Browsed by
Month: November 2014

Jembatan KH. A. Fattah, dari Kompetisi Berbuah Manfaat

Jembatan KH. A. Fattah, dari Kompetisi Berbuah Manfaat

Senin, 24 November 2014, menjadi hari yang membanggakan bagi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, khususnya jurusan Teknik Sipil karena diresmikannya Jembatan KH. A. Fattah. Kerja keras dosen-dosen dan mahasiswa Teknik Sipil Universitas Brawijaya serta bantuan masyarakat tersebut, merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, kerjasama antara Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dengan Jawa Pos Radar Malang. Jembatan yang merupakan implementasi dari Jembatan Boomerang; pemenang Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) 2013 kategori Jembatan Baja ini, adalah jembatan yang menghubungkan Kecamatan Klojen dengan Kecamatan Lowokwaru, tepatnya bertempat di Jalan Mayjend. Pandjaitan Dalam (Jembatan Betek-Tembalangan).

IMG_04941

Acara peresmian Jembatan KH. A. Fattah dibuka dengan sambutan yang disampaikan Ir. Sugeng P. Budio, MS., selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya sekaligus pemrakarsa (ketua tim pelaksana) pembangunan Jembatan KH. A. Fattah. Sambutan kedua disampaikan oleh Direktur Jawa Pos Radar Malang, Ir. Kurniawan Muhammad. Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS., selaku Rektor Universitas Brawijaya, turut memberikan sambutan yang berisi harapan agar kerjasama dan perjuangan untuk membantu kemajuan pembangunan, khususnya di kota Malang ini terus berlanjut. H. Moch. Anton, Walikota Malang yang akrab disapa Abah Anton, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kerjasama antar elemen-elemen terkait pembangunan Jembatan KH. A. Fattah karena dapat bersama-sama membangun Kota Malang.

IMG_05011

Seusai sambutan-sambutan, acara peresmian jembatan dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Walikota Malang, yang menandai peresmian Jembatan KH. A. Fattah, serta pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur beroperasinya Jembatan KH. A. Fattah untuk lalu lintas kegiatan masyarakat. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Walikota Malang; H. Moch. Anton, Direktur Jawa Pos Radar Malang; Ir. Kurniawan Muhammad, Rektor Universitas Brawijaya; Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS., serta Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya; Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono, MT., sekaligus serah terima berita acara peresmian Jembatan KH. A. Fattah. Acara yang dihadiri elemen-elemen terkait; Pemerintah Kota Malang, Jawa Pos Radar Malang, perwakilan Universitas Brawijaya, dan tokoh-tokoh masyarakat, ditutup dengan acara ramah tamah.

KuliahTamu : Project Management Auto Road Algeria (PT WijayaKarya)

KuliahTamu : Project Management Auto Road Algeria (PT WijayaKarya)

Pada 4 November 2014, jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya Malang megadakan kuliah tamu bertemakan Project Management Auto Road Algeria. Materi kuliahtamu kali ini disampaikan oleh Ir. Destiawan Soewardjono, MBA selaku Direktur Operasi III PT WijayaKarya (Persero) Tbk. Beliau merupakan alumni jurusan Teknik Sipil yang berhasil menempati posisi penting PT WijayaKarya (Persero) Tbk. Hal ini salah satu yang mempengaruhi antusias mahasiswa jurusan Teknik Sipil untuk mengikuti kuliah tamu kali ini.Sejakpukul 07.30 bangku di Ruang Sidang Teknik Sipil sudah hampir penuh oleh para peserta. Dan pada kuliah tamu kali ini yang bertindak sebagai moderator adalah Bapak Saifoe El Unas, ST, MT .

Acara kuliah tamu dibuka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana kuliah tamu, lalu sambutan dari Ketua Himpunan Mahasiswa Sipil, dan yang terakhir sambutan dari Ketua Program Studi S1 Teknik Sipil Dr. Eng. Indradi Wijatmiko, ST., M.Eng. Setelah sambutan selesai disampaikan, PT WijayaKarya (Persero) Tbk menampilkan video profil perusahaan. Melalui video tersebut para peserta mendapat banyak informasi yang lebih rinci tentang PT WijayaKarya(Persero) Tbk, mulai dari visi misi hingga bidang bisnis yang dikelola serta kinerja keuangan. Setelah itu moderator membacakan perjalanan karir dari Bapak Destiawan mulai dari pendidikan hingga karirnya di PT WijayaKarya(Persero) Tbk.

Akhirnya acara masuk pada penyampaian materi oleh Bapak Destiawan tentang Project Management Auto Road Algeria. Proyek yang dimulai pada tahun 2007 ini merupakan proyek pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 1200 km. Pembangunan jalan ini dibuat dengan tujuan untuk menghubungkan perbatasan timur dan barat Afrika Utara. Dimana yang awalnya lama perjalanan yang ditempuh kurang lebih 7 jam, setelah dibangun auto road menjadi 3 jam.

1417218177939

Pada proyek ini pemerintah Aljazair selain menjalin kerjasamadengan PT WijayaKarya(Persero) Tbk, mereka juga bekerjasama dengan perusahaan kontarktor terkenal dari Jepang, Kajima. Dari 1200 km proyek yang akan dikerjakan, PT WijayaKarya(Persero) Tbk dipercaya untuk mengerjakan sebagian besar dari proyek tersebut. Dalam proyek ini dibagi menjadi 3 bagian, dimana perusahan Jepang mendapatkan pekerjaan 400km dari total panjang proyek. Alasan PT WijayaKarya(Persero) Tbk dipilih ialah karena memiliki pabrik beton precast sendiri. Dalam pelaksanaan proyek, PT WijayaKarya(Persero) Tbk memang memiliki andil yang cukup besar. Hal ini juga dapat dibuktikan dengan penyediaan pekerja untuk proyek periode 1 Juli 2007 sampai30 Juni 2010 sebanyak1.280 orang. Selain mengirimkan pekerja dari Indonesia, PT WijayaKarya(Persero) Tbk juga mengirimkan alat berat untuk menunjang pelaksanann proyek. Dan yang lebih membanggakan lagi, dari sekian banyak engineer yang terlibat dalam proyek ini ada beberapa alumni Jurusan Teknik Sipil yang ikut andil didalamnya.

Selama proyek berlangsung para pekerja lapangan terus dipantau keamanan, kesehatan serta mentalitasnya. Para pekerja pun dituntut untuk tetap bekerja secara disiplin karena setiap pukul 07.00 alarm dibunyikan dan akan ada kurang lebih 40 bus yang menjemput mereka dari tempat camp ke lokasi proyek. Di dalam bus, para pekerja tida kdiperbolehkan desak-desakan dan harus duduk pada bangku penumpang, hal ini bertujuan agar semua pekerja dapat bekerja secara baik dan nyaman saat tiba di lokasi proyek. Fasilitas camp yang sangat memadai dan nyaman juga disediakan bagi para pekerja, didalam camp tersebut sudah dilengkap idengan AC, fasilitas fitness room, karaoke room, soccer field, tennis field, volley field, dan masih banyak fasilitas lainnya. Camp tersebut juga tak luput dari fasilitas cafeteria 24 jam yang selalu menyediakan makanan lezat dan bergizi bagi pekerja.Kondisi sosial para pekerja pun tetap dipantau dan dikontrol, ikatan antara para pekerja dengan masyarakat juga terjalin dengan baik melalui acara yang diadakan oleh penduduk lokal dengan mengundang para pekerja.

Para pekerja juga kerap dihadapkan oleh resiko-resiko, mulai dari cuaca 4 musim dengan musim dingin yang ekstrim, kondisi sosial-budaya yang berbeda dengan Indonesia, perbedaanbahasa yang digunakan, minimnya lalu lintas ekspor impor barang, serta perbedaan standar kontrak dan teknis kerja yang dipahami. Namun, hal – hal tersebut dapat teratasi dengan baik. Mulai penyesuaian jadwal pekerjaan dengan keadaan cuaca disana, misalnya pada saat musim panas para pekerja diberikan makan sebanyak 5 kali untuk menjaga fisik para pekerja. Selain mengirimkan pekerja dari Indonesia dalam proyek ini ada campur tangan dari pekerja setempat. Cukup sulit untuk memperkenalkan sistem pekerjaan yang biasa dilakukan oleh pekerja Indonesia kepada mereka. Namun, lama kelamaan mereka mulai terbiasa dengan kerja lembur dengan upah yang cukup besar. Selain upah yang cukup besar para pekerja juga diantar untuk menuju rumah masing – masing.

Setelah materi tentang Project Management Auto Road Algeria diberikan, para peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan berdiskusi. Para peserta pun sudah siap dengan pertanyaannya.Pertanyaan yang diajukan pun bermacam-macam, namun tetap seputar tentang bagaimana standart proyek di internasional, prospek enginner wanita dalam dunia kontraktor, serta tips dan cara melakukan perkerjaan pembangunan pada cuaca ekstrim. Satu persatu pertanyaan pun dijawab dengan baik oleh Bapak Destiawan, sehingga pertanyaan yang disampaikan peserta dapat terjawab.

1417218189996

Waktu terus berjalan dan tiba pada penghujung acara. Banyak harapan yang diutarakan dari kuliah tamu kali ini. Salah satunya peserta memiliki kebanggan sebagai alumni Teknik Sipil Universitas Brawijaya. Selain itu agar para peserta bisa termotivasi untuk dapat bekerja di lapangan dengan daya saing yang baik.Dan ini merupakan bukti nyata bahwa lulusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya dapat bersaing dengan lulusan dari Universitas lain. (Inka/Valni)

Lagi, Teknik Sipil Universitas Brawijaya Raih Gelar Juara Umum KJI-X 2014

Lagi, Teknik Sipil Universitas Brawijaya Raih Gelar Juara Umum KJI-X 2014

Serangkaian acara KJI-X KBGI-VI ditutup dengan closing ceremony pada Minggu, 23 November 2014. Setelah pembebanan jembatan beton ringan selesai dilakukan, seluruh kontingen dipersilahkan untuk menikmati pameran display dari jembatan bentang panjang dan jembatan beton ringan di Dome UMM dan display KBGI di pitstop KBGI. Acara dibuka pukul 20.00 denganperformance band dari Pineapple Angora. Sambil menikmati lagu yang dibawakan, para supporter dikondisikan untuk duduk di tribun sesuai dengan kontingen masing-masing. Acara dilanjutkan dengan penampilan dari 15th project band. Kemeriahan semakin terasa saat seluruh kontingen menyorakkan yel-yelnya masing-masing.

IMG_7266

Kemudian mahasiswa Hubungan International UMM menampilkan tari gandrung yang merupakan tari tradisional asal Banyuwangi dan diikuti dengan pembacaan qoriah oleh Nur Imamah. Sambutan dilakukan oleh Ir. Sudarman, MT selaku ketua panitia KJI KBGI 2014, DR. Dyah Karmiyati, MSi selaku PR3 Universitas Muhammadiyah Malang, dan Yudi Harianto selaku Ditlitabnas Dirjen Dikti. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi Universitas Syiah Kuala Aceh sebagai pendatang baru berprestasi. Rangkaian acara sambutan yang terakir, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Nurul Humaldi.

Acara puncak dilakukan dengan pengumuman hasil pemenang. Untuk KJI kategori Jembatan Baja, Jembatan Beton Ringan, dan Jembatan Bentang Panjang dibacakan oleh Dr, Ir, Heru Purnomo, DEA. Untuk pengumuman pemenang KBGI dibacakan oleh Dr. Ir. Sigit Purnomo. Untuk juara umum Kompetisi Jembatan Indonesia mampu diraih oleh Universitas Brawijaya dan mempertahankan Piala Reka Cipta Titian Indonesia. Sementara untuk Kompetisi Bangunan Indonesia harus berpindah tangan kepada Institut Teknologi Sepuluh November dengan membawa pulang piala bergilir Reka Cipta Griya. Berikut adalah rekapitulasi hasil pemenang KJI X dan KBGI VI:

KJI X

JEMBATAN BUSUR

Kategori Nama Tim Nama Jembatan Kontingen
Terindah CreMONA 24 Kawung Bridge Universitas Negeri Malang
Implementasi Terbaik Sasak Diaspora Bumigora Universitas Mataram
Terkokoh I-Team Luna Bridge Institut Teknologi Sepuluh November
Juara III Kanya Andrepati Team Prasasya Bridge Universitas Jenderal Ahmad Yani
Juara II Hydarnes Team Athanatoi Bridge Universitas Brawijaya
Juara I I-Team Luna Bridge Institut Teknologi Sepuluh November

JEMBATAN BAJA

Kategori Nama Tim Nama Jembatan Kontingen
Terealistis CT-1 JembatanSoera Baja Institut Teknologi Sepuluh November
K3 Terlengkap Warrior-11 Katana Bridge Universitas Brawijaya
Tercepat Warrior-11 Katana Bridge Universitas Brawijaya
Terindah Warrior-11 Katana Bridge Universitas Brawijaya
Implementasi Terbaik Akusara Cadudasa Steel Adipati Karna Bridge Politeknik Negeri Jakarta
Terkokoh Warrior-11 Katana Bridge Universitas Brawijaya
Juara III Kuya Ksatria Ganesha Jembatan Bratasena Institut Teknologi Bandung
Juara II Warrior-11 Katana Bridge Universitas Brawijaya
Juara I Akusara Cadudasa Steel Adipati Karna Bridge Politeknik Negeri Jakarta

 

JEMBATAN BETON RINGAN

Kategori Nama Tim Nama Jembatan Kontingen
Terealistis Kuya Badhrika Ganesha Setu Caraka Ganesha Institut Teknologi Bandung
K3 Terlengkap Punakawan Team Petung Meluwung Bridge Universitas Brawijaya
Tercepat PunakawanTeam Petung Meluwung Bridge Universitas Brawijaya
Terindah Kuya Badhrika Ganesha Setu Caraka Ganesha Institut Teknologi Bandung
Implementasi Terbaik Punakawan Team Petung Meluwung Bridge Universitas Brawijaya
Terkokoh Punakawan Team Petung Meluwung Bridge UniversitasBrawijaya
Juara III
Juara II Kuya Badhrika Ganesha Setu Caraka Ganesha Institut Teknologi Bandung
Juara I Punakawan Team Petung Meluwung Bridge Universitas Brawijaya

KBGI VI

Kategori Nama Tim Nama Bangunan Kontingen
Estetika/Keindahan Trisula Team Rajawali Building Universitas Brawijaya
Inovasi Dalam Rancang Bangun Blessing Maranatha 2012 Rumah Joglo Perjuangan Surabaya Institut Teknologi Sepuluh November
Kesesuaian Impelementasi terhadap Rancangan Bimasena Jowo Karach Universitas Negeri Jogjakarta
Kinerja Struktural Blessing Maranatha 2012 Rumah Joglo Perjuangan Surabaya Institut Teknologi Sepuluh November
Metode Pelaksanaan Konstruksi Terbaik Blessing Maranatha 2012 Rumah Joglo Perjuangan Surabaya Institut Teknologi Sepuluh November
Juara III Trisula Team Rajawali Building Universitas Brawijaya
Juara II Rajaswa Dewa Kirana Dewa Politeknik Negeri Bandung
Juara I Blessing Maranatha 2012 Rumah Joglo Perjuangan Surabaya Institut Teknologi Sepuluh November

 IMG_7281

Euforia seluruh komponen di KJI & KBGI 2014 sangatlah terasa setelah pembacaan seluruh pemenang oleh ketua dewan juri masing-masing kontingen KJI & KBGI. Supporter masing-masing kontingen meneriakkan yel-yel yang menunjukkan rasa lega dan bangga terhadap perjuangan teman-teman mereka dalam kompetisi ini. Di akhir penutupan, terdapat wakil dari Universitas Sumatra Utara yang meminta seluruh supporter di Dome UMM untuk mengucapkan selamat ulang tahun, dikarenakan USU akan merayakan Dies Natalis yang ke-55 tahun. Untuk pelaksanaan KJI & KBGI tahun 2015 belum diumukan, karena harus dirundingkan terlebih dahulu dengan pihak-pihak yang terkait. (Retno/Ifit/Adel)

”Petung Meluwung” Bridge oleh Tim Punakawan dalam Kompetisi Jembatan Beton Ringan

”Petung Meluwung” Bridge oleh Tim Punakawan dalam Kompetisi Jembatan Beton Ringan

Kompetisi jembatan indonesia menampilkan wajah yang baru kali ini. Dengan mengusung tema jembatan kokoh, ringan, dan awet, kompetisi jembatan indonesia yang pada tahun-tahun sebelumnya terbagi menjadi 3 kategori yaitu kategori jembatan baja, jembatan kayu dan jembatan bentang panjang, pada KJI 2014 kategori jembatan kayu diganti menjadi jembatan beton. Meskipun kategori jembatan beton baru diadakan, tidak menggurangi antusiasme peserta untuk berpartisipasi. Terlihat dari finalis yang lolos berjumlah 8 tim, yang diantaranya berasal dari: Politeknik Negeri Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Malang, Institut Teknologi Bandung, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Syiah Kuala, Institut Teknologi Nasional Bandung, dan Universitas Brawijaya.

Pada hari kedua penyelenggaraan KJI KBGI 2014, atau tepatnya pada hari minggu, 23 November 2014 kompetisi jembatan beton dilaksanakan. Bertempat di Dome Universitas Muhammadiyah Malang, teknik sipil universitas brawijaya mempercayakan tim punakawan untuk bersaing dengan universitas lain dari seluruh indonesia. Persiapan kompetisi dimulai pada pukul 08.15, dengan pembukaan segel oleh peserta dan kru. Setelah persiapan selesai dilakukan, pada pukul 09.22 perakitan jembatan beton dimulai.

IMG_9118

Selama proses perakitan jembatan beton, area kompetisi harus steril, hanya peserta, dosen pembimbing, wasit beserta juri yang diperbolehkan masuk ke dalam area perakitan. Estimasi waktu perakitan jembaan yang diberikan sebesar 120 menit. Saat perakitan, para suporter tidak henti-hentinya memberikan semangat kepada tim kesayangan masing-masing, terlihat dari yel-yel yang terus disuarakan sepanjang proses perakitan. Dengan penuh perjuangan tim punakawan yang terdiri dari aristo, christo, hadi dan ferry bersama prof. Dr. Ir. Sri murni dewi, MS selaku dosen pembimbing terus merakit jembatan mereka hingga tepat di menit ke 50 lebih 22 detik tim punakawan berhasil menyelesaikan jembatan dan berhasil menjadi tim tercepat yang menyelesaikan perakitan jembatan.

Setelah perakitan selesai selanjutnya masuk pada tahap pembebanan. Pembebanan yang dijadwalkan pukul 12.30 wib harus tertunda kurang lebih 3 jam lamanya dikarenakan kendala teknis. Sehingga pembebanan baru dimulai pukul 15.48 wib.Proses pembebanan dilakukan ditengah bentang dengan beban maksimum 500 kg. Jembatan petung meluwung, yang merupakan jembatan tim punakawan menghasilkan lendutan pada beban maksimum sebesar 2,70 mm dari batas maksimum lendutan yang diperbolehkan sebesar 4 mm.

“ya kendala yang dihadapi cukup banyak dari awal pembuatan proposal, pembuatan beton, pergantian launcher sampai dengan hari pelaksanaan. Tapi saya sangat bersyukur karena lendutan yang didapat lebih kecil dari lendutan pada saat latihan. Semoga hasil yang didapatkan merupakan hasil yang terbaik.”, ujar aristo,finalis jembatan beton.

Besar harapan disampaikan oleh para finalis tim punakawan untuk peserta selanjutnya. Seperti yang disampaikan oleh aristo bahwa semoga kedepannya peserta akan jauh lebih baik. Karena pada kenyataan nantinya bukan hanya bersaing dengan anak anak nasional, melainkan internasional. Christo juga menambahkan untuk para finalis selanjutnya harus dimatangkan lagi persiapannya, mulai dari pembuatan proposal. Proposal harus dikerjakan dengan semaksimal mungkin, dan jangan sampai mengulur waktu. semoga teknik sipil universitas brawijaya bisa membawa pulang kembali piala kemenangan (rahma/rahmi/inka)

IMG_9159

”Warrior Team” Peroleh Hasil Lendutan Terkecil pada Jembatan Baja KJI X

”Warrior Team” Peroleh Hasil Lendutan Terkecil pada Jembatan Baja KJI X

(Sabtu, 22/11/2014) Dilaksanakan serangkaian acara KJI X dan KBGI ke VI, setelah sebelumnya (Jumat, 21/11/14) telah dilaksanakan opening ceremony serta presentasi dari setiap tim yang lolos. Universitas Muhammadiah Malang adalah universitas yang diberi kesempatan oleh DIKTI untuk menjadi tuan rumah KJI dan KBGI 2014.

KJI tahun ini mengambil tema “ Jembatan Kuat, Awet , dan Kokoh”, dengantujuan untuk mendorong dan menumbuh-kembangkan kreativitas mahasiswa dalam bidang perancangan dan konstruksi jembatan. Kompetisi Jembatan Indonesia akan memperebutkan Piala Reka Cipta Titian Indonesia dan Reka Cipta Griya Indonesia dari Menteri Pendidikan Nasional dengan komponen penilaian meliputi:

  1. struktur jembatan terindah,
  2. metode pelaksanaan terealistis,
  3. struktur jembatan teringan,
  4. dan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terlengkap.

Kategori Kompetisi Jembatan Indonesia ke- 10 meliputi : Jembatan Baja, jembatan beton, dan jembatan busur. Perguruan tinggi yang masuk final dalam KJI X meliputi : ITS, ITB, Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Semarang, Universitas Brawijaya dan Universitas Indonesia.

Universitas Brawijaya yang telah dua tahun berturut- turut menjadi juara umum KJI, tahun ini memberangkatkan team Warrior-11 dengan nama jembatan “Katana Bridge”. Pukul 10:00 perakitan jembatan baja oleh 8 team dimulai, sorak- sorai suporter dari setiap team semakin menambah kemeriahan kompetisi di Dome UMM pagi itu. Menit ke 32:21 Team Warrior-11 dengan eksekutor: Rifqi Eka F, Arif Lukman Hakim, Muhammad Atourrahman, dan Ichvan Danny K adalah team pertama yang memasuki tahap launching akan tetapi pada finishing team”Abihinaya” dari Politeknik Negeri Semarang menyelesaikan terlebih dulu pada menit 40:49 sedangkan jembatan “Katana Bridge” menyelesaiakan pada menit 43:36.

Rifqi Eka F, salah satu eksekutor dari team Warrior-11 menuturkan bahwa kesulitan yang dihadapi timnya selama persiapan adalah pada saat penggambaran desain karena harus membuat gambar sedetailnya sehingga menghabiskan banyak waktu, pemilihan launcher baru H-7 serta mengompakan tim work untuk menyatukan jadwal masing – masing yang sedikit sulit. Menurut timnya secara keseluruhan sudah sesuai dengan ekspetasi mereka.

IMG_7129

Setelah melakukan perakitan jembatan, tepat pukul 13:55 KJI X kategori jembatan baja dilanjutkan dengan proses pembebanan. Pembebanan dilakukan pada seperempat bentang dan setengah bentang dan beban maksimum yaitu 400kg.Diawali Oleh tim dari Politeknik Negeri Semarang dengan jembatan “Parakrami” sayangnya, pada pembebanan seperempat bentang dengan beban 400kg pembebanan harus dihentikan karena lendutan sudah melawati batas maksimum yaitu 7mm. Tim bimbingan Bapak Ari Wibowo, ST., MT., Ph.D mendapat urutan ke 3 untuk proses pembebanan dengan hasil pada seperempat bentang dengan beban 400kg yaitu 2,98 mm dan setengah bentang dengan beban 400kg dengan lendutan 3,64 mm. Score tertinggi pada proses pembebanan diperoleh oleh Politeknik Negeri Bandung dengan lendutan terbesar 2,72mm.

Hasil akhir dari KJI X akan diumumkan pada Minggu, 23 November 2014. Besar harapan seluruh keluarga besar Teknik Sipil Universitas Brawijaya pada kompetisi ini, seluruh tim telah memberikan usaha yang maksimal demi mempertahankan gelar juara umum yang telah diraih dalam 2 tahun terakhir . (Christiovalni/Retno/Filki)

Pengabdian Masyarakat di Desa Ngabab, “Dedikasi Untuk Negeri”

Pengabdian Masyarakat di Desa Ngabab, “Dedikasi Untuk Negeri”

Pengabdian masyarakat merupakan salah satu rangkaian kegiatan Civil Fiesta 2014. Kegiatan yang mengusung tema “Dedikasi untuk Negeri” ini, mengerahkan segenap KBMS dan masyarakat Dusun Torong-Ngabab untuk bekerjasama memperbaiki PAUD Permata Hati Dusun Torong-Ngabab Pujon Malang

Pengabdian Masyarakat yang dipelopori mahasiswa Teknik Sipil Universitas Brawijaya terselenggara pada 16 November 2014. Bertempat di Dusun Torong-Ngabab Pujon Malang, KBMS beserta masyarakat sekitar bekerjasama memperbaiki PAUD Permata Hati. Antusiasme mahasiswa terlihat sejak pukul 05.30 WIB berkumpul di depan Himpunan Mahasiswa Sipil dan bersama-sama menuju lokasi. Beberapa mahasiswa bahkan sudah menginap dan mempersiapkan segala keperluan di lokasi sehari sebelumnya.

Peserta tiba di lokasi pukul 07.30 WIB dan langsung terbagi menjadi dua kelompok, terdiri atas mahasiswa putra yang bertugas menangani proyek dan mahasiswa putri yang bertugas memasak serta bermain bersama adik-adik PAUD. Proyek yang terdiri dari pengecatan, pembuatan pagar, serta bersih-bersih desa, juga dibantu oleh warga sekitar. Dengan semangat para mahasiswa putra mulai mengerjkan pekerjaan masing – masing. Pekerjaan ini dibagi menjadi beberapa kelompok, ada yang bersama warga melakukan bersih desa. Ada sekelompok mahasiswa putra yang bekerja sama membuat pagar bambu. Dan bagian lainnya melakukan pengecatan.

Mahasiswa putri yang bertugas memasak dan rekreasi dengan adik-adik PAUD tak kalah antusiasnya. Rekreasi desa yang terdiri atas tiga pos pemberhentian ini berisi hiburan yang berupa kegiatan bernyanyi bersama pada pos 1, melatih sistem motorik adik-adik pada pos 2, dan meriew kegiatan yang sudah dilakukan pada pos 3. Keceriaan terpancar dari wajah mungil adik – adik PAUD Permata Hati. Mereka sangat menikmati permainan yang diberikan oleh mahasiswa putri. Tak cukup dengan rekreasi desa acara bermain sambil belajar ini dilanjutkan dengan kegiatan mewarnai dan menonton film kartun bersama. Mungkin untuk anak seusia mereka kartun merupakan tontonan yang tepat, kurangnya porsi acara hiburan televisi untuk mereka menggugah panitia untuk memenuhi kebutuhan hiburan untuk mereka. Dengan baju seragam kebanggan mereka, adik – adik PAUD Permata Hati mengikuti rangkaian acara dengan penuh keceriaan.

          IMG_0240

Sedikit menengok sejarah PAUD Permata Hati. PAUD yang berdiri sejak tahun 2004 ini, terdiri atas dua kelompok kelas, yaitu A dan B, yang terbagi berdasarkan umur, dan hanya terdapat satu pengajar, yaitu Ibu Isna. Setiap kelompok kelas kurang lebih terdiri atas 15 murid. Menurut beliau, kegiatan Pengabdian Masyarakat ini sangat membantu menciptakan kenyamanan lebih dalam proses belajar mengajar. “Ruangan sebenarnya tidak terlalu penting, yang penting adalah proses belajarnya, tetapi ruangan yang bersih akan membuat lebih nyaman”, ungkap beliau.

Proses belajar mengajar harus terbagi menjadi 2 dikarenakan hanya terdapat satu pengajar sementara ada dua kelompok kelas. Proses awal dan akhir pembelajaran biasanya akan digabung langsung oleh Ibu Isna, selanjutnya murid-murid kelas A akan masuk terlebih dahulu dan dilanjutkan proses belajar mengajar untuk murid kelas B seusai istirahat.Hal ini berlangsung selama beberapa tahun sejak berdirinya PAUD ini.

Antusiasme warga memberikan semangat lebih bagi para mahasiswa. Kegiatan yang awalnya hanya berupa program kerja, akhirnya dapat terealisasi dan memberikan manfaat untuk orang lain. Walau sempat mengalami kesulitan diawal, namun saat hari pelaksanaan jumlah SDM yang ada dapat bekerjasama dengan baik. Terbukti dari proses pekerjaan perbaikan yang selesai lebih cepat dari timeline yang direncanakan. Selain itu, target-target yang diinginkan pun tercapai dengan baik. “Kami berharap kerjasama ini dapat terus terjaga, dan apa yang sudah kami lakukan dapat bermanfaat untuk adik-adik dan warga sekitar”, tutur Adven, selaku Sekretaris Umum acara Pengabdian Masyarakat.

Dengan terlaksananya acara ini semoga bermanfaat untuk masyarakat khususnya masyarakat Dusun Torong – Ngabab Pujon Malang. Selain itu, ini merupakan cara untuk memenuhi Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Dimana mahasiswa harus mampu bersosialisasi dengan masyarakat dan mampu berkontribusi nyata. (Rahma/Arifa)