Browsed by
Month: October 2012

Bridge Design Competition – Civil Fiesta 2012

Bridge Design Competition – Civil Fiesta 2012

Setelah sukses dengan berbagai rangkaian acara Civil Fiesta 2012 seperti Civil Pride Basketball League, Civil Indie Festival, Seminar Nasional, Pengabdian Masyarakat, dan lain-lain. Himpunan Mahasiswa Sipil FT-UB memberikan kesempatan kembali kepada para pelajar SMA di seluruh jawa timur untuk menunjukkan kreativitas dalam sebuah perlombaan. Bridge Design Competition merupakan sebuah lomba mendesain sebuah jembatan. Para peserta di tuntut untuk membuat sebuah karya jembatan dimana jembatan tersebut merupakan hasil orisinil dari pemikiran peserta dan bisa memberikan sebuah inovasi baru tanpa menghilangkan sisi efisiensi dan efektifitas didalamnya. Tidak hanya itu dengan diadakan lomba ini, dengan adanya kompetisi semacam ini mereka dapat belajar, mengenal, dan mengetahui rekayasa jembatan melalui tindakan realistik, pengalaman menganalisis masalah secara langsung (hands on experience). Walaupun tidak banyak SMA yang mengajarkan ilmu tersebut secara formal, akan tetapi lomba tersebut mempunyai daya tarik tersendiri sehingga banyak peserta yang mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi sebelum memasuki babak final.

Dari banyak peserta yang mendaftar, akhirnya didapatkan 15 tim yang berhasil lolos seleksi tahap awal. Pada lomba ini ada beberapa tahap yang harus dilalui peserta sebelum memasuki babak final. Mereka diharuskan membuat proposal terlebih dahulu yang kemudian dikumpulkan untuk seleksi tahap awal. Setelah lolos seleksi tahap awal peserta diharuskan membuat rancangan jembatan sesuai dengan proposal yang mereka buat. Dalam lomba ini panitia Bridge Design Competition memberikan tema “Jembatan Futuristik dan Inovatif” Dan diharapkan dalam Lomba Jembatan ini akan menghasilkan ide-ide segar. Dalam tenggang waktu 10 hari para peserta haruslah membuat model jembatan tersebut sesuai dengan peraturan yang telah dibuat oleh panitia. Model yang dibuat berbahan dasar kayu dengan jenis apapun. Akhirnya setelah 10 hari pengerjaan di tempat masing-masing, sehari sebelum final tim yang telah lolos datang ke kampus Teknik Sipil Universitas Brawijaya untuk melakukan Technical Meeting pada sore harinya. Hal ini dikarenakan ada kesalahpahaman peraturan, akan tetapi panitia menjelaskan bahwa peraturan yang ada di modul sudahlah cukup jelas. Panitia beranggapan bahwa peserta haruslah bisa memahami tiap poin-poin sistematis desain jembatan dan telah memberikan contact person jika ada yang perlu ditanyakan. Setelah terjadinya perdebatan cukup panas pada saat Technical Meeting malam harinya pun para peserta menuju ke penginapan untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk tahap final.

Final Bridge Design Competition mempunyai 2 tahapan penilaian, pertama mereka akan mempresentasikan hasil desain mereka kepada tiga dewan juri dari Teknik Sipil Universitas Brawijaya, yaitu Retno Anggraini, ST, MT., Dr. Eng. Achfas Zacoeb, ST, MT., Roland Martin Simatupang, ST, MT.

Kedua, setelah selesai presentasi mereka akan melakukan uji pembebanan. Beban yang diujikan tiap tim adalah 5 batangan beban yang masing-masing seberat 1 kg. Setelah semua tim tampil presentasi dan melakukan uji pembebanan, panitia beserta juri melakukan rapat tertutup untuk menentukan hasil penilaian. Setelah menunggu sekitar satu jam lebih  pengumuman hasil perlombaanpun diumumkan. Dewan juri telah sepakat mengambil enam pemenang, yakni :

  1. Pallazo Team, SMAN 1 Probolinggo
  2. Rifal Team, SMAN 3 Lamongan
  3. Fire Team, SMAN 1 Jember
  4. Beetle Team, SMA Taruna dra. Zulaeha
  5. Sega_97 Team, SMAN 3 Lamongan

Enam tim yang telah menjadi pemenang akan mendapatkan undangan khusus datang di acara puncak Civil Fiesta 2012 untuk penentuan juara.

Dalam setiap perlombaan pasti ada yang kalah dan menang, salah satu anggota tim pemenang dari SMAN 3 Lamongan mengatakan lomba ini sangat baik untuk mereka. Disamping mereka bisa mendapatkan sertifikat untuk membantu masuk ke universitas favorit, lomba ini menjadi sarana utama mengenal dunia sipil. Selain itu mereka bisa mendapatkan pengalaman yang tak bisa dilupakan. Tim asal SMAN 1 Ponorogo masih menyesalkan dengan kebijakan panitia yang melakukan Technical Meeting setelah jembatan selesai di desain. Mereka beranggapan seharusnya Technical Meeting dilakukan setelah seleksi tahap awal untuk membuat para tim benar-benar bisa paham dengan syarat dan ketentuan lomba. Secara garis beras semua sangat senang serta berharap akan diadakan lomba semacam ini berikutnya dengan perbaikan sistematis lomba yang lebih baik.

Fanny Pramudya selaku Sekretaris Pelaksana lomba ini, menyatakan bahwa dia sangat puas karena antusiasme peserta begitu tinggi terlihat banyaknya peserta yang  mendaftar di perlombaan ini. Selain itu, dia puas dengan kinerja panitia yang telah berkerja keras dari saat bulan puasa hingga perlombaan selesai. Sehingga perlombaan ini menjadi lancar dan sukses.

Secara garis besar Roland Martin Simatupang, ST, MT.  sebagai salah satu dosen dari teknik sipil yang turut berperan menjadi salah satu dewan juri pada lomba tersebut menilai lomba tersebut manarik dan kaget dengan hasil peserta. Meskipun mereka banyak kekurangan dalam berbagai aspek seperti gambar hanya dalam dua dimensi dan penulisan proposal. “Akan tetapi selama mereka ada keinginan untuk terus mencoba dan mencoba mereka akan bisa lebih baik lagi” ungkapnya. Lomba ini pun bagi beliau sangat patut untuk di adakan lagi untuk bisa menarik potensi-potensi yang ada dari anak SMA.