Browsed by
Month: September 2014

Kuliah Tamu “Kebijakan Pengaturan Jasa Konstruksi dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean”

Kuliah Tamu “Kebijakan Pengaturan Jasa Konstruksi dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean”

IMG-20140925-WA0023

25 September 2014,  jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya mengadakan kuliah tamu bertajuk Kebijakan Pengaturan Jasa Konstruksi dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean. Kuliah tamu ini diisi oleh pemateri Wakil Ketua I LPJKN (Lembaga Pengadaan Jasa Konstruksi Nasional), Dr. Ir. Putut Marhayudi. Pukul 08.30, Ruang Survey dan Geologi jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya telah dipenuhi oleh mahasiswa dari berbagai angkatan yang ingin mengetahui lebih dalam tentang Kebijakan Pengaturan Jasa Konstruksi. Hal ini menjadi salah satu latar belakang diadakannya kuliah tamu ini, yaitu kurangnya mata kuliah yang didapatkan oleh mahasiswa pada kurikulum sekarang ini.

 

Materi pertama yang diberikan oleh bapak yang kerap disapa Dr. PM ini adalah mengenai peluang dan tantangan bisnis konstruksi. Dijelaskan bahwa global competitiveness Index Indonesia di bidang infrastruktur berada pada peringkat ke-56 dari 148 negara. Meskipun peringkat ini masih berada di bawah negara tetangga yaitu Malaysia, namun Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Salah satu penyebabnya adalah terus meningkatnya permintaan percepatan pembangunan infrastruktur di 518 kabupaten / kota dalam 34 propinsi di Indonesia. Peningkatan permintaan percepatan pembangunan infrastruktur ini memberi dampak positif terhadap peningkatan growth economy, penurunan kemiskinan, serta peningkatan lapangan kerja.

IMG-20140925-WA0050Percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak lepas dari angka nilai kapitalisasi yang juga terus meningkat. Nilai kapitalisasi sendiri adalah anggaran untuk membangun infrastruktur yang di dalamnya terdapat sektor konstruksi. Nilai kapitalisasi sektor konstruksi di Indonesia mengalami peningkatan seperti terlihat pada tahun 2009, angka nilai kapitalisasi Indonesia hanya mencapai 170 Triliun, sedangkan pada tahun 2013, angka ini meningkat menjadi 390 Triliun. Hal ini membuktikan negara kita sedang mengalami proses metamorfosis dari negara berkembang menjadi negara maju.

Dalam hal pasar jasa konstruksi, Indonesia menjadi negara terbesar di wilayah ASEAN. Bahkan republik ini kerap menjadi pasar jasa konstruksi yang paling menguntungkan di wilayah ASEAN dengan angka $ 267 Billion. China yang merupakan pasar jasa konstruksi terbesar di Asia, memiliki 60.000 tenaga konstruksi dari total empat miliar penduduk. Jika dibandingkan dengan Indonesia yang memiliki 110.000 tenaga konstruksi dari hampir 300 juta penduduk, tentu persaingan di bidang konstruksi di negara tersebut tidaklah ketat berbeda dengan Indonesia. Hal ini haruslah memotivasi kita agar menjadi kontraktor yang berkualitas tinggi demi bertahan dalam persaingan yang cukup ketat.

Kuantitas dari Kontraktor dan Konsultan tidaklah sebanding. Di Indonesia sendiri jumlah kontraktor sekitar 104.000 orang. Sedangkan untuk konsultan sekitar 6000 orang. Namun dari kedua pekerjaan tersebut, terdapat kualifikasi yang berbeda. Untuk kontraktor, kualifikasi besar hanya 1%, menengah 12%, dan kecil sebesar 87%. Konsultan sendiri memiliki kualifikasi besar sebanyak 4%, menengah 7%, dan kecil 89%. Melihat hal tersebut, kita sebagai penerus bangsa haruslah ikut serta dalam meningkatkan kualifikasi besar. Mengingat lapangan pekerjaan di bidang konstruksi adalah lapangan pekerjaan terbesar ke 5 di Indonesia.

 

Setelah sekitar satu jam materi diberikan, peserta diberi kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi. Berbagai pertanyaan seputar peraturan, persyaratan mendapatkan sertifikat profesi dan keahlian, hingga kualitas pekerja Indonesia dilontarkan oleh mahasiswa peserta kuliah tamu. Dari kuliah tamu ini diharapkan para peserta dapat termotivasi untuk menjadi tenaga kerja bahkan tenaga ahli di bidang konstruksi yang berkualitas dan mau belajar di luar dunia perkuliahan.

IMG-20140925-WA0031