Browsed by
Month: December 2013

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIJAYA MENYABET GELAR JUARA UMUM KJI IX & KBGI V 2013

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIJAYA MENYABET GELAR JUARA UMUM KJI IX & KBGI V 2013

Kemeriahan dan semangat ditunjukkan para supporter pada Closing Ceremony KJI IX & KBGI V 2013. Acara diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof. Bisri dan Ketua Rektorat Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito. Dilanjutkan dengan lantunan beberapa lagu yang dibawakan oleh tim paduan suara dan dilanjutkan penampilan dari marching band. Kemeriahan terus bertambah dengan naiknya unitantri ke atas panggung dengan tarian Aceh, yakni tari Saman.

Pada akhir acara diumumkan para pemenang dari masing-masing kategori yang dilombakan dalam KJI IX dan KBGI V 2013. Berikut adalah rekapitulasi hasil pemenang :

KJI IX

KATEGORI JEMBATAN BUSUR

Juara I   : Tim Sayaka Dewa dari Politeknik Negeri Bandung
Juara II  : Tim O-Project dari Institut Teknologi 10 November
Juara III : Tim Sekar Mahawaskita dari Institut Teknologi Bandung
Juara Kategori Terkokoh : Tim Sayaka Dewa dari Politeknik Negeri Bandung
Juara Kategori Implementasi Terbaik : Tim Tido dari Universitas Indonesia
Juara Kategori Terindah : Tim Arundaya dari Universitas Brawijaya

KATEGORI JEMBATAN KAYU

Juara I   : Tim CreMona dari Universitas Negeri Malang
Juara II  : Tim Citra S-54 dari Institut Negeri 10 November
Juara III : Tim Edelweiss dari Universitas Brawijaya
Juara Kategori Terkokoh : Tim Citra S-54 dari Institut Negeri 10 November
Juara Kategori Implementasi Terbaik : Tim CreMona dari Universitas Negeri Malang
Juara Kategori Terindah : Tim Edelweiss dari Universitas Brawijaya
Juara Kategori Tercepat : Tim Reswara Dewa dariPoliteknik Negeri Bandung
Juara Kategori K3 Terlengkap : Tim Edelweiss dari Universitas Brawijaya
Juara Kategori Terealistis : Tim Edelweiss dari Universitas Brawijaya

KATEGORI JEMBATAN BAJA

Juara I   : Tim Ken Arok dari Universitas Brawijaya
Juara II  : Tim Palibaya Wilwatikta dari Universitas Jenderal Ahmad Yani
Juara III : Tim Balaputra Dewa dari Politeknik Negeri Bandung
Juara Kategori Terkokoh  : Tim Balaputra Dewa dari Politeknik Negeri Bandung
Juara Kategori Implementasi Terbaik : Tim Balaputra Dewa dari Politeknik Negeri Bandung
Juara Kategori Terindah : Tim Ken Arok dari Universitas Brawijaya
Juara Kategori Tercepat : Tim Ken Arok dari Universitas Brawijaya
Juara Kategori K3 Terlengkap : Tim Ken Arok dari Universitas Brawijaya
Juara Kategori Terealistis : Tim Ken Arok dari Universitas Brawijaya

KBGI V

Juara I  : Tim Garuda dari Universitas Brawijaya
Juara II : Tim Bumi dari Universitas Indonesia
Juara III : Tim Kuya Gardapati Sastra dari Institut Teknologi Bandung
Juara Kategori Estetika : Tim Garuda dari Universitas Brawijaya
Juara Kategori Inovasi Dalam Rancangan Bangun : Tim I.Y.A dari Universitas Muhammadiyah Malang

Juara Kategori Kinerja Struktural : Tim Garuda dari Universitas Brawijaya
Juara Kategori Keseuaian Implementasi Terhadap Rancangan : Tim Garuda dari Universitas Brawijaya
Juara Kategori Metode Pelaksanaan : Tim Garuda dari Universitas Brawijaya

UJI PEMBEBANAN JEMBATAN KAYU

UJI PEMBEBANAN JEMBATAN KAYU

Setelah melakukan perakitan jembatan, dilakukan uji pembebanan  terhadap jembatan kayu. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kekokohan dari jembatan masing-masing tim peserta KJI. Jembatan kayu yang dipertandingkan ini memiliki bentang sepanjang 4 m dan dirancang untuk pejalan kaki. 8 tim yang mengikuti kompetisi ini diberi waktu 100 menit untuk perakitannya. Tim tercepat yang berhasil menyelesaikan perakitan adalah Politeknik Negeri Bandung, disusul oleh Institut Teknologi Bandung dan Universitas Mataram. Untuk uji beban yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan pengujian beban pada jembatan baja, hanya saja beban yang diberikan sebesar 250 kg dengan lendutan maksimal 10 mm. Berikut adalah rekapitulasi nilai lendutan di ¼ bentang  kategori jembatan kayu :

  1. Tim Reswara Dewa dari Politeknik Negeri Bandung lendutan sebesar 1,71 mm
  2. Tim Koya Danta Kunjara dari ITB lendutan sebesar 5,80 mm.
  3. Tim Sasambo dari Universitas Mataram lendutan sebesar 5,18 mm
  4. Tim Edelwiss dari UB lendutan sebesar 1,17 mm
  5. Tim Cremona dari UM lendutan sebesar 1,32 mm
  6. Tim Citra s-54 dari ITS lendutan sebesar 1,28 mm
  7. Tim Bhuumi Naara Bayu dari UI lendutan sebesar 1,76 mm
  8. Tim Niskala dari PNJ lendutan sebesar 2,70 mm

Rekapitulasi nilai lendutan dengan beban maksimum 250 kg di ½ bentang :

  1. Tim Reswara Dewa dari Politeknik Negeri Bandung lendutan sebesar 2,21 mm
  2. Tim Koya Danta Kunjara dari ITB lendutan sebesar 9,01 mm.
  3. Tim Sasambo dari Universitas Mataram lendutan sebesar 7,72 mm
  4. Tim Edelwiss dari UB lendutan sebesar 1,42 mm
  5. Tim Cremona dari UM lendutan sebesar 1,55 mm
  6. Tim Citra s-54 dari ITS lendutan sebesar 1,56 mm
  7. Tim Bhuumi Naara Bayu dari UI lendutan sebesar 2,89 mm
  8. Tim Niskala dari PNJ lendutan sebesar 3,95 mm

Untuk kompetisi KBGI, miniatur bangunan dibuat dengan skala 1:6 dan dirancang sedemikian rupa agartahan terhadap gempa. Sesi ketiga yang diikuti oleh 3 tim ini berasal dari Politeknik Negeri Bandung, Universitas Indonesia, dan Universitas Jend. Ahmad Yani. Peserta diberi waktu 3 jam untuk perakitannya. Uji beban dilakukan dengan cara dan tahapan yang sama dengan uji beban yang dilakukan pada sesi-sesi sebelumnya. Sayangnya, ketiga tim tersebut mengalami collapse (deformasi horizontal yang dihasilkan melebihi ketentuan : 10 mm). Berikut rekapitulasi data defleksi horizontal :

  1. Tim Manggala Dewa dari Politeknik Negeri Bandung : 14,02 mm di kg ke 45
  2. Tim Bumi dari Universitas Indonesia : salah satu IPDT mencapai nilai 10,03 mm di kg ke 60
  3. Tim IMR team dari Universitas Jend. Ahmad Yani : salah satu IPDT mencapai nilai 10.8 mm di kg ke 75
SEMAKIN DEKATNYA SANG JUARA KJI IX & KBGI V 2013

SEMAKIN DEKATNYA SANG JUARA KJI IX & KBGI V 2013

(Dari atas kiri ke kanan suporter dari UI, UM, UB dan Unjani)

Minggu (01/12/13) Hari terakhir di perlombaan KJI IX dan KBGI V masih diselimuti antusias dari para peserta maupun suporter masing-masing tim. Pada kategori jembatan kayu, tampak para supporter mengumandangkan yel-yel dari masing-masing instansi dengan  penuh semangat. Tidak hanya itu, para supporter KJI IX & KBGI V 2013 terlihat menjunjung tinggi persaudaraan, hal ini terlihat dari kekompakan mereka dalam menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya dan saling mendukung dalam memberikan dukungan untuk tim lain. Hal ini mengundang decak kagum dari seluruh hadirin yang hadir baik dari juri, peserta, dan panitia KJI IX & KBGI V 2013.

Di hari sebelumnya, dilaksanakan KBGI sesi 2 yang melibatkan peserta dari Universitas Muhammadiyah Malang dengan timnya yang bernama I.Y.A. , Universitas Mataram dengan timnya yang bernama Tambora dan Institut Teknologi Bandung yang menamakan diri mereka Kuya Gardapati Sastra. Dari ketiga universitas tersebut,bangunan mereka tidak ada yang memenuhi dari standar yang diijinkan oleh juri perlombaan sehingga mengalami kolaps.

Dan sampai pada hari ini masih dilaksanakan KBGI untuk sesi yang ke-3 yang diikuti oleh peserta dari Politeknik Negeri Bandung dengan Manggala Dewa, Universitas Jendral Achmad Yani dengan IMR Team, dan Universitas Indonesia dengan timnya Bumi.

(Politeknik Negeri Bandung selesai dengan waktu tercepat)

Sementara untuk KJI kayu berlangsung dengan meriah pula. Perolehan waktu yang tercepat diraih oleh Politeknik Negeri Bandung dengan catatan waktu 21 menit 11 detik. Posisi kedua adalah Koya Danta Kunjara ITB dengan waktu 32 menit 29 detik. Posisi ketiga Sasambo Universitas Mataram dengan pencapaian waktu 42 menit 42 detik, posisi keempat adalah tuan rumah Edelwiss dari UB dengan waktu 44 menit 15 detik. Posisi kelima ada Cremona UM dengan waktu 54 menit 12 detik dan yang keenam Citra s-54 ITS dengan pencapaian waktu 1 jam 33 menit. Dan di posisi terakhir ada Bhuumi Naara Bayu UI dengan waktu 1 jam 37 menit. Untuk peserta dari Politeknik Negeri Jakarta dinyatakan gugur karena jembatan yang dibuat jatuh.

(Jembatan Politeknik Negeri Jakarta yang dinyatakan gugur)

Untuk kriteria jembatan kayu, kategori yang diperebutkan para peserta adalah jembatan terkokoh, jembatan dengan kesesuaian implementasi terhadap rancangan terbaik, Jembatan terindah, waktu pelaksanaan tercepat, K3 terlengkap, metode konstruksi terealistis. Bapak Ginardi dari Maranata yang merupakan salah satu juri dari jembatan kayu, berpesan yang penting dari perakitan jembatan kayu adalah kerja tim yang baik di lapangan. Pendapat beliau tentang penyelenggaraan KJI IX & KBGI V 2013 sangat baik dalam manajemen. Dan harapannya pemenang tahun ini masih bisa mengikuti tahun depan untuk bersaing kembali terutama untuk Indonesia Timur.

SEMAKIN DEKATNYA SANG JUARA KJI IX & KBGI V 2013

Text Box: Kemeriahan supporter Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitasnegeri Malang

Supporter dari Universitas Jendral Ahmad Yani

Minggu (01/12/13) Hari terakhir di perlombaan KJI IX dan KBGI V masih diselimuti antusias dari para peserta maupun suporter masing-masing tim. Pada kategori jembatan kayu, tampak para supporter mengumandangkan yel-yel dari masing-masing instansi dengan  penuh semangat. Tidak hanya itu, para supporter KJI IX & KBGI V 2013 terlihat menjunjung tinggi persaudaraan, hal ini terlihat dari kekompakan mereka dalam menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya dan saling mendukung dalam memberikan dukungan untuk tim lain. Hal ini mengundang decak kagum dari seluruh hadirin yang hadir baik dari juri, peserta, dan panitia KJI IX & KBGI V 2013.

Di hari sebelumnya, dilaksanakan KBGI sesi 2 yang melibatkan peserta dari Universitas Muhammadiyah Malang dengan timnya yang bernama I.Y.A. , Universitas Mataram dengan timnya yang bernama Tambora dan Institut Teknologi Bandung yang menamakan diri mereka Kuya Gardapati Sastra. Dari ketiga universitas tersebut,bangunan mereka tidak ada yang memenuhi dari standar yang diijinkan oleh juri perlombaan sehingga mengalami kolaps.

Dan sampai pada hari ini masih dilaksanakan KBGI untuk sesi yang ke-3 yang diikuti oleh peserta dari Politeknik Negeri Bandung dengan Manggala Dewa, Universitas Jendral Achmad Yani dengan IMR Team, dan Universitas Indonesia dengan timnya Bumi.

Text Box: Politeknik Negeri Bandung selesai dengan waktu tercepat

Sementara untuk KJI kayu berlangsung dengan meriah pula. Perolehan waktu yang tercepat diraih oleh Politeknik Negeri Bandung dengan catatan waktu 21 menit 11 detik. Posisi kedua adalah Koya Danta Kunjara ITB dengan waktu 32 menit 29 detik. Posisi ketiga Sasambo Universitas Mataram dengan pencapaian waktu 42 menit 42 detik, posisi keempat adalah tuan rumah Edelwiss dari UB dengan waktu 44 menit 15 detik. Posisi kelima ada Cremona UM dengan waktu 54 menit 12 detik dan yang keenam Citra s-54 ITS dengan pencapaian waktu 1 jam 33 menit. Dan di posisi terakhir ada Bhuumi Naara Bayu UI dengan waktu 1 jam 37 menit. Untuk peserta dari Politeknik Negeri Jakarta dinyatakan gugur karena jembatan yang dibuat jatuh.

Text Box: Jembatan Politeknik Negeri Jakarta yang dinyatakan gugurUntuk kriteria jembatan kayu, kategori yang diperebutkan para peserta adalah jembatan terkokoh, jembatan dengan kesesuaian implementasi terhadap rancangan terbaik, Jembatan terindah, waktu pelaksanaan tercepat, K3 terlengkap, metode konstruksi terealistis. Bapak Ginardi dari Maranata yang merupakan salah satu juri dari jembatan kayu, berpesan yang penting dari perakitan jembatan kayu adalah kerja tim yang baik di lapangan. Pendapat beliau tentang penyelenggaraan KJI IX & KBGI V 2013 sangat baik dalam manajemen. Dan harapannya pemenang tahun ini masih bisa mengikuti tahun depan untuk bersaing kembali terutama untuk Indonesia Timur.

Berkobarnya Semangat Peserta Perakitan KJI KBGI 2013

Berkobarnya Semangat Peserta Perakitan KJI KBGI 2013

Dalam kompetisi jembatan baja, tampak beberapa universitas sibuk merakit bahan-bahan yang telah disiapkan. Pelaksanaan kompetisi ini adalah bertemakan jembatan yang kokoh, praktis, inovatif, dan berwawasan lingkungan. Pada hasil akhir pertandingan kompetisi jembatan baja, terdapat 3 tim yang mampu menyelesaikan perakitan jembatan tercepat dari urutan ketiga yakni Politeknik Negeri Malang, Universitas Negeri Malang, dan posisi pertama diraih oleh Universitas Brawijaya.

Untuk tahap berikutnya dilakukan uji pembebanan pada jembatan baja di bagian seperempat bentang dan setengah bentang. Beban diberikan seberat 400 kg dengan lendutan maksimal 7,5 mm.

Terdapat persaingan sengit saat uji pembebanan antara Universitas Brawijaya dengan Politeknik Bandung. Pada Universitas Brawijaya terjadi lendutan sebesar 1,4 mm di bagian seperempat bentang dan 2,06 mm pada setengah bentang. Sementara pada Politeknik Negeri Bandung, terjadi lendutan 1,6 mm pada seperempat bentang dan 2,13 mm.

Selain jembatan baja, di KJI IX 2013 juga diselenggarakan kategori jembatan busur. Kategori ini akan memperebutkan 3 penghargaaan kategori, yaitu jembatan terkokoh, jembatan terindah, dan kesesuaian antara implementasi dengan rancangan awal. Tim yang menghasilkan lendutan terkecil adalah tim dari Politeknik Bandung.

Untuk perakitan KBGI, dibagi menjadi 3 sesi dengan tiap sesi terdapat 3 universitas yang bertanding. Sesi pertama diadakan pada siang hari dengan tim peserta berasal dari Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya, dan Politeknik Negeri Malang. Sedangkan di sesi dua diadakan pada malam hari dengan tim peserta berasal dari Universitas Mataram, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Muhammadiyah Malang. Sementara untuk sesi ke tiga akan dilaksanakan keesokan harinya.

Untuk tahap pengujian pada KBGI, dilakukan uji beban secara bertahap. Beban diberikan pada bagian depan bangunan sebesar 15kg per tahap, dengan beban total yang diberikan sebesar 75 kg (5 tahap). Selanjutnya beban dilepas juga dengan 5 tahap. Pengujian ini akan menunjukkan nilai dari kurva historistic. Pengujian beban juga dilakukan di bagian belakang bangunan dengan cara dan tahapan yang sama. Pengujian ini akan menampilkan luasan kurva yang menunjukkan besarnya defleksi.

Pada sesi pertama, tim dari Universitas Brawijaya berhasil menjadi tim yang tercepat dan terkokoh karena bangunan dari peserta lain mengalami collapse (bangunan tersebut menghasilkan nilai deformasi yang melebihi ketentuan dari kompetisi). Tim yang dipunggawai oleh Yanuar Eko, Royyan Aulabih, dan Andriyas Susanto mengungkapkan bahwa tidak menyangka akan kesuksesannya di sesi pertama ini karena mereka mendapatkan cukup kendala di awal perakitan. Tim yang sempat kesulitan menemukan konsep fix untuk bangunannya tersebut menambahkan bahwa merekacukup berharap untuk dapat meraih juara umum.

Kemeriahan Opening Ceremony KJI IX dan KBGI V 2013

Kemeriahan Opening Ceremony KJI IX dan KBGI V 2013

Opening Ceremony (Sabtu, 30/11/13) dibuka dengan kemeriahan yel-yel dari para supporter masing-masing universitas. Supporter disuguhkan dengan masuknya para penari tradisional yang menjemput para kontingen ke dalam gedung.

Sambutan pertama diberikan oleh Ketua Umum Panitia Pelaksana. Dilanjutkan sambutan dari Rektor Universitas Brawijaya selaku tuan rumah, yaitu Pak Yogi. Terakhir sambutan diberikan oleh DIKTI yang diikuti peresmian pembukaan dengan pemukulan gong. Lalu para peserta dipersilahkan keluar gedung secara tertib dengan diiringi nyayian dari tim paduan suara Universitas Brawijaya. Acara opening ceremony diakhiri dengan pembacaan do’a dan dilanjutkan dengan persiapan para tim peserta yang akan mengikuti KJI IX dan KBGI V.

Untuk pelaksanaan KJI IX digelar di dalam Gedung Samantha Krida,Universitas Brawijaya. Sementara KBGI V diselenggarakan di depan gedung tersebut. Menurut Bapak Ir. Sugeng P. Budio selaku tim juri dari KJI IX mengungkapkan bahwa masih terdapat kekurangan di dalam pelaksanaan acara ini. Namun sudah lebih baik dari tahun kemarin. Beliau mengingatkan para peserta untuk tetap patuh pada peraturan yang berlaku dan dapat bertanding dengan jujur dan adil. Harapan yang diinginkan yakni acara Kompetesi seperti ini dapat berlangsung sampai dengan skala Internasional. Sebagai Kepala Jurusan Teknik Sipil, Universitas Brawijaya beliau berpesan kepada Tim Brawijaya untuk tetap semangat, berjuang, dan dapat mempertahankan gelar Juara Umum.

Dukungan dari acara ini juga dapat dilihat dari banyaknya supporter yang hadir untuk mendukung perwakilan dari masing-masing universitas. Salah satu supporter Universitas Negeri Malang Paundra, mengungkapkan bahwa mereka dan teman-temannya memberikan support dalam proses perakitan. Paundra dan kawan-kawan hadir ke acara tersebut mulai pukul 06.00 dan tiba pukul 06.30 menggunakan bus. Dia berharap agar tim dari Universitas Negeri Malang dapat menjadi pemenang dan menjadi yang terbaik dalam kompetisi ini.