Browsed by
Month: May 2013

“Slauerhoffbrug” Jembatan Angkat Minimalis di Negara Kincir Angin

“Slauerhoffbrug” Jembatan Angkat Minimalis di Negara Kincir Angin

Jembatan Ampera, yang dulu sempat tersohor di Indonesia karena kecanggihanya yang dapat terbelah dan terangkat ketika kapal besar melewati sungai Musi di bawahnya, kini dapat dikatakan hanya tinggal menyisakan keindahan. Kecanggihan jembatan ini sudah redup. Sejak tahun 1970-an hidrolik (mesin pengangkat) jembatan ini sudah dimatikan sehingga jembatan ini sudah tidak bisa terangkat lagi dan itu artinya kapal-kapal besar tidak bisa melewati jembatan ini lagi.

Lain halnya di Belanda, tepatnya di kota Leeuwarden, disana terdapat sebuah jembatan yang juga bisa diangkat. Jika jembatan Ampera mampu terbelah dan membuka ke atas, jembatan yang biasa disebut “Jembatan Angkat Melayang” ini adalah jembatan minimalis yang bisa terangkat sepenuhnya. Jembatan minimalis dan canggih ini, bagian deck tengahnya dapat terangkat seutuhnya menggunakan dua lengan luas sehingga kapal-kapal yang melewati sungai di bawahnya bisa melintas.

Tidak seperti jembatan Ampera yang besar dan membutuhkan waktu yang cukup lama ketika dinaikan ke atas, jembatan ekor ini dapat dengan cepat dan efisien diangkat dan diturunkan dari satu tiang (bukan engsel). Dengan sistem seperti ini, lalulintas air di bawah jembatan tersebut bisa berjalan dengan lancar karena dengan sistem tersebut proses bisa berjalan dengan cepat tanpa harus mengulur-ulur waktu dengan lampu lalulintas jalan. Desain jembatan ini pun cantik dan minimalis.

[youtube gVBeHVbVrQw 600]

“Cangkrukan” dihiasi dengan Visi dan Misi Jurusan Teknik Sipil FT-UB

“Cangkrukan” dihiasi dengan Visi dan Misi Jurusan Teknik Sipil FT-UB

Cangkrukan adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan di Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya setiap tahunnya. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Himpunan Mahasiswa Sipil yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi keluarga besar teknik sipil (mahasiswa, dosen dan karyawan). Disini, mahasiswa dan dosen serta karyawan diperbolehkan saling bertukar pikiran, baik di bidang akademik maupun non akademik guna meningkatkan mutu di Jurusan Teknik Sipil.

Cangkrukan kali ini terlaksana pada tanggal 8 Mei 2013 di Ruang Survey dan Geology Teknik Sipil FT-UB. Acara yang dihadiri oleh lebih dari 150 peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen, dan karyawan, ini dimulai tepat pukul 20.00 dengan penyampaian sambutan oleh Ketua Pelaksana kegiatan cangkrukan yang selanjutnya disusul sambutan dari Ketua Himpunan. Setelah itu acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya, Bapak Ir. Sugeng P. Budio, MS. Dalam sambutannya, Pak Sugeng menjelaskan bahwa acara cangkrukan ini merupakan satu-satunya acara yang ada di fakultas teknik dan tidak ada di jurusan lain. Disini kita sekeluarga Sipil dikumpulkan dalam satu diskusi yang bertujuan agar Jurusan Sipil menjadi lebih baik lagi.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemberian materi oleh dosen Unit Jaminan Mutu (UJM) yakni Bapak Eko Andi Suryo, ST., MT., PhD. Beliau memberikan motivasi kepada mahasiswa yang hadir bahwa untuk menjadi seorang yang sukses perlu dilakukan usaha yang keras. Dalam penjelasan beliau, ditampilkan beberapa video yang cukup membuat peserta tertawa karena lucunya video yang juga memiliki esensi. Hal tersebut membuat suasana semakin hangat dan akrab antar peserta. Yang tidak kalah pentingnya, Pak Eko juga menjelaskan tentang Visi dan Misi terbaru Jurusan Teknik Sipil FT-UB yang mana kita sebagai keluarga besar mahasiswa Sipil harus memahami itu agar menjadi yang lebih baik lagi. Adapun visi dan misi Jurusan Sipil FT-UB yang mana mengalami perubahan pada tahun 2013 ini adalah sebagai berikut:

Setelah penyampaian materi dari Pak Eko dilanjutkan sesi tanya jawab yang ditujukan oleh mahasiswa kepada dosen-dosen. Dalam sesi tanya jawab ini, sebagian mahasiswa banyak mengeluhkan tentang dosen pengajar, dosen pembimbing maupun mempertanyakan sistem pendidikan yang ada di Jurusan Teknik Sipil, seperti kesesuaian RPKPS dengan penerapan materi dosen di kelas, sinkronisasi antar dosen pengampu dalam kaitannya dengan soal ujian bersama, rencana visiting professor dari luar negeri sebagai pengampu mata kuliah Struktur Baja, penggunaan Bahasa Fortran yang terbilang kuno dalam mata kuliah Pemrograman Komputer sampai halnya dengan rencana pembinaan mahasiswa baru terhadap acara KJI-KBGI yang dilaksanakan UB pada tahun ini. Selanjutnya pertanyaan serta keluhan yang ada dibahas dan dijawab oleh beberapa dosen yang hadir. Waktu yang dialokasikan selama 2 jam, terasa kurang dengan banyaknya pertanyaan dan pembahasan yang terjadi. Namun hari telah larut malam sehingga MC terpaksa membatasi pertanyan. Sebagai penutup, Ketua Jurusan Sipil FT-UB Pak Sugeng berpesan agar semua lapisan keluarga besar mahasiswa sipil saling membantu dan bekerjasama guna mewujudkan Visi dan Misi kita bersama menuju sipil UB yang lebih baik lagi. ☺