda, kami dipersilahkan untuk pergi ke daerah Cihampelas untuk berbelanja dan free time di malam harinya.

Kegiatan di hari ke-empat adalah melakukan kunjungan ke proyek Jalan Bebas Hambatan Trans Jawa. Jalan tol sepanjang 60,11 km ini menghubungkan Cileunyi-Sumedang-Dawuan yang sering disingkat menjadi Tol Cisumdawu. Proyek ini memiliki laboratorium tanah sendiri yang berada di dekat direksi kit, sehingga untuk mendapatkan data agregat tanah dapat dengan mudah dilakukan sendiri. Kunjungan ini cukup singkat karena harus dikejar waktu untuk tiba di Jakarta sebelum pukul 15.00 WIB. Setelah penyerahan vandel dan foto bersama, peserta kembali melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Pasar Senen. Perjalanan kembali ke Malang dilakukan tepat pukul 15:15 dengan menggunakan kereta Matrmaja. Kereta tiba di Malang pukul 8 pagi dan para peserta kembali ke rumah masing-masing untuk persiapan melanjutkan rutinitas aktivitas kuliah pada hari itu.(Ifit)

IMG_7992